Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Bakat yang Terlalu Melawan Langit


__ADS_3

Yang lain sedikit ketakutan saat melihat Jin Long yang tampaknya bisa menelan mereka dalam satu kali tarikan napas. Keringat dingin mengucur di punggung mereka. Namun salah satu dari kelompok Meng Meng akhirnya berani bicara.


“Kami … kami datang dengan tugas ujian gabungan. Misi kelompok kami adalah meminta sisik dan setetes darahmu,” ungkapnya.


“Hanya itu?” Jin Long sama sekali tidak percaya.


“Tentu saja. Apakah kamu memberikan tiga sisik tiga tetes darah kepada kami?” tanya yang lain.


Jin Long akhirnya tertawa ke langit dan tubuh panjang bersisiknya bergerak sedikit. Tentu saja tidak semudah itu. Karena mereka datang untuk mengambil sisik dan darahnya, maka biarkan mereka berjuang sendiri.


“Aku tidak akan terlalu kasar. Selama satu dari kalian mampu menundukkan kepalaku ke tanah, aku akan mengabulkan keinginan kalian,” jawabnya arogan.


Seketika, mereka panik dan ketakutan. Menundukkan kepala Jin Long? Mereka khawatir, jangankan untuk melukai kulitnya, menyentuh kumisnya saja tidak akan mampu. Apa lagi ini diminta untuk menundukkan kepala Jin Long.


Tapi di saat mereka takut dan pesimis tentang ini, Xiu Jimei segera mengajukan diri.


“Aku, aku! Aku akan melakukannya,” kata gadis itu antusias.


Semuanya langsung melihat ke arahnya dengan ekspresi kaget dan bimbang. Bisakah Xiu Jimei melakukannya? Meski Xiu Jimei kuat, mereka khawatir masih tidak mampu melakukannya. Hanya Xiu Jikai dan Ming Zise yang terlihat tenang.

__ADS_1


Namun Lei Mo dan Huang Fu Shi berpikir sambil mengelus dagu.


“Sepertinya dia mampu melakukannya?” Huang Fu Shi menaikkan sebelah alisnya.


Lei Mo mengangguk. “Seharusnya bisa.”


“Ke-kenapa kalian berdua yakin jika dia mampu melakukannya?”


“Karena dia sudah berada di ranah kekosongan sejak dulu. Dia merupakan murid paling kuat dan ditakuti di sekte. Para guru sudah angkat tangan untuknya dan dia bebas untuk datang dan pergi kapan saja.”


Penjelasan Huang Fu Shi yang begitu tenang membuat Meng Meng serta yang lainnya ingin pingsan. Baru berusia seratus tahun tapi mencapai ranah kekosongan sejak dulu? Mereka yang baru saja mencapai ranah surga dan ranah langit ingin muntah darah.


Bakat apa itu? Bukankah dewa ini pilih kasih?


Lei Mo mendengkus. “Ini masih bukan apa-apa. Ibunya dulu sudah berada di ranah kekosongan sebelum usianya mencapai dua puluh tahun.”


Meng Meng meliriknya. “Bagaimana kamu bisa tahu sedetail itu?” bisiknya.


Lei Mo mau tidak mau menghela napas sedih. “Pada masa mudanya, ayahku dulu tergila-gila dengan ibu Xiao Mei hingga membuat ayahku lumpuh dan harus berada di kursi roda. Pada suatu insiden, ibu Xiao Mei membuat ayahku kembali bisa berdiri lagi. Saat itu ayahku sudah tobat dan menerima kenyataan.”

__ADS_1


“Ayahmu sangat mencintai kecantikan,” timpal Meng Meng sepertinya bisa mengerti tentang cinta yang tak terbalas.


“Tentu saja. Dulu ayahku adalah pria yang merangkul kecantikan sana dan sini hingga memiliki banyak selir. Setelah insiden itu, ayah mengembalikan semua selir ke rumah masing-masing dan hanya mencintai istri sahnya yang kini adalah ibuku,” jelas Lei Mo tidak menyembunyikannya saja sekali.


“Ayahmu bernama Lei Yuan … guru Sekte Atas bukan?” Xuan Xing jarang dekat dengan Lei Mo di masa lalu.


“Benar. Ternyata kamu kenal ayahku.”


Xuan Xing mengangguk ringan, tidak peduli. “Aku memiliki sedikit kesan. Ayahku dulu menyukai bibi Fu tapi sayangnya tidak berjodoh. Jadi Xiao Mei dan Xiao Kai diangkat menjadi anak ayahku ketika lahir.”


“…” Ibu si kembar ini sepertinya sangat populer, batin yang lain. Mereka jadi penasaran dengan rupa dari ibu si kembar.


Saat ini mereka kembali memperhatikan Xiu Jimei yang sedang berkomunikasi dengan Jin Long.


Xiu Jimei bersedia maju untuk melawan Jin Long, Xiu Jikai tidak melarangnya. Jin Long sedikit sombong saat melihat Xiu Jimei. Dia ingin tahu apakah anak Fu Chan Yin ini mampu menundukkan kepalanya seperti yang dilakukan wanita itu di masa lalu.


“Jika aku bisa menundukkan kepalamu, bagaimana jika kamu berbalik hati memberiku sedikit harta?” Xiu Jimei menawar lagi.


“Humph! Serakah yang tidak ada habisnya. Jangan bermimpi, ibumu dulu mengambil setengah dari harta yang telah kukumpulkan semasa kejayaan. Itu harusnya diwariskan padamu juga. Bahkan guci emas dan perak dari dinasti lama juga diambil olehnya,” jelas Jin Long tidak suka.

__ADS_1


“Oh, guci itu sudah lama aku jadikan pot bunga untuk Pinky,” kata Xiu Jimei langsung terkekeh, tidak peduli seberapa mahal dan langkanya guci itu. Setidaknya Roh Bunga menyukainya.


Jin Long ingin muntah darah saat ini. Dia tidak percaya jika guci yang paling berharga itu jadi pot bunga! Ini pot bunga, bukan menampung kepingan emas dan perak! Sungguh manusia yang tidak menghargai harta! Jin Long terus mengutuk di hatinya.


__ADS_2