
Poppy yang terbangun segera melihat sekitar. Orang pertama yang dilihatnya adalah Xiu Jimei. Lalu ada juga Bai Shiyu serta yang lainnya. Memikirkan racun mimpi buruk itu, dia hampir pingsan.
Melihat tubuhnya yang masih berpakaian utuh, rambutnya tidak kusut dan wajahnya masih tampak, akhirnya menghela napas lega.
"Bagaimana aku bangun? Mungkinkah karena aku bertobat sebelumnya?" tanyanya bingung.
"Tentu saja penawar racun sudah dibuat. Kamu bangun sekarang. Apakah ... kamu baik-baik saja?" Xiu Jimei bertanya dengan nad khawatir.
"Aku baik-baik saja tapi ... kenapa Hua Mei selalu muncul di mimpi burukku?"
"Mungkin karena kalian adalah kerabat bunga," jawab gadis itu polos.
"..." Apakah ada hal seperti itu? Batinnya.
Karena Poppy sudah bangun, mereka juga menghela napas lega. Ujian kali ini dimenangkan oleh kelompok Xiu Jimei.
"Berapa lama aku tidur?"
Bai Shiyu mendesah tidak berdaya. "Ini seminggu."
"Seminggu??!" Poppy hanya berteriak. "Begitu lama?"
"Kenapa? Apakah mimpi buruk berjalan cepat?" tebaknya.
Berjalan cepat, rambutku! Ejek Poppy dalam hati. Dia merasa mimpi buruk itu hampir setahun penuh! Tapi dia tidak berani memarahi atau memaki. Dia sudah berjanji sebelumnya.
Karena Poppy sudah bangun, Xiu Jimei juga fokus pada ujian selanjutnya.
Selama seminggu terakhir, dia dan kelompoknya mengajak berbagai jenis tanaman dan bunga herbal, fungsi serta bagaimana menggunakannya. Bukan hanya itu, mereka juga harus mencicipi tanaman atau bunga herbal secara langsung.
Setelah ujian ini berakhir, mereka diberi waktu istirahat. Setelah ini, mereka harus menanam obat herbal sendiri.
"Ming Ming, apakah kamu memasak?" tanya Xiu Jimei saat melihat pria itu mengeluarkan banyak hidangan dari cincin spiritual.
Ini sudah waktunya makan siang dan Ming Zise sengaja mengeluarkan semua makanan yang dimasaknya beberapa hari lalu. Semua makanan yang tersimpan di cincin spiritual tidak akan basi sama sekali dan akan sama seperti terakhir kali dimasukan.
"Ya. Cobalah, apakah Mei'er suka?" Ming Zise hanya tersenyum.
Ada ayam panggang utuh, sup pangsit, dimsum, salad, sup ikan hingga udang bakar saus pedas asam manis. Dia memasak dalam jumlah banyak sehingga Xiu Jikai serta yang lainnya bisa makan.
__ADS_1
"Aromanya sangat enak. Ini lebih enak daripada makanan yang ada di restoran. Pasti!" Wang Xuyue belum mencoba hidangannya tapi sudah membayangkan rasanya.
"Segala hal dari Alam Para Dewa pasti di sangat baik." Kin Wenqian juga mengangguk.
"Ayo, makanlah." Ming Zise dengan senang hati mempersilakan.
Xiu Jimei juga mencicipinya. Dia sangat suka dengan udang sehingga mengambil udah lebih dulu. Tapi ayam panggang juga sangat menggugah selera, jadi dia mengambilnya. Melihat sifat rakusnya terhadap makanan, Ming Zise hanya menggelengkan kepala. Dia membantunya mengambil makanan.
Ayam panggang dengan bumbu oles cukup pedas. Dagingnya empuk dan matang sempurna. Tekstur kulit ayam agak sedikit garing sehingga renyah ketika digigit.
"Apakah ini ayam roh dewa?" tanya Xuan Xing.
"Benar." Ming Zise mengangguk. "Rasanya agak berbeda dengan ayam roh Dunia Langit. Ayam ini mengandung energi spiritual yang cukup tinggi sehingga sengaja aku tidak membuat lebih banyak. Mengonsumsi makanan yang terlalu tinggi energi spiritual juga tidak baik untuk tubuh," jelasnya.
Namun bagi Xiu Jimei tampaknya tidak masalah. Dia sengaja menghindari segala jenis sayuran tapi Ming Zise sengaja memberinya salad.
"Makan salad dengan udang atau ayam sangat enak. Kenapa Mei'er tidak mau mencobanya?"
Xiu Jimei sedikit tidak senang. "Sayuran tetaplah sayuran!"
