
Xiu Jimei tidak turun dari kepala Yamla. Dia hanya menggerakkan tangan kanannya untuk menggunakan elemen kayu. Tanah di sekitarnya sedikit bergetar. Kemudian puluhan sulur hijau lain muncul untuk menjerat sulur roh pembunuh.
Lu Mian tidak terkejut. Menurut Ning Siyu, Xiu Jimei memiliki banyak elemen di tubuhnya karena didukung oleh esensi delapan dewa-dewi. Tapi ia tidak menyangka jika elemen kayunya juga tidak kalah darinya. Bahkan lebih kuat.
Lu Mian menatap si kembar yang masih bingung saat ini. "Apa yang kalian tunggu?! Cepat bantu aku!" teriaknya kesal.
Shasha dan Shishi juga menggunakan elemen kayu untuk membuat akar pohon. Akar pohon yang mencuat dari permukaan tanah terlihat hidup dan langsung menjerat tubuh ular hijau itu.
Yamla tidak bisa bergerak tapi bukan berarti dia lemah. Akar-akar itu seperti menggelitik tubuhnya.
"Geli sekali. Tidak adakah sesuatu yang bisa merusak kulitku? Jangan bercanda!" Yamla sedikit tertawa saat akar-akar yang mencuat di permukaan tanah itu menggelitiknya.
"..." Tidakkah kamu lihat jika kami sedang berusaha? Si kembar sedikit mengubah ekspresinya.
Elemen kayu mereka jelas memiliki racun. Akar-akar pohon yang dimuncul itu sebenarnya terdapat racun mematikan di setiap ujungnya. Jika menggores kulit, pasti akan keracunan perlahan-lahan dan mati lemas. Tapi ular hijau itu justru tidak merasakannya sama sekali.
Ular jenis apa sebenarnya itu?
Yamla merasa geli dengan akar-akar yang menjerat tubuhnya. Sungguh, dia tak bisa menahan tawa karena geli. Xiu Jimei memukul kepalanya dengan ringan.
"Jangan tertawa. Terlalu berisik di malam hari. Jangan sampai orang mengira ada hantu di hutan yang tertawa sampai mati," ejeknya.
Yamla mencoba untuk berhenti tertawa. "Tapi Putri, akar-akar ini sungguh menggelitik tubuhku yang berkulit tebal dan keras."
Xiu Jimei menghela napas. Dia juga tak bisa mengalahkan Yamla. Dengan begini membuktikan jika si kembar itu tidak terlalu kuat. Yamla adalah siluman ular putih Alam Para Dewa. Kulitnya lebih tebal dan kokoh. Bagaimana bisa dikalahkan dengan akar-akar beracun yang terlihat tak bertenaga itu?
Lu Mian semakin marah mendengar pembicaraan ular itu bersama Xiu Jimei. "Jangan berpuas diri! Ini belum berakhir!" Ia menatap Shishi dan Shasha. "Apakah kalian menjadi bodoh setelah turun ke Dunia Langit. Jangan berbelas kasih dan sedang sekuat mungkin!"
__ADS_1
Shasha dan Shishi saling melirik. Mau tidak mau keduanya menambahkan kekuatannya sehingga akar-akar yang tadinya tampak menggelitik tubuh ular Yamla, kini seperti ingin mencekiknya sedikit demi sedikit.
Kali ini, Yamla yang tertawa akhirnya menyipitkan mata ularnya. Ia bisa merasakan cekikan di tubuhnya menjadi lebih kuat.
"Oh, ini lumayan juga." Yamla masih enggan untuk bergerak.
Sementara itu, Xiu Jimei sudah turun dari kepala Yamla dan melawan Lu Mian. Bukan hanya adu elemen kayu dan menjerat satu sama lain, tapi juga adu tinju.
Lu Mian jelas lebih dewasa dari Xiu Jimei. Tubuhnya lebih tinggi dan perawakannya hampir sama dengan wanita dewa kebanyakan. Sementara Xiu Jimei bisa dianggap remaja, langsing tapi berisi hingga menbuat Lu Mian cemburu. Jika dia bisa merusak wajah gadis itu, betapa indahnya.
Lu Mian mengendalikan dedaunan hijau untuk menjadi pisau daun. Pisau daun yang jelas setajam pedang itu mampu melukai kulit. Puluhan pisau daun dibuat dan diarahkan langsung ke arah Xiu Jimei secara bertahap.
