
Adapun keadaan Xiu Jikai saat ini, jelas masih sama seperti sebelumnya. Ia bertarung melawan makhluk Alam Neraka. Jia Lishan siap dengan kedua pedangnya. Adapun Yan Yujie yang menyerang dalam mode raja iblis, tampak lebih meyakinkan.
"Kapan gadis itu akan kembali? Kenapa selalu merepotkan setiap kali dia pergi?" Yan Yujie yang berada dalam mode raja iblis tidak akan mengingat kedekatan antar keluarga atau kerabat.
Xiu Jikai mengerutkan kening. “Aku tidak tahu,” jawabnya santai. Ia menebas beberapa makhluk Alam Neraka yang mendekat.
Yan Yujie terlihat sedikit asing saat ini. Rambut merahnya cukup untuk menarik perhatian makhluk Alam Neraka. Dia memegang pedang raja iblis yang cukup berat, membunuh semua makhluk Alam Neraka di depannya.
“Huh! Kamu adalah kakaknya,” gumam Yan Yujie tidak puas.
“Kamu juga kakak sepupunya.”
“…” Yan Yujie tidak bisa menyangkal ini. Manusia memang merepotkan.
Di saat mereka sedang mencari warga yang kemungkinan tertinggal, tiba-tiba saja tanah di sekitar mereka bergetar. Yan Yujie dan Xiu Jikai mengerutkan kening. Bahkan Jia Lishan yang sibuk dengan tarian pedang pembunuhnya tak bisa menahan diri untuk bertanya-tanya.
Yan Yujie dan Xiu Jikai tidak jauh dari keberadaan Jia Lishan serta Kin Wenqian. Keempatnya saling memandang dalam kabut kemerahan yang mengganggu.
“Getaran apa itu?” tanya Kin Wenqian.
“Getaran ini seperti disebabkan oleh benda berat yang jatuh atau … langkah kaki,” tebak Jia Lishan.
Tebakan Jia Lishan memang benar. Getaran itu disebabkan oleh langkah kaki yang berat. Tidak tahu seberapa besar makhluk itu. Di balik kabut kemerahan, mereka kesulitan untuk melihat. Mereka tidak bisa melihat pusaran awan gelap di langit yang kini membuat dinding cahaya ke daratan.
Semua makhluk Alam Neraka datang dari tiang cahaya tersebut. Setelah getaran di tanah disebabkan oleh langkah yang berat, mereka juga mulai mendengar suara raungan panjang. Membayangkannya saja pasti bukan jenis makhluk yang baik.
Xiu Jikai menyipitkan mata, memfokuskan indera penglihatannya ke sekitar dan akhirnya menemukan sumber suara itu.
__ADS_1
Cukup jauh dari mereka saat ini, seekor serigala merah kehitaman melolong ke langit. Tingginya mungkin lebih dari tiga meter, belum lagi ukuran tubuhnya. Ini bukan binatang iblis biasa.
Diperkirakan jika binatang besar itu lebih dari satu. Serigala besar itu ternyata tidak sendirian. Ada seseorang yang mengendalikannya.
Xiu Jikai melihat adanya seorang pria berkepala serigala dengan lima ekor. Pria itu berdiri di punggung serigala merah kehitaman itu. Ternyata ada iblis Alam Neraka yang memimpinnya. Ia memutuskan untuk menghadapinya seorang diri.
“Kalian urus yang di sini dan aku akan mengurus yang itu,” katanya pada Jia Lishan, Kin Wenqian dan Yan Yujie.
Yan Yujie mendengkus tapi tidak menolak. “Di mana Xuan Xing dan Wang Xuyue?”
“Mereka bertarung di kaki bukit.”
Jia Lishan baru saja menerima pesan dari Xuan Xing melalui batu suara teleportasi. Para makhluk Alam Neraka itu tidak terlalu suka dekat dengan kaki bukit. Mungkin karena ada energi spiritual suci para dewa yang menguar di udara.
Mereka juga tidak tahu bagaimana bisa bukit itu dilindungi oleh energi spiritual yang suci. Namun yang jelas cocok untuk menempatkan orang-orang agar terlindungi dari bahaya.
Setelah Xiu Jikai pergi, mereka menangani sisanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya di Istana Klan Penyihir, Lin Yue berjalan mondar-mandir. Aula penuh dengan orang-orang kepercayaannya. Dengan gaun elegan layaknya ratu, Lin Yue gelisah akan sesuatu.
Hari ini raja akan datang. Dia tidak pernah tahu seperti apa rupa raja itu. Tapi pihak lain hanya mengaku sebagai raja setelah memulihkan semua kerusakan klan penyihir. Hanya saja semua itu jelas membutuhkan pengorbanan sebagai imbalannya.
Tidak ada yang gratis di dunia ini.
"Ratu, apakah kamu khawatir tentang kedatangan raja?" tanya Luo Chan.
__ADS_1
"Ya. Kamu juga tahu bahwa hari ini raja akan datang."
"Bukanlah itu bagus? Lalu apa yang harus dikhawatirkan?" Luo Chan menaikkan alisnya.
"Aku khawatir raja tidak puas dengan pengaturan ku."
"Bagaimana mungkin? Kamu sudah berussha keras selama ini. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jelas Luo Chan.
"Aku harap begitu," gumamnya.
Klan penyihir telah menanggung kebencian terhadap ang begitu besar dari para kultivator. Kesalahan leluhur di masa lalu adalah masa lalu. Tapi para kultivator tetap tidak bisa melupakannya dan semakin mengasingkan mereka.
Hal ini membuat klan penyihir dicap sebagai penjahat. Lin Yue tidak bisa menanggungnya lagi. Dulu, orangtuanya berkorban dan mati di tangan para kultivator. Kali ini dia ingin membalaskan dendam.
"Bagaimana keadaan di negara Shui sebelumnya?" tanya Lin Yue.
Mengingat kejadian di negara itu, Luo Chan sedikit tidak bahagia. "Tidak terlalu mulus. Anak buahku telah ketahuan. Dan aku juga bertemu dengan dua orang yang kekuatan nya tidak bisa dilihat. Ini aneh. Hanya dengan sekali pandang, orang itu bisa tahu bahwa bawahanku seorang penyihir, bukan peramal," tuturnya.
Lin Yue menyipitkan mata. "Siapa dia?"
"Seorang gadis yang belum dewasa. Tapi dia sangat cantik hingga semua orang tidak bisa berpaling darinya. Aku curiga dia bukan dari alam sekuler."
Mengamati sikap Kaisar Shui sebelumnya saat bertemu Xiu Jimei, dia yakin gadis itu bukan dari alam sekuler. Mungkin dari alam sekunder. Hanya saja hal ini belum pasti. Tapi dia yakin pasti dari alam sekunder.
Lin Yue juga memikirkan hal ini. "Siapa nama orang itu?"
"Namanya Xiu Jimei."
__ADS_1
"Xiu Jimei ...," gumam Lin Yue seraya memikirkannya.
Kenapa nama ini tampak tidak asing?