Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Kerabat Darah Tongluo (2)


__ADS_3

Iblis Rubah Lava Alam Neraka menyipitkan mata saat mendengar nama Tongluo. Nama ini merupakan nama keponakannya yang telah lama tidak dia lihat. Ia menatap Ming Zise dengan curiga. Aura di tubuh pria itu lebih mengerikan. Bagaimana bisa keponakan terhubung dengan orang-orang besar ini?


Namun ia masih menjawab dengan jujur. "Benar, aku adalah pamannya. Bagaimana kamu tahu nama keponakanku?"


“Dia mengacau Dunia langit sebelumnya dan ditangkap atas kejahatan.”


Iblis Rubah Lava Alam Neraka menggeram. “Apa yang kamu lakukan padanya sekarang?”


“Jika kamu ingin tahu, Berhentilah membuat masalah.”


Iblis Rubah lava Alam Neraka tidak terima dituduh sebagai membuat masalah dan akhirnya menatap Xiu Jimei. “Siapa yang membuat masalah? Dia sendiri yang datang ke tempatku dan mencari masalah. Aku selalu menjadi rubah yang baik dan tinggal di dalam gua tanpa membunuh siapapun,” jelasnya.


Xiu Jimei menjelaskan apa yang sebelumnya terjadi. Lalu Ming Zise mengerutkan kening. Jika Iblis Rubah Lava Alam Neraka tidak sengaja dikirim ke gerbang samping Alam Neraka yang dibuat Lu Zheng, maka semuanya jelas.


Dan lagi pula, gua yang baru saja hancur ini memang tidak pernah diperiksa sama sekali. Alasannya sederhana, tidak ada pergerakan apapun yang membahayakan sekitar. Penjelasan Iblis Rubah Lava Alam Neraka bisa dipercaya untuk saat ini.


“Karena kamu ada di sini untuk waktu yang lama, kenapa tidak mencari bantuan?” tanya Xiu Jimei.


Iblis Rubah Lava Alam Neraka mendengus. “Humph! Siapa yang mau meminta bantuan pada ras manusia? Ini penghinaan!” Ia memalingkan wajahnya ke sisi lain dan menutup matanya, sangat sombong.


Sudut mulut Xiu Jimei berkedut. Rubah tua ternyata tidak ada bedanya dengan anak kecil yang merajuk. Ming Zise hanya bisa membujuk Iblis Rubah Lava Alam Neraka dan akan mempertemukannya dengan Tongluo. Namun makhluk itu tidak mau dan seolah-olah akan ditipu. Dia tidak bisa mempercayai manusia, apa lagi dewa.


Tapi Iblis Rubah Lava Alam Neraka hampir lupa jika ibu Tongluo adalah siluman rubah putih Alam Para Dewa. Biasanya dia tidak menyukai siluman rubah putih itu dan mengira sengaja menggoda adiknya. Tapi rasa sayang pada keponakannya jelas tidak palsu.


“Mingming, tidak ada gunanya bicara dengan dia dengan cara halus seperti itu, aku punya cara yang lebih ampuh. Apakah kamu mau melihatnya?”


Xiu Jimei sudah bosan di sini. Hari sudah hampir gelap dan dia masih harus berkemah. Jangan biarkan rubah lava itu mengganggu harinya.


"Oh, cara apanyang menurut Mei'er cocok?" Ming Zise sengaja menggodanya.


"..." Iblis Rubah Lava Alam Neraka memiliki firasat buruk yang entah kenapa membuat hatinya tidak nyaman.

__ADS_1


"Kamu lihat saja." Xiu Jimei maju beberapa langkah dan bersiap untuk melakukan aksi.


Iblis Rubah Lava Alam Neraka waspada padanya. "Apa yang akan kamu lakukan?" tanyanya bersiap untuk melindungi diri.


Xiu Jimei tidak berkata apa-apa lagi dan segera menghilang dari tempatnya. Iblis Rubah Lava Alam Neraka tidak bisa mengetahui jejak energi spiritual gadis itu di sekitar. Dia melihat ke sekeliling, sangat curiga.


Selama beberap saat, gadis itu tidak muncul sama sekali. Iblis Rubah Lava Alam Neraka mengira gadis itu melarikan diri. Dia menatap Ming Zise dengan tatapan sombong.


"Hah, sepertinya gadis itu hanya menipumu saja. Dia melarikan diri!"


Ming Zise hanya tersenyum. Huang Fu Shi dan Lei Mo tidak percaya jika Xiu Jimei melarikan diri. Ini bukan gaya gadis itu.


