Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Xiu Jimei Siuman


__ADS_3

Di halaman depan, Fu Chan Yin dan Xiu Jichen segera memasuki ruang penginapan. Mereka mencari keberadaan Xiu Jimei. Setelah menemukan putrinya ada di kamar, Fu Chan Yin langsung bergegas.


Xiu Jichen tidak berdaya dan langsung berjalan lebih cepat.


Pintu kamar dibuka cukup keras oleh Fu Chan Yin. Tatapannya menyapu sekitar. "Apa yang terjadi pada Mei'er?!"


Wang Xuyue serta yang lainnya dikejutkan oleh suara itu. Kecuali Ming Zise yang sudah tahu. Mereka melihat seorang wanita bergaun putih dengan rambut ditata rapi. Wajah wanita itu sangat muda, sangat cantik dan juga memiliki suara yang bagus.


Itu ibu si kembar.


"Bibi!" Yan Yujie memanggilnya. "Syukurlah kamu di sini," imbuhnya.


"Yujie?" Fu Chan Yin melihat anak sepupu ketiganya juga di sini, sedikit lega.


Tak lama setelah itu, pandangannya tertuju pada Xiu Jikai yang duduk di tepian tempat tidur bersama Ming Zise. Ada seseorang terbaring di tempat tidur. Fu Chan Yin segera mengenalinya.


"Mei'er!" Fu Chan Yin menghampiri tempat tidur, melihat kondisi putrinya yang tampak salah. Gadis itu pucat dan tampak sedang bermimpi buruk.


Tanpa sadar, Fu Chan Yin menatap Xiu Jikai untuk mencari tahu penyebabnya. "Apa yang terjadi pada adikmu? Kenapa bisa seperti ini?" tanyanya lebih lembut.


Selama ini Fu Chan Yin tidak pernah pilih kasih. Kedua anaknya sama-sama darah dagingnya. Namun kadang perhatiannya lebih tertuju pada Xiu Jimei karena suatu alasan. Anak gadisnya tidak sesehat para kultivator lain. Karena itu, saat Fu Chan Yin dan Xiu Jichen kembali, dia pasti akan memeriksa kesehatan Xiu Jimei.


Berbeda dengan Xiu Jikai yang memiliki kesehatan baik dan jarang jatuh sakit. Sehingga keduanya selalu mempercayakan Xiu Jimei diurus oleh Xiu Jikai.


Xiu Jikai tidak nyaman di hatinya, dia khawatir ibu akan menyalahkan dirinya atas kondisi Xiu Jimei saat ini.


"Kai'er!" Fu Chan Yin tidak sabar.


"Bu, semua ini karena aku marah padanya. Jika aku tidak marah dan menceramahinya, mungkin Mei'er tidak akan jatuh sakit seperti ini," jelas Xiu Jikai sedikit tercekat.


Di depan ibunya, meski dia pendiam dan dingin, pikirannya tetaplah seorang anak laki-laki.


Fu Chan Yin tidak mengatakan apa-apa lagi dalam waktu yang lama. Dia hanya mencoba mengingat-ingat kondisi Xiu Jimei yang tampaknya hampir sama seperti waktu itu.

__ADS_1


Sifat dominan Xiu Jikai yang berlebihan dalam menanggapi Xiu Jimei tentu saja akan berdampak. Hal ini terjadi karena aura iblis pada Xiu Jikai tidak cocok dengan Xiu Jimei sehingga ada penekanan jiwa.


Xiu Jichen yang sudah memasuki ruangan melihat kondisi Xiu Jimei yang sama seperti di masa lalu, hatinya dingin.


"Beri aku air suci dewa untuk menyembuhkan Xiao Mei." Ming Zise tidak bertele-tele saat melihat Xiu Jichen datang.


Wajah ayah dari gadis itu menggelap. Dia menatap Ming Zise dengan aura permusuhan.


"Jika kamu mampu, pergilah ke Alam Para Dewa dan ambil sendiri!"


Tiba-tiba saja Xiu Jichen merasakan sakit di wajahnya setelah terkena hantaman panci penggorengan. Dia mengerang kesakitan, melihat Fu Chan Yin yang sudah memegang panci penggorengan. Wanita itu mengambilnya dari cincin ruang penyimpanan spiritualnya.


"Yin Yin Kecil ...," keluh pria itu saat menggosok wajahnya yang sedikit kesakitan. Tapi dia berpura-pura sangat terluka.


Fu Chan Yin menatapnya penuh kebencian. "Ini masalah keselamatan putri kita, tapi kamu sungguh egois! Di mana hati nurani mu? Berikan saja pada Ming Zise, apa salahnya mengakui dia sebagai calon menantu?!" omelnya.