"Ini enak, cobalah. Bagaimana mungkin tidak enak? Ini masakanku."
Wang Xuyue membujuknya. "Xiaomei, ini sangat enak, cobalah."
"Oh, aku lupa." Ming Zise sama sekali tidak membuat acar. Dia tidak ingat.
"Tidak apa-apa, aku membuatnya sebelumnya." Xiu Jimei mengeluarkan acar timun dari ruang spiritual bawaan.
Acar timun dengan ayam panggang atau udang saus pedas asam manis pasti enak.
"Lain kali, aku juga ingin makan tumis kangkung, semur telur, bakso, mie umur panjang dan—"
"Banyak sekali keinginanmu." Xiu Jikai menukas kata-katanya. "Jangan membayangkan banyak makanan di saat kamu enggan makan sayuran."
Xiu Jimei mendengkus. Terserah dirinya mau membayangkan makanan apapun. Dia pasti akan memakannya di masa depan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari kemudian, semua peserta ujian yang ada di desa obat ditugaskan untuk menanam tanaman herbal. Setiap kelompok memiliki tanah tersendiri. Dan kelompok Xiu Jimei mendapat tanah di tempat yang agak sulit tumbuhan hidup.
__ADS_1
Sebidang tanah kosong masih penuh dengan gulma dan bebatuan yang mengganggu. Mereka bukan hanya disuruh menanam benih atau bibit tapi memulainya dari awal.
"Mereka memperlakukan kita seperti seorang petani!" Yan Yujie sangat kesal.
"Bukankah bagus jika kita menanam tanaman obat dari nol?"
"..." Tidak bagus bagi raja ini! Yan Yujie membatin.
Kepalanya hampir meledak saat menghafal nama obat dan jenis tanaman herbal sebelumnya. Dia tidak mau sakit pinggang karena harus membersihkan gulma dan menabur benih tanaman.
Karena tidak mau membuang waktu, mereka bekerja sama untuk membersihkan gula dan bebatuan yang mengganggu. Tanah yang mereka olah cukup luas sehingga waktu yang dibutuhkan tentu saja tidak sedikit.
Belum lagi tekstur tanah agak keras dan sulit dicangkul. Ini masalah baru. Untungnya mereka tidak asing dengan cara menggemburkan tanah. Setidaknya, tugas ini jatuh pada kaum laki-laki.
Setelah tanah siap, mereka tidak langsung menabur benih namun memberi pupuk khusus lebih dulu.
"Aku akan menggunakan cairan penumbuh tanaman tercepat agar tugas kita selesai lebih awal," kata Xiu Jimei.
"Jangan! Aku punya firasat buruk jika kamu bertindak." Xiu Jikai tidak setuju.
"..." Kenapa aku memiliki kembaran yang begitu bertolak belakang?
Xiu Jimei menyerah. Dia dengan patuh memberi pupuk dan mencampurnya dengan tanam. Ketika hari sudah sore lagi, mereka akhirnya menanam benih yang diberikan oleh pengawas ujian.
"Benih tanaman apa ini?" Yan Yujie sangat penasaran.
"Sepertinya tomat merah spiritual. Meski ini sayuran tapi jenisnya masih tanaman obat. Tomat merah spiritual bagus untuk penyembuhan luka dan mempercepat regenerasi bekas luka," jelas Wang Xuyue.
"Bisakah dimakan langsung?"
"Bisa saja jika mau."
Mereka menabur benih lebih dulu di wajah khusus untuk ditumbuhkan menjadi bibit. Dengan kemampuan spiritual tumbuhan Xiu Jimei, benih yang mereka semai telah tumbuh menjadi bibit siap tanam.
"Ayo tanam sebelum malam tiba. Besok aku ingin tahu pertumbuhannya." Jia Lishan tidak sabar untuk mandi dan istirahat. Di sangat lelah hari ini.
Mereka menanam bibit tomat merah spiritual dengan rapi. Ketika pengawas ujian datang untuk memeriksa, hanya mengangguk-angguk dan pergi memeriks kelompok lain.
Ujian kali ini, Ming Zise juga mengawasi sehingga tidak ada satu pun murid yang berani lengah.
__ADS_1
Setelah menanam semua bibit, Xiu Jimei menyiramnya dengan cairan khusus penumbuh tanaman. Dia mengurangi dosisnya agar tidak langsung tumbuh menggila seperti pada ujian terdahulu.
Tanpa sepengetahuan mereka, bibit tomat merah spiritual yang terkena cairan khusus itu pun mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Tapi kemudian diam kembali.