
Guru pendamping kelompok Meng Meng menggelengkan kepala. Dia tidak pernah melihatnya sama sekali. Dia juga tidak menonjol saat masih menjadi seorang murid seorang guru misterius. Tapi meski begitu, ada banyak orang-orang misterius di dunia ini—yang lebih hebat darinya.
Jadi dia mendengar banyak cerita dari orang-orang tentang kehebatan naga emas. Konon katanya, Jin Long adalah naga roh purba yang telah hidup selama ribuan tahun kultivasi. Tubuhnya sangat besar, mata emasnya bisa membuat semua makhluk lain tunduk.
Xiu Jimei juga mendengar cerita itu dari ibunya. Naga emas atau lebih dikenal dengan sebutan Jin Long ini, sangat besar dan luar biasa. Dulu ibunya pernah melawan naga emas dan memotong salah satu kumisnya.
"Aku tidak tahu, apakah kumisnya tumbuh atau tidak saat ini?" gumamnya.
Untuk memanggil naga emas, ada beberapa metode. Untuk kali ini, darah Xiu Jimei dan darah Tuit Tuit diperlukan agar pembukaan segel totem bisa berhasil lebih maksimal lagi.
"Tidak, gunakan saja darahku. Apakah ada perbedaan?" Xiu Jikai tidak mau adiknya menyayat telapak tangan hanya demi mengumpulkan semangkuk darah.
Ming Zise menggeleng kepala. "Tidak ada yang berbeda. Kamu masih saudara kandung Mei'er, tentu saja tidak apa-apa."
Dia juga enggan membiarkan Xiu Jimei mengeluarkan darah hanya demi naga emas yang sombong. Jadi biarkan Xiu Jikai yang melakukannya. Jika ada yang berinisiatif untuk mengajukan diri, kenapa tidak bukan?
"Tapi aku lelah hari ini. Bisakah kita istirahat dulu?" Jia Lishan masih sedikit pucat.
Guru pendamping kelompok Huang Fu Shi mengangguk. "Hari masih panjang. Istirahat dulu sampai kalian benar-benar siap. Lagi pula, memanggil naga emas ini bukan tugas yang mudah. Intinya, setelah naga emas muncul, masalah tersulit baru saja dimulai."
"..." Guru, bisakah kamu membuat pikiran kami lebih tenang alih-alih menjadi lebih tertekan? Batin mereka.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dunia Hantu.
He Lang duduk gelisah di singgasananya, sedang berpikir keras. Para hantu yang diutusnya untuk membunuh Yan Yujie tidak ada yang kembali dengan selamat. Apa lagi Mi Sai, Fan Li dan Mei Rong, ketiganya bahkan lebih tidak berguna.
Namun meski tidak berguna, ketiganya masih bisa melaporkan setiap gerakan calon raja hantu itu. Saat ini He Lang sudah minum anggur darah beberapa gelas, tapi ide tidak ada satu pun yang muncul di pikirannya.
"Apa yang harus kulakukan sekarang?" gumamnya seraya melirik para kepercayaan yang duduk di kiri dan kanan aula utama.
Mereka semua memakai jubah hitam, bertudung besar serta memegang tombak bermata tiga.
Tak lama, He Lang merasakan kehadiran aura suci yang luar biasa mendekat ke arah istana. Dia segera waspada dan bangkit dari duduknya. Dia khawatir orang-orang yang melindungi Yan Yujie akan kembali dan membuat kekacauan. Gerbang istana yang rusak baru saja diperbaiki.
Namun sosok yang dimaksudnya tidak muncul. Melainkan gumpalan asap putih terbentuk di tengah aula istana dan perlahan membentuk seorang wanita berpakaian merah muda yang cantik. Jelas bukan dari Dunia Langit.
"Siapa kamu?" He Lang bertanya dengan waspada.
Wanita yang sangat cantik itu tersenyum arogan padanya tapi tidak marah atas sikap He Lang.
"Aku adalah Dewi Kecantikan," jawab Ning Siyu.
__ADS_1
He Lang menyipitkan mata. "Dewi Kecantikan?" cibirnya. "Kenapa sosok yang egitu suci tiba-tiba saja muncul ke Dunia Hantu yang kotor?"
"Bukankah kamu ingin menyingkirkan calon raja hantu bernama Yan Yujie itu?"
"Huh, sejak kapan dewa-dewi begitu baik hati untuk ikut campur dalam masalah dunia lain? Tidak takut pembalasan?" ejeknya.
He Lang mungkin percaya ada dewa-dewi di Alam Para Dewa, tapi ini kali pertama baginya melihat dewi yang sesungguhnya. Hanya saja, pertama kali bertemu, pihak lain sudah berpikir jahat seperti dirinya. Apakah semua dewa dan dewi itu penjahat?
Ning Siyu terkekeh. Pembalasan? Dia tentu saja takut. Tapi sekarang posisinya penting di Alam Para Dewa dan tidak mudah untuk menemukan kejahatan begitu saja. Lagi pula, dia hanya ingin berbagi pikiran dengan raja hantu, bukan ikut campur dalam masalahnya.
"Aku bisa membantumu menyingkirkan Yan Yujie. Itu mudah bagiku. Tapi sebagi gantinya, kamu juga harus melakukan sesuatu untukku," jelas Ning Siyu.
Kali ini He Lang tidak langsung menolak. Dia sedang berpikir lebih dalam lagi. Dewi Kecantikan ini sepertinya memiliki dendam terhadap seseorang?
"Apa yang kamu inginkan sebagian gantinya? Selama itu masih bisa aku lakukan dan merupakan hal yang wajar, aku tidak mempermasalahkannya." He Lang mencoba untuk berkompromi.
"Tentu saja ini bukan sesuatu yang sulit kamu lakukan. Kamu hanya perlu melakukan satu hal saja untukku ...."
Ning Siyu memiliki perhitungan di matanya. Karena dia tak bisa menyingkirkan bintang phoenix Ming Zise, maka biarkan pihak lain yang melakukan pekerjaan kotor itu untuk nya.
Saat ini saja, dia masih sakit hati saat membayangkan cermin langit pecah oleh gadis itu.
__ADS_1