
Xiu Jimei yang belum menyadari jika Yamla telah menyusul, kini sedang berada di sebuah ruangan lain. Dia tidak sendiri, melainkan dengan seorang pria berambut hitam, memakai pakaian hitam dan iris mata ularnya terlihat indah.
Pria di depannya juga merupakan salah satu kecantikan di mata gadis itu. Sayangnya sebenarnya cantiknya itu, Xiu Jimei tidak tertarik sama sekali.
"Omong-omong, siapa namamu? Kenapa kamu dan di sini?" tanya gadis itu tanpa rasa takut.
"Namaku Yidao," jawab pria itu santai. "Bagaimana kamu tahu tempat ini?"
"Aku tak sengaja melihat lubang besar di permukaan. Bukankah bodoh jika tidak tahu?"
"..." Aku menyembunyikan lubang dengan sangat baik. Bagaimana bisa masih ditemukan?
Di saat keduanya mengobrol santai tanpa ada niat bertarung sama sekali, terdengar suara ledakan dan besar yang membuat sekitarnya agak bergetar.
Kali ini Yidao tidak berniat bertanya lebih jauh ada Xiu Jimei. Dia merasakan jika anak-anak kesayangannya telah terbunuh. Iris mata ularnya semakin jelas. Ada ular lain yang memasuki sarangnya. Belum lagi masih siluman ular.
"Manusia, aku tidak akan mengobrol denganmu kali ini. Tampaknya ada ular lain yang memasuki sarangku. Katakan, apakah ada orang lain yang tahu selain kamu tentang tempat ini?" tanyanya pada Xiu Jimei dengan mata menyipit.
Gadis itu menggelengkan kepala. Dia datang sendiri. Ditambah Tuit Tuit, setidaknya tidak ada yang tahu.
"Ada ular lain? Aku mengenal beberapa ular sebelumnya. Yang mana yang kamu maksud?"
"Ini siluman ular," kata Yidao.
"Siluman ular?" Xiu Jimei tampak berpikir. "Apakah itu Yamla?" gumamnya
__ADS_1
Pendengaran tidak sangat baik hingga bisa mendengar kata-katanya. "Siapa yang kamu katakan? Yamla? Apakah itu Yamla yang kupikirkan?" tanyanya.
"Kamu kenal Yamla?" Xiu Jimei jelas ingin tahu bagaimana bisa Yidao bertemu dengan Yamla.
Yidao sedikit malu. "Tentu saja aku kenal dia. Sebagai siluman ular putih suci di Alam Para Dewa, reputasinya sebagai bawahan Ming Zise tidak pernah berubah. Omong-omong, apakah itu benar-benar Yamla yang datang?"
"Aku yakin itu pasti Yamla. Ayo pergi dan lihat dia."g
Xiu Jimei berbicara lebih dulu. Berharap Yidao akan mengikutinya. Tapi pria itu masih sedikit gugup.Yamla akan datang segera mempersiapkan diri.
Lihat bajunya, apakah ada yang kusut. Lalu sisir rambut.
"Lihat, apakah ada yang kurang? Apakah menurutmu Yamla akan menyukai penampilan ku?" tanya Yidao tanpa sadar padanya.
"..." Bagaimana aku tahu? Xiu Jimei membatin.
"Apakah kamu menyukai Yamla?"
"Tentu saja, wajar. ku adalah ular jantan. Bahkan jika beda ras, bukankah cinta itu buta?"
"Kamu yang buta, mencintai seseorang tapi diri sendiri tidak tahu apakah pihak lain suka atau tidak. Bukankah buang-buang waktu?"
"..." Yidao yang bersemangat tiba-tiba saja merasa sedang dijatuhkan dari awan.
Lupakan saja. Ini bukan waktunya untuk memperdebatkan cinta dan kasih sayang seekor ular. Xiu Jimei hanya pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kali ini Yidao juga pergi.
__ADS_1
Yamla memang sedang bertarung saat ini. Ada banyak ular hitam di sekitar Yamla yang juga mengubah dirinya menjadi ular putih..
"Yamla! Ayo berhenti. Aku baik-baik saja," kata Xiu Jimei.
Mendengar suara yang tidak asing lagi, Yamla menoleh ke arah Nola dan tidak mencium aroma darah di tubuhnya sehingga menarik napas lega.
Yamla berubah menjadi manusia kembali dan menghampirinya.
"Wuming memberi tahuku. Belum lagi kamu pergi tanpa pamit. Apakah kamu tidak takut akan terkena hukuman?"
"Tentu saja tidak akan tahu jika ada yang tahu. Tapi kamu mencariku sebenarnya. Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa, hanya khawatir terjadi sesuatu saja." Yamla menggelengkan kepala. Dia akhirnya menatap kehadiran seseorang. "Kenapa ads di sini? Apakah mencari masalah lagi?"
Kali ini Yidao yang diperhatikan mau tidak mau sedikit terbatuk. "Yamla, nada bicaramu sungguh buruk dari waktu."
"Pangeran Ular Hitam, tolong lebih perhatian dirinya sendiri. Aku tidak tertarik denganmu." Yamla membongkar identitasnya.
Kali ini Xiu Jimei akhirnya menyadari jika pria yang menyukai Yamla itu ternyata sekarang pangeran ras ular iblis Alam Neraka. Jadi tidak mungkin mempertahankan mereka.
Yidao tertawa alih-alih kesal dengan kata-kata Yamla. "Sungguh, kamu benar-benar tidak berubah. Jika dulu aku tidak bisa pergi ke Alam Para Dewa untuk menemuimu, sekarang sepertinya tidak terlalu sulit."
"..." Yamla sudah terbiasa dengan Yidao yang berkulit tebal.
Karena Xiu Jimei mengira Yamla dan Yidao tidak memiliki permusuhan yang datang, ia pergi mencari sesuatu untuk dimakan. Seperti buah liar atau semacamnya. Lalu buat api unggun di sarang untuk menghangatkan diri. Suhu di sarang ular terlalu lembap baginya.
__ADS_1
Yidao dan Yamla bertukar beberapa kata yang cukup menyenangkan. Namun Yamla tidak lupa tujuannya ke sini sehingga melepaskan Yidao.
"Tidakkah kamu di sini untuk menghancurkan Dunia Langit?" tanyanya.