Karena Xiu Jimei memiliki perlindungan esensi delapan dewa-dewi, semua pisau daun yang hampir mengenainya itu terpental hanya satu meter lagi sebelum menyentuh Xiu Jimei.
Awalnya Lu Mian tidak terlalu peduli. Tapi kali ini dia kesal. Xiu Jimei mampu menghindar dengan lihai tapi pisau daun sebenarnya tidak menyentuh kulitnya sama sekali.
Lu Mian mengembunkan energi spiritual di telapak tangannya. Embusan angin berputar di sekeliling tubuhnya. Dia berniat untuk menghancurkan tubuh Xiu Jimei menjadi bubur.
Xiu Jimei tidak panik atau terburu-buru sama sekali. Dia hanya diam di tempatnya saat Lu Mian datang sambil mengembunkan energi spiritual. Bila energi spiritual hanya seukuran kepalan tangan bayi tapi penuh dengan aura mengerikan.
"Oh, kupikir kamu hanya mengendalikan tanaman, tapi ternyata juga bisa melakukan serangan lain." Xiu Jimei tersenyum ringan.
Lu Mian benci dengan sikap tenang Xiu Jimei. Setelah bola energi spiritual terbentuk, dia langsung melemparkannya pada gadis itu.
"Bicaralah setelah kamu mati dan menjadi hantu nanti!" Lu Mian tidak memikirkan dampaknya saat menggunakan bola energi spiritual untuk menyerang Xiu Jimei.
Namun Shishi dan Shasha terlihat terkejut. Mau tidak mau, keduanya khawatir jika keributan di hutan terdalam ini akan memicu pihak lain untuk datang.
__ADS_1
"Lu Mian, jangan impulsif! Bahkan jika kita menyerang, kita tidak bisa—" Ucapnya Shishi terpotong karena terlambat untuk memperingatinya. Wajahnya menjadi pucat.
Bola energi spiritual memang ampuh untuk menghancurkan sesuatu, tapi efek ledakannya juga besar. Mau tidak mau, keduanya tidak peduli dengan ular hijau itu dan menjauh seraya membuat array pelindung untuk diri sendiri.
Selang beberapa detik, suara ledakan terdengar cukup nyaring. Kali ini, beberapa kultivator yang ada di hutan itu bisa mengetahui asal suara ledakan. Serangan sulur roh pembunuh di perbatasan array pelindung Hutan Alam Baka tidak terlalu ganas lagi, mungkin karena Lu Mian fokus pada Xiu Jimei dan mengabaikan sulur roh pembunuh.
Lu Mian tertawa saat melihat bola energi spiritual yang dibuatnya langsung mengenai Xiu Jimei dan meledak. Dengan mata kepalanya sendiri, ia bisa melihat jelas jika Xiu Jimei hancur. Bahkan kepalanya terlempar ke sisi ular hijau.
Namun ular hijau raksasa yang tidak terkena dampaknya itu tidak panik sama sekali. Saat asap ledakan berkurang, Lu Mian tertawa puas cukup lama. Bahkan Shishi dan Shasha menghela napas lega. Untung saja semuanya berhasil.
"Kali ini ringg membunuh ular hijau ini," kata Shasha.
Yamla yang sudah cukup lama diam mau tidak mau tertawa ringan hingga tawa Lu Mian sendiri terhenti.
"Membunuhku? Putri Xiu belum mati, bagaimana mungkin kamu mau membunuhku?"
Lu Mian menatap tajam ular hijau itu dan rasa keakraban muncul entah dari mana. "Aku menghancurkan tubuhnya. Tidakkah kamu lihat? Tapi tampaknya kamu sama sekali tidak peduli dengan gadis itu."
"Oh, benarkah? Lu Mian, kamu terlalu dini untuk bahagia," kata Yamla.
"Ternyata kamu tahu namaku," ujar Lu Mian sedikit terkejut. Mungkinkah ulat hijau itu juga berasal dari Alam Para Dewa? Kenapa tidak merasakan auranya.
Namun, Lu Mian dan si kembar masih tidak tahu apa maksud Yamla.
Memang, tak lama kemudian, kepala Xiu Jimei yang berlumuran darah di dekat ular hijau sedikit bergerak. Matanya tiba-tiba saja terbuka hingga mengagetkan ketiganya. Perlahan-lahan, tubuh yang hancur tadi menguap ke arah kepala Xiu Jimei.
Shasha dan Shishi sedikit tidak percaya. Apakah ada hantu di dunia ini.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Dia belum mati?" Shasha jelas merasakan jika Xiu Jimei masih hidup.