"..." Xiu Jichen tidak berdaya menghadapi kemarahan istrinya.


"..." Teman-teman Xiu Jimei yang lain menyusut di satu sisi. Kemarahan ibu si kembar ini sedikit mirip dengan ibu mereka.


Setelah dipukul panci penggorengan, Xiu Jichen dengan patuh memberikan sebotol air suci dewa pada Ming Zise. Melihat bahwa mantan dewa tertinggi itu tersenyum, Xiu Jichen menyimpan kebencian di hatinya.


Di masa depan, tidak mudah bagi pria itu untuk menikahi putrinya. Dia khawatir jika dewa jodoh sedang mengantuk saat membuat perjodohan makhluk hidup di dunia ini.


Untuk melepaskan kekesalannya, Xiu Jichen mengajak Xiu Jikai ke suatu tempat untuk menerima hukuman. Tapi dia berpura-pura rendah hati di depan istrinya agar tidak terkena panci penggorengan lagi.


"Jika aku melihat satu luka di tubuh Kai'er, kamu selesai denganku!" ancam Fu Chan Yin.


"..." Xiu Jichen tidak menimpalinya. Dia buru-buru membawa Xiu Jikai.


Dengan air suci dewa dan setetes darah Xiu Jikai, Fu Chan Yin awalnya ingin memurnikan obat. Namun Ming Zise bersikap baik sebagai calon menantu. Di masa depan, hanya wanita ini yang akan mendukung hubungannya dengan Xiu Jimei.


"Apakah kamu bisa memurnikan obat?" tanya Fu Chan Yin.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Ini hanya sedikit usaha."


"Apakah kalian para dewa benar-benar serba bisa?" gumam Fu Chan Yin.


Ming Zise tidak menjawab dan mengambil alih semuanya.


Wang Xuyue serta yang lain sudah berada di luar saat ini. Namun mereka penasaran dengan kata 'calon menantu'. Apakah guru pendamping mereka menyukai Xiu Jimei? Atau apakah Xiu Jimei dan Ming Zise dijodohkan?


Tapi mereka sangat pintar untuk tidak mengungkit masalah ini. Sepertinya Xiu Jimei sendiri belum tahu apa-apa. Dengan begitu ... maka keberadaan Ming Zise sebagai guru pendamping mereka sepenuhnya hanya ingin berhubungan dengan Xiu Jimei bukan?


Wang Xuyue memiliki bayangan di pikirannya bahwa Xiu Jimei yang cantik akan menikah dengan Ming Zise yang lebih cantik. Tidak, tidak! Ini jenis ketampanan yang tiada duanya di Dunia Langit. Siapa sebenarnya Ming Zise?


Identitasnya pasti tidak biasa.


Setelah menunggu waktu yang cukup lama, Fu Han Yin keluar begitu saja dan berpamitan dengan yang lain. Dia hanya menitipkan Xiu Jimei dan Xiu Jikai pada anak-anak teman masa perjuangannya.


Fu Chan Yin tidak bisa muncul di depan putrinya saya ini dan biarkan berpikir jika dia masih berada di tempat yang jauh. Wang Xuyue serta yang lain berjanji akan menjaga rahasia tersebut.


Sementara itu, mereka mendengar suara Xiu Jimei dari ruangan tersebut. Wang Xuyue seta yang lainnya masuk untuk melihat keadaannya.


Gadis di tempat tidur itu hanya sedikit linglung setelah bangun. Kepalanya agak pusing dan tubuhnya kelelahan.


"Ada apa denganku?" tanyanya polos.


"Xiao Mei, kamu demam. Untung saja guru memberimu obat demam yang ampuh. Kamu tahu, kami sama sekali bukan seorang alkemis dan tidak memiliki obat penurun demam," jawab Kin Wenqian mencari alasan yang tepat.


Yang lain mengangguk alami. Bahkan Yan Yujie mengambil bakpao daging yang baru saja keluar dari kukusan.


"Adik sepupu, bakpao nya sudah jadi. Makanlah untuk mengisi tenaga. Masih ada waktu untuk beristirahat, jangan mengkhawatirkan yang lain dulu." Yan Yujie memberikan piring berisi bakpao itu pada Ming Zise yang duduk tak jauh dari tempat tidur.


"Di mana saudaraku?"


"Dia sedang keluar sebentar. Dia akan segera kembali." Ming Zise tersenyum seraya memberikan bakpao isi daging padanya.

__ADS_1


Xiu Jimei mengerutkan kening. Kenapa rasanya ada yang salah dengan tubuhnya sebelum pingsan?


Apakah hanya demam biasa?


__ADS_2