
Mengesampingkan kolusi antara Ning Siyu dengan raja hantu ....
Di pegunungan mati saat ini, hari sudah berganti lagi.
Selama beberapa hari, kelompok Xiu Jimei, Meng Meng serta Huang Fu Shi telah mempelajari lingkaran totem yang kini sepertinya sedikit terkubur oleh debu. Mereka melihat beberapa ukiran binatang suci pada lingkaran totem. Akhirnya memiliki pemahaman baru.
"Ini kali pertama bagiku melihat lingkaran totem. Ternyata seperti ini," ujar yang lain.
"Benar, kamu juga merasa sangat beruntung. Bisakah kelompok ujian lain melihatnya juga di suatu tempat? Aku benar-benar ingin pamer," timpal rekannya.
Guru pendamping mereka mendengkus. "Jika kalian bisa kembali hidup-hidup di masa depan, pamer bukan masalah besar."
"..." Mereka langsung terdiam.
Meng Meng tidak dia mengambil topik utama. "Kapan kita akan melakukan pemanggilan Jin Long?"
"Hari ini juga tidak masalah jika kalian siap," jawab Xiu Jimei.
"Tentu saja bukan masalah besar. Kita sudah beristirahat selama beberapa hari ini. Aku khawatir kelompok ujian lain sudah menyelesaikan cabang ujian saat ini," jelas yang lain.
Guru pendamping Huang Fu Shi sedikit acuh tak acuh. "Jangan khawatir, semua murid mendapatkan tugas yang lebih berat saat ini. Tidak mungkin selesai hanya dengan mengandalkan beberapa orang kuat saja." Dia sangat percaya diri.
Akhirnya, mereka sepakat untuk memanggil Jin Long hari ini.
__ADS_1
Xiu Jikai sudah berdiri di tengah-tengah lingkaran gelap totem. Ada cekungan kecil di tengahnya, dikelilingi oleh tulisan kuno yang tidak dirinya mengerti. Dia menyayat telapak tangannya dengan menggunakan belati perak sesuai dengan instruksi Tuit Tuit. Ketika darah terkumpul di tengah-tengah lekukan, Tuit Tuit juga enggan melukai tubuhnya hanya demi beberapa tetes darah.
Ketika kedua darah itu bertemu, sebuah cahaya kemerahan mulai muncul dan darah yang awalnya hanya ada dii tengah lekukan lingkaran totem, kini meluas secara alami. Semua orang yang melihat hal tersebut langsung terkejut.
“Semuanya tetap di samping.” Ming Zise memperingati semua orang.
Lingkaran totem yang dipenuhi oleh cahaya kemerahan itu akhirnya bergerak searah jarum jam. Ada sedikit getaran di bawah mereka seolah-olah tanah bebatuan akan terbelah.
“Apa yang terjadi?” tanya Wang Xuyue.
“Ini akan segera muncul,” bisik Xiu Jimei lebih tenang.
“Hah?” Semuanya jelas bingung. Apa yang akan muncul?
Namun setelah Xiu Jikai dan Tuit Tuit meninggalkan lingkaran totem yang sedang bergerak perlahan, raungan yang cukup menggema terdengar. Mereka sedikit merinding, mencari asal suara tersebut tapi tidak tahu di mana ….
Siapa yang berani memanggilnya selain wanita itu di masa lalu?
Jin Long meraung beberapa kali saat melewati pembatas cahaya ruang lingkaran totem.
......................
Di luar itu ……
__ADS_1
Ming Zise sudah membangun array khusus agar aura Jin Long tidak sampai bocor dan menjadi perhatian banyak orang. Ketika itu terjadi, mereka melihat sesuatu yang besar keluar dari lingkaran totem yang bercahaya. Ukurannya sangat besar hingga semua orang hampir terpana.
Awalnya yang muncul hanyalah bayangan samar bercahaya keemasan. Dan panjangnya tak terbayangkan oleh mereka. Makhluk bertubuh panjang itu melingkari hampir semua anak pegunungan mati, bayangan keemasannya perlahan mulai terbentuk menjadi wujud padat.
Bayangan Jin Long yang tampak agung dan kuat itu mendengkus, merasa sedikit kebingungan.
“Manusia bodoh mana yang berani membangunkanku dari tidur?” Suaranya sedikit dingin dan menggema di sana.
“Ini aku!” Xiu Jikai mengakuinya.
“…” Jin Long melihat sosok kecil berada di dekat sekumpulan kultivator, menyipitkan mata emasnya. Sepertinya dia familiar dengan sosok itu.
“Siapa kamu? Kenapa kamu memiliki aura wanita itu?” tanyanya masa bodoh.
Sudut mulut Xiu Jikai berkedut sedikit. “Namaku Xiu Jikai. Wanita yang kamu maksud itu adalah ibuku,” jawabnya malas.
“…” Jadi itu anaknya. Benar-benar anak wanita itu.
“Jin Long!” Xiu Jimei menyapa dengan antusias. “Aku tidak tahu bahwa tubuhmu sebesar ini. Ibuku berkata dulu kumismu dipotong olehnya. Ternyata tumbuh lagi,” imbuhnya.
“Humph! Itu hanya kecelakaan karena aku tidak berhati-hati.”
Jin Long mendengus. Dia merendahkan kepalanya agar bisa melihat mereka dengan jelas. Kemunculannya saat ini tentu saja tidak bisa lama. Belum lagi dia masih memiliki gejala sisa dari pertarungannya dengan Fu Chan Yin di masa lalu.
__ADS_1
Sekarang dari melihat si kembar yang hampir memiliki kemiripan dengan Fu Chan Yin, tentu saja Jin Long merasa sedang melihat musuh lama yang menyebalkan.
“Waktuku tidak banyak. Katakan, apa yang kalian inginkan hingga rela datang ke sini dengan mempertaruhkan nyawa dan membuang darah dengan sia-sia?” tanyanya langsung ke inti.