Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Wilayah Klan Penyihir


__ADS_3

Xiu Jimei menuangkan sebuah larutan bubuk daun seribu racun. Jadi terlalu kuat untuk pohon kecil di sampingnya. Ming Zise menjelaskan dengan sabar terkait masalah tersebut.


Awalnya Xiu Jimei ingin mencicipi racun tersebut. Lagi pula tubuhnya kebal terhadap racun jenis apapun. Namun Ming Zise tidak mengizinkannya. Meski kebal dan tidak berpengaruh, pohon seribu racun juga memiliki toksinitas yang tinggi. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi jika mencobanya tanpa persiapan.


Namun Xiu Jimei diam-diam sudah menjilat larutan bubuk daun seribu racun tersebut sebelum Ming Zise selesai menjelaskan apa yang terjadi. Hal ini membuat Ming Zise terkejut.


“Mei’er, ludahkan!” Ini bukan perintah tapi penegasan.


Sayangnya Xiu Jimei sudah menelan racun tersebut tanpa berpikir dua kali. Hal ini membuat Ming Zise berekspresi tidak nyaman dilihat. Tapi Xiu Jikai lebih tenang. Bukannya tidak peduli dengan adiknya tetapi dia tahu seperti apa daya tahan tubuh adiknya.


“Ming Ming, jangan khawatir. Racun ini harusnya tidak berdampak apapun padaku.” Xiu Jimei menunggu reaksi tubuhnya. Sayang sekali tidak ada reaksi apapun.


Ming Zise masih khawatir. Dia tidak meremehkannya, hanya khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Untungnya setelah menunggu beberapa saat, Xiu Jimei masih bisa berjalan dan menendang dengan semangat. Akhirnya dia bisa lega.


Mencubit ujung hidung gadis itu, Ming Zise ingin sekali menciumnya sebagai hukuman. Ada orang ketiga di sekitar keduanya jadi Ming Zise membendung keinginan tersebut.


“Bagaimana rasanya racun itu?” tanya Xiu Jikai.


Xiu Jimei memutar bola matanya. “Tentu saja tidak enak!”


Xiu Jikai mencibir. “Kamu tahu itu tidak enak tapi masih mencoba makan racun. Kupikir kamu mengubah camilan kesukaanmu dari keripik kentang menjadi racun.”


Xiu Jimei sedikit malu tapi senyumnya tidak berkurang sama sekali.


Mereka berjalan perlahan untuk meninjau sekitar. Sebenarnya wilayah klan penyihir tidak berbeda dengan wilayah lainnya. Hanya saja auranya agak suram dan dingin. Mungkin karena array spiritual dibangun di sekitar perbatasan wilayah.

__ADS_1


Ketiganya terus berjalan perlahan. Sesekali mereka berburu binatang roh yang tak sengaja melintas. Dengan kemampuan memasak Xiu Jimei atau Ming Zise, Xiu Jikai bisa tenang.


“Di mana rumah pemimpin klan penyihir?” tanya Xiu Jimei yang tidak sabar untuk membuat keributan dalam kegelapan.


“Sepertinya masih jauh. jika melihatnya dari atas mungkin bisa melihatnya.” Xiu Jikai mengerutkan kening.


Mereka harus menaiki salah satu pohon dan mencapai puncak untuk melihat pemandangan yang lebih luas. Atau setidaknya menunggangi binatang roh terbang. Sayangnya, array pelindung di wilayah klan penyihir ini agak menyebalkan. Selain bisa mendeteksi kehadiran orang asing dari luar array tapi juga bisa mendeteksi kehadiran binatang roh asing.


Tidak sulit bagi Xiu Jimei untuk mencapai puncak pohon dan melihat semua pemandangannya. Di sini, hanya ada satu pohon yang lebih tinggi daripada pohon lainnya. Apa lagi jika bukan pohon seribu racun. Oleh karena itu, Xiu Jimei segera mencapai puncak pohon seribu racun dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan. Untungnya tidak ada penjaga di sana.


Dari atas pohon, Xiu Jimei bisa melihat pemandangan yang sebenarnya tidak ada yang istimewa sama sekali. Semuanya hanyalah pepohonan serta udara yang penuh dengan energi spiritual penyihir.


Ming Zise dan Xiu Jikai juga menyusulnya.


