Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Para Peramal & Penyihir Spiritual (3)


__ADS_3

Di saat mereka turun dari perahu, sosok Xiu Jimei sudah duduk di alas tikar yang tidak tahu dari mana. Ada api unggun dan ikan yang tengah dipanggang serta peralatan makan lainnya.


"..." Mereka dilanda keterkejutan lagi dan lagi hingga ingin menelan pil kesehatan jantung.


Karena beberapa kultivator memiliki ruang penyimpanan spiritual, tidak aneh jika barang-barang muncul begitu saja. Tapi ... barang-barang yang digunakan Xiu Jimei sangat berbeda dengan mereka. Sepertinya gadis itu memang bukan dari tempat ini.


Belum lagi, tubuh gadis itu sejak awal seperti tidak menyentuh air sama sekali. Padahal badai tadi sangat luar biasa. Mereka sendiri sedikit menggigil saat ini.


"Oh? Duduklah dan minum teh lebih dulu sebelum kembali." Xiu Jimei tidak terlalu terburu-buru. Dia juga sedang menunggu Whitely dan Reddish. "Aku jugs lapar jadi ingin makan dulu sebelum pergi."


"..." Apakah hidup seorang kultivator yang kuat begitu membosankan? Masih ada waktu untuk makan?


Elder Chi mengerutkan kening. "Tidakkah kamu mengonsumsi pil kenyang?"


"Pil kenyang? Kenapa aku harus mengonsumsi pil kenyang jika makanan masih enak untuk dinikmati?" Xiu Jimei menaikkan sebelah alisnya.


Pil kenyang tidak membuat perutnya puas. Dia selalu ingin mencicipi berbagai hidangan. Jadi, ia jarang sekali mengambil pil kenyang untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Jika ada waktu, masak lah sesuatu dan makan. Kenapa begitu ketat?


Elder Chi terbatuk kecil, tidak mau membahasnya lagi. Dia akhirnya memberanikan diri untuk duduk di seberang Xiu Jimei.


"Dari mana pun gadis itu berasal, kami berterima kasih karena telah membantu keluar dari bahaya hidup. Kamu bisa memanggilku Elder Chi, semua orang memanggilku demikian." Elder Chi memperkenalkan dirinya dengan sopan.

__ADS_1


Walaupun Elder Chi dianggap tetua atau penatua atau apapun itu, Xiu Jimei lebih kuat darinya. Yang kuat lebih dihormati, tidak memandang tua ataupun muda.


Xiu Jimei juga tidak pelit. "Namaku Xiu Jimei, 100 tahun lebih."


"Apa?" Elder Chi kurang mengerti beberapa kata terakhir gadis itu.


"Usiaku 100 tahun lebih."


"..." Elder Chi yang baru saja menginjak usia 150 tahun merasa jantungnya ingin melompat keluar dari tempatnya.


Seratus tahun lebih tapi terlihat seperti gadis berambut kuning (belum dewasa), seberapa kuat kultivasinya?


Xiu Jimei melihat mereka tercengang. Mungkin usianya terlalu mengerikan bagi mereka di alam sekuler ini bukan? Hanya karena penampilannya seperti gadis remaja yang belum tahu banyak tentang dunia?


Dia tak ingin membahas ini lagi dsn mengalihkan topik pembicaraan seraya menunggu Reddish dan Whitely selesai berurusan dengan Shuilong.


"Omong-omong, ceritakan tentang peramal yang kalian maksud itu. Mari mengobrol sambil makan ikan bakar," katanya dengan senyum mempesona. Xiu Jimei mengeluarkan beberapa ikan lagi untuk mereka.


"..." Elder Chi serta pengikutnya yang lain merasa Xiu Jimei sangat santai selama 100 tahun hidupnya.


Pada akhirnya, Elder Chi menjadi orang pertama yang menceritakan tentang peramal yang ada di negara mereka. Tidak ada gunanya berbohong di depan kultivator yang sangat kuat. Jika masih menyayangi kehidupan kecil, lebih baik jujur tanpa harus mengkhianati negara.

__ADS_1


Xiu Jimei mendengarkan dengan saksama. Bahkan Tuit Tuit di ruang spiritual bawaan sedikit marah pada mereka yang percaya dengan perkataan peramal.


Sejak kapan naga dan phoenix menjadi hewan peliharaan sesuka hati? Apakah para manusia itu berpikir jika naga dan phoenix adalah ayam dan ular?


"Peramal hanya berkata jika kami menemukan naga atau phoenix, berpura-pura lah meminta sesuatu pada mereka. Lalu mereka juga memberi kami sebuah jimat yang tidak tahu untuk apa. Peramal hanya meminta kami untuk melemparkan jimat ke dekat naga atau phoenix setelah menemukan mereka," jelas Elder Chi segera mengeluarkan kertas jimat berwarna hitam dari cincin ruang penyimpanan spiritual.


Elder Chi memperlihatkan jimat tersebut pada Xiu Jimei. Gadis itu mengambilnya dan memperhatikan dengan saksama. Dia akhirnya terkejut setelah melihat gambar binatang mitos yang mendoakan simbol lingkaran totem selama ini.


Ia menatap Elder Chi dengan kebingung. "Para peramal yang kalian maksud itu ingin menculik naga atau phoenix, menyegel mereka ke dalam jimat ini?" tanyanya.


"Ah? Menyegelnya? Seharusnya tidak." Elder Chi menggelengkan kepal. "Peramal hanya berkata jika naga atau phoenix terkena efek kertas jimat ini, mereka tidak akan bisa melarikan diri dan terkunci sementara."


"Terkunci sementara?" Xiu Jimei mencibir. "Apakah kamu yakin?"


Mereka mendengar cerita itu, mau tidak mau akhirnya menatap Xiu Jimei yang terlihat tidak suka dengan penjelasan tersebut.


Elder Chi juga kurang yakin tentang masalah ini. "Ini ... Nona, apakah kamu tahu kegunaan jimat ini?"


"Tentu saja. Ini hanya jimat penyegelan yang cukup bagus dan membutuhkan banyak energi spiritual untuk membuatnya. Namun sayang sekali, benda seperti ini tidak ada gunanya bagiku."


"Jimat penyegelan?" Mereka berkata dengan serempak.

__ADS_1


__ADS_2