Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Iblis Alam Neraka


__ADS_3

Kedua pria berkepala binatang tertegun dan aura yang menekan menguar di udara. Keduanya benar-benar ketakutan saat melihat siapa yang datang saat ini.


"Kamu ... Mantan Dewa Tertinggi, Ming Zise!" Sosok pria berkepala banteng itu mengenali Ming Zise.


Ming Zise yang baru saja tiba hanya tersenyum dan menembak keduanya dengan energi spiritual dewa. Kedua pria berkepala binatang itu mengeluarkan suara menyakitkan karena tidak sempat menghindar.


"Guru!" Xiu Jimei menghela napas lega. Sebenarnya dia bisa menyelesaikan keduanya tapi tempatnya tidak mendukung.


Tidak mungkin harus menghancurkan penginapan bukan? Dia harus kehilangan banyak uang lagi di masa depan untuk membayar ganti rugi. Dan Xiu Jimei enggan mengeluarkan uang lagi.


Ming Zise melihat dua sosok pria berkepala binatang itu. "Sudah ribuan tahun lamanya, sejak kapan ras iblis neraka mampu menembus gerbang Dunia Langit? Siapa yang memberi kalian izin masuk?" tanyanya penuh interogasi.


Pria berkepala banteng itu tertawa mengejek. "Kenapa memangnya? Kami dulu kalah melawan Alam Para Dewa tapi bukan berarti kami binasa. Kami rasa, pohon dewa tidak lagi bermanfaat, kami butuh yang lebih besar."


Jelas, mereka mengincar esensi delapan dewa-dewi di tubuh Xiu Jimei. Tentu saja tidak ada yang tahu tentang ini di Alam Neraka. Satu-satunya cara agar mereka bisa tahu, ada mata-mata di Alam Para Dewa.


"Mengincar bintang phoenix ku, kalian cari mati!" Ming Zise tidak berbelas kasihan dan segera menyerang keduanya.


Kedua pria berkepala binatang tahu jika Ming Zise pernah terluka di masa lalu dan pasti sulit disembuhkan. Jadi keduanya sedikit percaya diri untuk melawan Ming Zise.


Namun siapa yang tahu ... Ming Zise sama sekali tidak terluka internal tapi sangat sekali.


Rekan pria iblis berkepala banteng itu membelalakkan mata. "Bagaimana mungkin? Siapa yang menyembuhkanmu?!"

__ADS_1


"Tidak perlu tahu!" Ming Zise tersenyum dingin dan menggunakan tangan kosong untuk melawan keduanya.


Iblis neraka tidak mungkin bisa menang melawan mantan dewa tertinggi seperti Ming Zise yang telah memiliki reputasi. Jadi keduanya tertangkap basah dan dibelenggu dengan menggunakan rantai spiritual. Bahkan keduanya tak bisa mengambil wujud asap hitam atau sesuatu yang lain.


Rantai spritual dewa memiliki kemampuan untuk mengunci semua titik dantian, seketika membuat dua pria berkepala binatang itu melemah.


"Katakan, siapa yang memerintahkan kalian?" tanya Ming Zise lagi.


Keduanya mengeluarkan suara khas binatang dan jatuh berlutut di depan Ming Zise. Tapi keduanya enggan untuk bicara.


Xiu Jimei serta ketiga lainnya menyaksikan Ming Zise menangkap kedua pria berkepala binatang itu tanpa kesulitan sedikit pun.


"Makhluk apa mereka ini? Kenapa aku belum pernah melihatnya selama ini?" Kin Wenqian bertanya dan merasa merinding.


Harimau putih roh kuno berada di samping ketiganya. Lalu ada Tuit Tuit di atas kepala harimau belang itu.


Di Dunia Pagoda Neraka, para siluman bahkan bisa berjalan dengan dua kaki seperti layaknya manusia. Tapi wujud mereka sepenuhnya binatang. Dan itu tidak mengerikan di mata mereka.


Tapi kali ini, mereka melihat manusia berkepala binatang, berekor serta kaki binatang, tapi tangannya manusia. Ini sangat aneh.


Ming Zise tidak menyembunyikannya dari mereka. "Mereka ini disebut iblis neraka. Meraka berasal dari Alam Neraka yang terpisah dari dunia lain. Seharusnya mereka tidak bisa memasuki Dunia Langit karena perbedaan waktu dan energi spiritual. Hanya saja ...."


Hanya saja makhluk-makhluk ini ada di sini dengan mudah. Jelas seseorang telah bemain tangan di belakangnya. Belum lagi, mereka mengincar wanitanya.

__ADS_1


Untungnya Xiu Jimei baik-baik saja saat ini. Tapi dinding kamar penginapan roboh dan itu pasti akan membuat gadis itu kehilangan yang lagi untuk membayar ganti rugi.


Kin Wenqian menebak, "Iblis neraka? Bukankah mereka ini harusnya sama seperti makhluk dunia bawah?"


"Tentu saja tidak. Iblis neraka lebih kejam dan tidak bermoral!" Ming Zise menatap dingin ke arahnya pria berkepala binatang itu. "Katakan, siapa yang memerintahkan kalian untuk menyerang Xiu Jimei?"


"Kamu tidak perlu tahu. Kami hanya diminta untuk menguji kemampuannya saja." Pria berkepala banteng itu akhirnya mengaku tapi tidak ingin memberi tahu siapa yang memerintahnya.


"Aku bertanya sekali lagi, siapa yang memerintahkan kalian?"


"Tidak tahu!" Mereka keras kepala.


Pada akhirnya, kedua pria berkepala binatang itu langsung dihancurkan di tempat. Keduanya tidak bisa kembali untuk melapor. Lagi pula, iblis neraka tidak seharusnya ada di Dunia Langit.


"Ini ... Apakah tidak apa-apa?" Wang Xuyue sedikit ketakutan.


"Tidak apa-apa, kalian tidurlah kembali," jawab Ming Zise. Saat melihat dinding penginapan yang hancur, dia menghela napas tidak berdaya. "Ambil kamar lainnya untuk beristirahat. Lalu bayar ganti kerusakannya besok."


"..." Xiu Jimei memiliki firasat tidak menyenangkan.


"Mei'er adalah ketua tim, membayar ganti rugi juga merupakan kewajiban," kata Ming Zise sambil tersenyum nakal pada Xiu Jimei. "Jika ingin meringankan beban, Mei'er bisa datang ke tempat Guru untuk negosiasi," imbuhnya. Lalu dia pergi meninggalkan tempat itu.


Xiu Jimei cemberut. Ming Zise berada di halaman penginapan lain yang lebih sunyi. Kenapa dia tak membicarakannya di sini dan malah harus pergi ke tempatnya?

__ADS_1


__ADS_2