
Yan Chan yang ditinggalkan oleh Zhongkui merasa bingung dan terkejut. Ia bahkan tidak berpikir jika tuannya akan meninggalkan dirinya begitu saja. Sebenarnya Yan Chan juga memiliki jimat teleportasi. Ia tak perlu meminta bantuan tuannya jika ingin meninggalkan tempat tersebut.
Namun saat ini dia dibingungkan oleh reaksi tuannya yang agak aneh. Tuannya adalah seorang peramal, harusnya tidak ada masalah apapun dengan ramalannya. Tapi hari ini, apakah Zhongkui tidak bisa meramalkan kedatangan Xiu Jimei dan merak merah itu?
“Sial! Orang itu pergi dengan cepat! Aku bahkan belum sempat menendang pantatnya!” Reddish berteriak kasar dan ingin membuat lubang di pasir.
Xiu Jimei menggelengkan kepala. Sebenarnya dia tidak menduga jika Zhongkui akan melarikan diri. Tapi ini bukan hal yang baik untuknya. Zhongkui pergi mungkin untuk melaporkan sesuatu pada kaisar atau orang-orang di belakangnya. Lagi pula, klan penyihir tidak sebodoh itu.
Melihat Yan Chan yang kebingungan, ia mengerutkan kening. Whitely yang berada di ruang spiritual bawaan berkata jika Yan Chan hanya terpesona oleh Zhongkui.
"Namamu Yan Chan kan?" tanya Xiu Jimei padanya.
Yan Chan waspada dan sudah menganggap Xiu Jimei sebagai musuhnya. Namun hal ini tidak menyurutkan dia untuk menjawab.
"Ya. Ada apa dengan itu?"
"Tahukah kamu bahwa tuanmu adalah seorang penyihir?"
"Omong kosong apa!!"
Yan Chan marah. Dia seorang laki-laki yang beranjak dewasa. Pikirannya tidak terlalu buruk kecuali mementingkan urusan Zhongkui. Tuannya tidak mungkin seorang penyihir.
"Jimat penyegel atau apapun namanya, tidak hanya penyihir yang memilikinya. Kultivator juga bisa memilikinya. Bagaimana mungkin seorang kultivator yang bisa membuat jimat dianggap sebagai penyihir?!" Yan Chan membela Zhongkui dan mencoba untuk meluruskan.
"Yah, memang benar." Xiu Jimei mengangguk dan tersenyum. "Aku juga bisa membuat jimat dan aku tidak mungkin menganggap diriku sebagai penyihir juga."
"Tidak, kamu adalah penyihir! Tuanku berkata jika wanita cantik yang tampak seperti rubah betina sebenarnya adalah penyihir wanita pengidap jiwa seorang pria. Mereka harus dibunuh." Yan Chan menggelengkan kepala. Dia yakin jika Xiu Jimei adalah penyihir.
__ADS_1
Xiu Jimei mengerutkan kening lagi. "Apakah kamu membunuh para wanita yang dianggap penyihir itu?"
Yan Chan menganggukkan ringan. "Benar. Karena tuan selalu berkata untuk membunuh mereka, maka aku membunuh mereka. Setelah itu, tuan akan menyelesaikan sisanya. Dia mengambil semua jiwa wanita yang dianggap penyihir. Tuan berkata dia menyegelnya sehingga mereka tak bisa bereinkarnasi."
Mendengar hal-hal ini, semuanya langsung terdiam. Tak terkecuali Xiu Jimei. Ia sepertinya memikirkan sesuatu. Kenapa perilaku Zhongkui ini seperti sengaja mencari beberapa jiwa wanita dengan ciri-ciri khusus, lalu mengambil jiwa mereka untuk suatu pengorbanan?
Apa yang sebenarnya diinginkan Zhongkui?
Karena dalam penglihatan Xiu Jimei, Zhongkui tidak terlihat seperti menggunakan jiwa-jiwa manusia untuk berkultivasi. Ini justru mendekati tipuan seorang penyihir. Tidak lebih. Lalu ... untuk apa jiwa-jiwa itu?
Yan Chan memberi tahu Xiu Jimei tentang masalah tersebut. Dia sengaja ingin menakuti Xiu Jimei. Tapi ia tidak pernah berpikir untuk membuat pihak lain memikirkan tujuan Zhongkui sesungguhnya.
Reddish bahkan lebih kesal dan ingin mengatakan sesuatu. Tapi tidak mungkin mengatakannya di depan Yan Chan.
"Anak Majikan, apa yang akan kamu lakukan dengan manusia bodoh yang baru saja menginjak ranah sihir itu? Membunuhnya atau menghukumnya sesuai dengan hukum klan penyihir?"