Baru saja Iblis Rubah Lava Alam Neraka berkata demikian, embusan angin tiba-tiba saja muncul di depan wajahnya. Mata Iblis Rubah Lava Alam Neraka membelalakkan saat melihat sosok Xiu Jimei muncul di udara kosong tanpa peringatan.


"Kamu—" Dia ingin mengeluarkan beberapa kata-kata umpatan.


Namun sebelum Iblis Rubah Lava Alam Neraka melanjutkan kata-katanya, Xiu Jimei mengangkat tangan kanannya dan menampar hidung rubah itu dengan keras. Iblis Rubah Lava Alam Neraka meraung kesakitan dan seketika tumbang.


Ming Zise menaikkan sebelah alisnya dengan tenang. Adegan ini mengingatkan dirinya dengan Fu Chan Yin. Ibu dan anak memiliki kebiasaan yang sama untuk melecehkan binatang roh.


Tak lama setelah Iblis Rubah Lava Alam Neraka tumbang, tubuhnya langsung menyusut menjadi seukuran rubah biasa, berbulu merah Api dengan beberapa ekor.


Saat ini, Iblis Rubah Lava Alam Neraka dalam penampilan biasa tampak menyedihkan. Ia pusing dan hampir pingsan. Ada beberapa patah kata yang diucapkan namun semuanya tidak lengkap.


Xiu Jimei mendarat dengan aman dan tersenyum percaya diri. "Kamu meremehkanku, dasar rubah tua!" Dia sangat ingin menendangnya.


Ming Zise menghampirinya dan mengambil Iblis Rubah Lava Alam Neraka dengan enteng. "Yah, dia pingsan," katanya.


"Apakah dia ... baik-baik saja? Aku hanya memberinya tamparan kecil."


"Tidak apa-apa, dia akan baik-baik saja setelah ini."

__ADS_1


"..."


Huang Fu Shi dan Lei Mo yang baru saja menyaksikan adegan besar. Di mana hanya tamparan kecil, jelas itu tamparan yang mematikan.


"Aku akan membawanya lebih dulu dan mengurusnya. Mei'er bisa bersantai," kata Ming Zise.


Setelah Ming Zise pergi, mereka juga kembali ke tempat awal mendirikan tenda. Xiu Jikai dan Yan Yujie juga sudah ada di sana. Karena Ming Zise datang, keduanya tidak terlalu khawatir.


"Apakah kalian baik-baik saja?" tanya Tuit Tuit yang sedari tadi menjaga tenda tanpa rasa khawatir.


"Tidak apa-apa." Huang Fu Shi menggelengkan kepala. Dia sedikit cedera tapi bukan masalah besar.


Hari sudah mulai gelap. Mereka terlambat untuk membuat makan malam saat ini. Xiu Jimei mau tidak mau hanya bisa meminta yang lain untuk membantunya memasak. Ada banyak hidangan yang harus dimasak. Belum lagi setelah kejadian tadi, mereka tiba-tiba saja memiliki nafsu makan yang tinggi.


Ketika malam benar-benar tiba, api unggun menerangi sekitar. Mereka semua mengelilingi api unggun dan makan dengan tenang. Tuit Tuit memiliki selera makan yang besar setelah melihat sate ayam.


"Bagaimana bisa ada gua yang masih memiliki gerbamg samping Alam Neraka? Belum lagi itu tidak diaktifkan. Apakah ini rencana Lu Zheng dan Ning Siyu lagi?" tanya Tuit Tuit penasaran. Meski dia tidak pergi dan ikut bertarung, namun ia terhubung dengan pikiran Xiu Jimei. Sehingga tahu apa saja yang terjadi.


Xiu Jimei menggelengkan kepala. "Tidak, jelas gerbang itu ada di sana dan keadaannya setengah hancur. Kemungkinan besar tidak sengaja terbentuk saat beberapa gerbang samping Alam Neraka muncul di Dunia Langit."


"Xiaomei, apakah makhluk itu sangat menakutkan?" tanya Yan Yujie.


"Hanya rubah tua yang pemarah," jawabnya. "Dia mungkin pamannya Tongluo."


"Tongluo?" Xiu Jikai mengerutkan kening.


Yan Yujie mengingatnya. "Itu iblis rubah merah api yang sempat membuat kekacauan di negara Alam Baka sebelumnya."


"Apakah dia yang menyebabkan kebakaran hutan di sana?" Lei Mo terkejut. Dia mendengar tentang berita ini sebelumnya.


Yan Yujie mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2