
Roh Bunga benar-benar ingin melemparkan mangkuk ke arahnya. "Tentu saja karena aku ini adalah kaisar bunga penyembuh. Aku tidak memiliki hormon nafsu sebagai roh tanaman berbunga!"
"..."
Dewa Obat akhirnya mengerti. Pria serba merah muda di depannya ini ternyata adalah roh tanaman berbunga, kaisar dari sebagia jenis bunga penyembuh. Tidak heran gendernya sedikit membingungkan.
Setelah tahu jika Roh Bunga adalah pria, Dewa Obat sedikit lesu. "Kupikir aku akan mengajar seorang tabib cantik hari ini. Tapi ternyata aku keliru," gumamnya.
"..." Yang lainnya tidak menyangka jika Dewa Obat masih memikirkan wanita muda yang cantik.
Apa ini? Sapi tua makan rumput muda?
Setelah keduanya mengeluarkan racun yang ada pada tubuh Whitely, Xiu Jimei memberikan setetes esensi delapan dewa-dewi ke tubuhnya. Tak lama, tubuh Whitely perlahan membaik saat ini dan luka-lukanya menyusut banyak.
Dewa Obat sedikit ngeri oleh kemampuan esensi delapan dewa-dewi. Mau tidak mau dia iri pada Whitely.
"Aku yang berjuang untuk mengeluarkan racun tapi naga putih ini yang mendapatkan banyak keuntungan," ujarnya bercanda.
Xiu Jimei mengerutkan kening saat menatap Dewa Obat. "Kamu tidak sakit dan sewajarnya untuk mengobati orang sebagai dewa obat."
Dewa Obat ingin tersandung sesuatu. Sungguh sulit menjadi pria tua yang malang.
Karena kondisi Whitely masih dalam pemulihan, Xiu Jimei membiarkannya berisitirahat di ruang spiritual bawaan. Dewa Obat ingin memeriksa tubuh Xiu Jimei tapi gadis itu menolak. Tubuhnya akan menyembuhkan diri tanpa perlu meminum obat. Xiu Jimei sudah tahu kebiasaan ini.
Dewa Obat tidak bisa tinggal di sini lama-lama. Dia harus kembali lagi ke Alam Para Dewa. Masih ada beberapa dewa dan dewi yang butuh perawatannya saat ini.
Tapi ... angsa putih itu belum kembali.
"Ke mana angsa putih itu pergi? Apakah masih mengejar orang itu?" tanyanya.
Akhirnya mereka mengingat Blacky yang dikejar angsa putih saat ini. Mereka menggelengkan kepala. Tak lama, mereka mendengar suara teriakan Blacky dari kejauhan.
Blacky masih dikejar angsa putih berbulu merah saat ini. Dia berlari ke arah mereka untuk meminta pertolongan. Sangat melelahkan untuk berlari menuruni gunung dan mendaki gunung. Angsa putih itu ternyata memiliki banyak tenaga untuk berusaha mematuknya.
__ADS_1
"Sialan! Angsa jenis apa ini? Kenapa tidak ada henti-hentinya untuk mengejarku. Jangan sampai aku mengalahkannya dan menjadikannya angsa panggang!" teriam Blacky yang masih belum bertobat.
Tidak heran angsa itu akan mengejarnya sepanjang waktu dengan semangat. Blacky terus memprovokasinya.
Xiu Jimei menggelengkan kepala. Dia awalnya ingin membantu Blacky untuk menghentikan angsa. Tapi Dewa Obat telah bertindak lebih dulu. Pria tua itu menghilang dari tempatnya dan muncul di punggung angsa. Dia langsung memegang leher angsa dengan kedua tangannya hingga mengeluarkan suara nyaring.
Angsa berbulu merah berhenti mengejar Blacky saat ini dan terbatuk ketika Dewa Obat berani mencekiknya. Bulu-bulunya kembali berwarna putih.
Akhirnya Blacky bisa berhenti berlari. Dia tampak kelelahan dan kemudian bersandar pada Bluewy.
Dewa Obat menghela napas lega. "Kamu angsa nakal! Kenapa harus marah hanya karena ejekannya?"
Angsa putih itu bersuara nyaring sesekali, mengeluh pada tuannya. Angsa ini tidak mau digoreng, batinnya.
Sepertinya Dewa Obat tahu apa maksudnya dan mendengkus. "Bahkan jika kamu mau dimasak, aku yang akan lebih dulu menangkap dan mencabuti semua bulumu, lalu rebus dalam panci besar!" candanya.
Tapi angsa putih roh dewa itu ketakutan dan mulai memberontak. Tuannya benar-benar ingin makan daging angsa! Dia menjatuhkan Dewa Obat yang duduk di punggungnya kemudian terbang ke langit.