Reddish memutar bola matanya. "Xiaobai tahu lebih banyak daripada aku."
Xiu Jimei tidak berkata apa-apa lagi. Whitely memang terlihat lebih tahu tentang para penyihir ini. Dia masih memikirkan tujuan Zhongkui sebenarnya. Bahkan Elder Chi serta yang lainnya tidak menduga jika Zhongkui memiliki banyak nyawa di tangannya. Belum lagi, untuk apa mengumpulkan jiwa para wanita muda?
Tujuan Zhongkui harus diragukan. Mungkinkah ada sebuah kegiatan gila di ranah klan penyihir?
"Ikat dia dulu dan kurung. Kita putuskan nanti." Xiu Jimei berniat untuk mencari Zhongkui. Ia khawatir jika saat ini, Zhongkui mungkin sudah menyebarkan beberapa berita tentang masalah ini.
Elder Chi mengangguk. Dia terlihat serius dan kali ini tidak ragu untuk mengikat orang. Kepergian Zhongkui sebelumnya membuat mereka terkejut. Namun mereka lebih terkejut lagi ketika tahu Zhongkui membunuh banyak orang.
Sebagai seorang peramal, membunuh dan mengacaukan nasib atau takdir orang lain sudah dianggap penjahat. Hanya para penyihir yang melakukan perbuatan seperti itu.
__ADS_1
Yan Chan tidak berdaya. Dia tidak mau mati begitu saja dan lebih baik patuh diikat oleh tali pengunci energi spiritual. Dengan begitu, Yan Chan tidak berbeda jauh dengan manusia fana saat ini. Sangat tidak berdaya.
"Nona Xiu, apakah ingin langsung ke ibu kota atau ikut bersama kami?" Elder Chi bertanya dengan sopan.
Mereka telah menguras cukup tenaga sebelumnya. Jadi mau tidak mau hanya bisa mengandalkan jalur darat untuk kembali ke ibu kota. Setelah energi spiritual mereka pulih, mungkin bisa menyuap beberapa burung roh untuk kembali lebih cepat.
Xiu Jimei merasa jika ikut dengan mereka juga tidak buruk. “Pergi saja dengan kalian.”
......................
Sementara itu, Zhongkui yang melarikan diri dari pantai sebelumnya, kini tiba-tiba saja muncul di bibir hutan. Tempat itu bertepatan dengan gerbang perbatasan kota. Karena memakai jimat untuk melarikan diri, ia memuntahkan seteguk darah. Kekuatannya masih belum cukup untuk menggunakan jimat teleportasi.
Zhongkui menggertakkan gigi. Jika dia tidak melarikan diri, mungkin bisa mati di tangan gadis misterius itu. Belum lagi merak merah yang tak bisa ditembus level kultivasinya, membuat Zhongkui semakin kesal.
Ia meninggalkan Yan Chan di sana. Tidak tahu apakah laki-laki itu masih hidup atau tidak. Lagi pula, hanya seorang murid kecil, tidak sepadan dengan nyawanya.
Zhongkui tidak langsung memasuki gerbang kota tapi diam-diam mengirim surat pada seseorang. Setengah dupa kemudian, seorang wanita berjubah hitam muncul. Karena wanita itu memakai tudung besar yang menghalangi setengah wajahnya, tidak tahu tatapan seperti apa yang diberikan pada Zhongkui.
"Lebih baik kamu memanggilku untuk urusan penting." Wanita berjubah hitam itu memiliki sulaman tanda klan penyihir. Dia berdiri beberapa meter dari keberadaan Zhongkui.
"Nona Luo, kamu akhirnya muncul," kata Zhongkui seraya memberikan sikap menghormatinya. Lagi pula, wanita berjubah hitam di depannya merupakan seorang utusan penting klan penyihir.
Lou Chan menyentuh bibir tipisnya yang berwarna merah. Kuku tangannya panjang dan agak runcing. "Jangan berbasa-basi. Katakan ada apa."
Zhongkui segera menceritakan apa yang terjadi sebelumnya. Ceritanya cukup singkat dan jelas, membuat Luo Chan yang telah hidup sebagai penyihir spiritual mengerutkan kening.
Iris mata hijau di balik tudung besarnya sedikit menyusut. "Gadis misterius yang sangat kuat?" gumamnya.
__ADS_1
Siapa itu? Kenapa Luo Chan merasa jika masalah ini tidak mudah? Ia penyihir tapi bukan peramal. Sejak kapan ada orang hebat yang datang ke negara kecil?