“Yah, tidak ada yang istimewa,” gumam Xiu Jikai. “Lihat, itu mungkin istana utama klan penyihir.” Ia menunjuk ke salah satu bangunan besar yang mencolok di kejauhan.


Xiu Jimei mengerutkan kening. “Apakah klan penyihir ini suka sekali dengan tempat yang suram?"


"Sepertinya tidak demikian. Ini harusnya menjadi sesuatu yang lain." Ming Zise menyimpulkan.


Ia menyipitkan mata, melihat awan gelap di atas istana klan penyihir. Awan gelap itu tidak biasa dan sepertinya mengandung sesuatu mengerikan. Tiba-tiba saja ia memikirkan tentang Alam Neraka yang diam-diam membantu klan penyihir di alam sekuler ....


Mungkinkah gerbang Alam Neraka terbuka di atas istana klan penyihir? Jika benar maka semuanya akan menjadi jelas.


"Aku ingin melihatnya dengan jelas. Bagaimana jika kita menyelinap ke sana?" tanya Xiu Jimei.

__ADS_1


Jelas kita datang untuk itu. Kenapa masih bertanya? Batin Xiu Jikai sedikit tidak senang.


Ming Zise hanya tersenyum. Dia tidak menolaknya jika benar-benar ingin datang ke sana. Tentu saja ia memiliki caranya sendiri untuk bisa sampai ke sana.


"Kalau begitu ayo kita pergi.”


Ming Zise membawa keduanya dengan berteleportasi. Karena kekuatannya yang luar biasa, tidak ada yang bisa merasakan kehadirannya sama sekali. Hal ini juga membuat Xiu Jimei dan Xiu Jikai tenang. Meskipun Xiu Jimei bisa berteleportasi tanpa ketahuan, gadis itu rupanya malas untuk bergerak jika Ming Zise ada di sekitarnya.


Ming Zise berteleportasi tidak terlalu dekat dengan istana klan penyihir. Setidaknya mereka harus berjalan kaki sebentar untuk bisa melihat lebih jelas istana itu. Dengan teknik penyamaran yang baik, tidak akan ada yang bisa mengetahui keberadaan energi spiritual mereka, seolah-olah hanyalah udara.


Di depan gerbang istana klan penyihir ada dua penjaga berbadan tegap, tinggi dan terlihat cukup galak. Kedua penjaga gerbang itu bukan hanya memegang tombak bermata tiga, tapi ada juga pedang disarungkan di punggung. Serta masing-masing memiliki serigala hitam roh sebagai penjaga tambahan.


Indera penciuman serigala hitam roh hampir sama dengan anjing penjaga. Mereka lebih ganas dan berbahaya daripada anjing. Belum lagi, serigala suka berkelompok.


Siapa yang tahu jika penjaga klan penyihir juga memiliki serigala sebagai penjaga tambahan. Ini benar-benar agak tidak terduga.


Di saat ketiganya hendak keluar dari tempat persembunyian, dua serigala hitam roh tampak menggerakkan sedikit telinganya. Hidungnya juga mulai mengendus dan menatap sekitar dengan waspada.


Xiu Jimei merasa kagum. Bahkan jika dua penjaga di sana tidak mengetahui keberadaan mereka, tapi serigala memiliki penglihatan yang luar biasa. Xiu Jimei menarik Xiu Jikai dan Ming Zise kembali ke tempatnya lagi.


"Tidak bisa pergi dengan cara seperti ini. Bahkan jika kita transparan dan tidak terdeteksi oleh mata penjaga, tapi serigala itu tetap akan melihat keberadaan kita di sini," jelasnya.


Xiu Jikai mengerutkan kening. "Apakah begitu spiritual?"


"Jangan lupa, penglihatan anjing dan serigala hampir sama. Mereka bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat manusia."

__ADS_1


Ming Zise menaikkan sebelah alisnya. Ia menatap dua serigala hitam roh itu dan tampaknya mengetahui sorot mata yang tampak spiritual. Jelas ini kemampuan mereka. Tidak heran serigala roh dijadikan binatang penjaga gerbang tambahan.


Ia melirik Xiu Jimei dan tidak repot-repot berpikir. "Kalau begitu menurut Mei'er, apa yang harus kita lakukan?"


__ADS_2