Dewa Obat yang terjengkang ke belakang mau tidak mau mengaduh dan berteriak ada angsa putih yang melarikan diri.
Angsa putih tidak mau mendengarkan. Mau tidak mau, Dewa Obat bangun dengan ekspresi canggung. Pinggangnya sakit. Dasar burung sialan, batinnya.
Dewa Obat segera berpamitan dengan mereka. "Kalau begitu aku akan kembali dulu. Oh, beri tahu tuan Ming untuk segera kembali ke Alam Para Dewa setelah menyelesaikan urusannya di sini," katanya.
"Apakah Alam Para Dewa kacau saat ini?" tanya Xiu Jimei.
"Sama halnya seperti di dalam gunung, gerbang Alam Neraka di perbatasan alam kami juga muncul. Urusannya rumit. Ini masalah para dewa. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan ini." Setelah berkata demikian, Dewa Obat akhirnya pergi dan mengejar angsa putih yang melarikan diri.
Setelah kepergian Dewa Obat, Ming Zise kembali. Tapi tidak ada Jin Long di sekitarnya.
"Guru, di mana Jin Long?" Xiu Jimei masih khawatir.
"Dia menjaga gerbang Alam Neraka di bawah sana. Naga ungu sudah diatasi tapi ini hanya sementara saja. Sisanya masih harus ditindaklanjuti."
__ADS_1
"Tidak bisakah gerbang pintu baja itu dihilangkan?" Xuan Xing mengerutkan kening.
Ming Zise menggelengkan kepala. "Untuk benar-benar menghilangkan pintu gerbang baja, pintu utama di perbatasan Alam Neraka harus diblokir. Jika tidak, sia-sia saja. Jangan khawatir, Guru akan meminta beberapa utusan Alam Para Dewa untuk menjaga tempat ini sehingga makhluk lain tidak akan berani mengacau," jelasnya.
Lalu Ming Zise menatap Xiu Jimei. "Mei'er, ikut Guru sebentar."
Xiu Jimei menatap Ming Zise yang melihatnya dengan senyum misterius. Tiba-tiba saja dia melahirkan firasat yang tidak menyenangkan. Mungkinkah Ming Zise marah?
Tapi dia masih patuh untuk pergi dengannya. Luka internal Xuan Xing disembuhkan oleh Roh Bunga dan kembali ke penginapan. Sedangkan Roh Bunga kembali ke Istana Golden Lotus.
Adapun tiga makhluk suci ilahi kuno yang memasuki ruang spiritual bawaan Xiu Jimei, berusaha untuk menjaga Whitely selama masa pemulihan. Dan kemungkinan besar juga bertemu Tuit Tuit serta harimau putih roh kuno.
Ming Zise membawa Xiu Jimei ke penginapan lain.
Pria itu memeluk Xiu Jimei cukup erat dan memastikan jika tubuhnya baik-baik saja. Lalu pria itu duduk kursi panjang, menarik Xiu Jimei dan menampar pantatnya cukup keras.
Xiu Jimei berteriak kaget. "Ming Zise, apa yang kamu lakukan?! Ini tidak sopan!"
Wajahnya memerah. Ming Zise memukul pantatnya lagi hingga Xiu Jimei memohon untuk berhenti.
"Apakah kamu masih berani lain kali? Bagaimana jika sesuatu terjadi di masa depan? Alam Neraka bukan sesuatu yang bisa kalian sentuh. Apa lagi naga ungu yang jelas bukan lawanmu," jelas Ming Zise bernada dingin. Dia menampar pantatnya lagi.
"Bukankah Jin Long kuat?"
"Dia memang kuat tapi usianya hanya lebih tua daripada naga ungu. Tapi secara keseluruhan, Jin Long juga tidak bisa mengalahkannya. Jika Guru tidak datang hari ini, kalian semua sudah jadi santapan di celah gigi naga ungu!"
Dia tidak lagi menampar pantat gadis itu dan membiarkannya bersandar padanya. Jika sesuatu terjadi pada Xiu Jimei, dia tidak bisa membayangkan.
Dulu, Alam Para Dewa melawan Alam Neraka, hasilnya tidak pasti. Dia sendiri bahkan terluka cukup parah saat melawan Ratu Alam Neraka. Dan naga ungu itu salah satu penghuni Alam Neraka yang disegani.
"Mei'er, jangan membuat Guru takut lain kali," bisiknya.
"Aku bisa menjaga diriku." Xiu Jimei membela diri.
__ADS_1
"Bagaimana Mei'er tahu jika di gunung itu ada sesuatu yang tersembunyi?" tanya Ming Zise penasaran.
"Ini karena Tuit Tuit."