
Karena metode lain tidak mungkin dilakukan, Xiu Jimei serta yang lainnya memikirkan cara lain. Sebagai seorang kultivator, tidak sulit untuk berjalan di tebing bebatuan atau pohon sekalipun. Oleh karena itu, mereka turun dengan hati-hati agar tidak ada kesalahan.
Elang gunung tampaknya tahu ada beberapa penyusup di sekitar sarang sehingga sangat waspada. Elang betina yang menjaga sarang sepertinya diam-diam memperhatikan kelompok Xiu Jimei.
Pada salah satu anggota kelompok, elang gunung sangat terkejut ketika melihat Xiu Jimei. Tuhan! Kenapa gadis itu harus ada dalam rombongan tersebut?
Apakah mereka ditakdirkan untuk merampok telur yang dijaga?
Tidak ada binatang spiritual biasa yang tidak takut pada Xiu Jimei. Setiap kali melihatnya pasti akan lari ketakutan. Elang gunung, Meksi badannya besar, kenyataannya tidak memiliki banyak kekuatan spiritual kecuali fisiknya yang unggul.
Oleh karena itu, bahkan jika melihat Xiu Jimei, elang gunung tidak berdaya.
Xiu Jimei menghampiri salah satu sarang untuk melihat berapa banyak telur yang dimiliki. Induk elang yang melihatnya menyusup bukan hanya tidak marah atau mencoba bertarung, tapi menyusut di pojokan.
"..." Induk elang dan Xiu Jimei yang saling bertatapan, membuat suasana menjadi sunyi.
Tak lama kemudian, Tuit Tuit muncul di udara bebas dan hinggap di salah satu telur elang gunung yang besar.
"Tuan, ambil telur ini dan kita makan. Sepertinya enak dijadikan telur rebus," goda Tuit Tuit tanpa sadar menatap induk elang.
Induk elang yang melihat Tuit Tuit bahkan lebih terkejut lagi. Karena tidak tahan menahan semua kata-kata yang memukul, induk elang akhirnya pingsan dengan cara yang konyol.
"..." Tuit Tuit tidak bermaksud membuatnya pingsan sampai mati.
Xiu Jimei melirik Tuit Tuit yang bulu-bulu jingga kemerahannya masih mirip dengan anak ayam. Lalu mencibir.
"Telur burung rebus memang enak. Tapi akan lebih enak lagi jika itu burung rebus bukan?"
"..." Tuit Tuit melihat tatapan gadis itu mengarah pada dirinya sendiri, mau tidak mau panik.
Siapa yang bilang burung rebus itu enak? Tubuhku hanya memiliki sedikit daging dan tidak enak. Tuit Tuit membatin untuk dirinya sendiri.
Sarang yang Xiu Jimei masuki memiliki tiga telur. Dia hanya perlu mengambil satu dan menggantinya dengan barang lain.
__ADS_1
"Kira-kira apa yang disukai elang gunung?" tanyanya.
"Bukankah mereka suka daging? Beri saja daging yang banyak." Tuit Tuit menjawab dengan enteng.
"Tidak mungkin. Terlalu murah. Akan lebih baik jika memberi mereka pil kultivasi." Xiu Jimei mengeluarkan sebotol pil dan mengambilnya satu butir.
Pil itu dia letakan di dekat telur berada setelah Xiu Jimei mengambil salah satu telur. Kemudian dia keluar bersama Tuit Tuit.
Mereka hanya perlu mengambil dua telur elang gunung. Kini tinggal satu lagi. Tidak tahu apakah Yan Yujie serta yang lainnya berhasil mengambil telur atau tidak.
Baru saja keluar sarang, Xiu Jimei mendengar teriakan Yan Yujie serta Wang Xuyue.
"Apa yang terjadi?" gumamnya.
Yan Yujie berada di sarang elang gunung lainnya dan mencoba untuk mengambil salah satu telur yang ada. Dia tidak sendiri, melainkan bersama Wang Xuyue serta Kin Wenqian. Kecuali Xiu Jikai yang menunggu di atas tebing.
Pemandangan pertama yang dilihat Xiu Jimei adalah Yan Yujie yang dibawa terbang oleh elang gunung. Lebih tepatnya, elang gunung itu membawa Yan Yujie di antara kakinya, sepeda mencengkeram mangsa.
Tidak heran Yan Yujie akan berterima begitu heboh sebelumnya. Dia takut ketinggian.
Suara elang gunung menggema di sekitar. Tak ada yang bisa Xiu Jimei lakukan ketika melihatnya dipermainkan oleh elang gunung. Ia hanya bisa menggosok hidungnya dengan malu.
Yan Yujie masih terkena kesialan. Bahkan jika ada Wang Xuyue serta Kin Wenqian di sarang yang sama, elang gunung itu masih mengincar Yan Yujie.
"Yujie, apakah kamu baik-baik saja?" teriak Wang Xuyue yang juga menggema di sana.
Gadis itu sedikit panik dan segera menatap Cip Cip di atas tebing. Ayam besar itu bahkan tak bisa terbang. Malu pada sayapnya!
Cip Cip di tatap majikannya, mau tidak mau merasa bingung. Apa hubungannya Yan Yujie dibawa elang gunung di udara dengan dirinya. Ayam besar itu bersuara ringan dan menatap Xiu Jikai di sampingnya.
"Menurutmu, kenapa dia menatapku seperti itu? Apa salahku?" tanyanya polos.
Xiu Jikai mau tidak mau menatap Cip Cip dari atas hingga bawah. Lalu fokus pada kedua sayapnya. Tak lama kemudian dia menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Kamu ditakdirkan untuk tidak bisa terbang seperti elang. Sayapmu terlalu pendek dan tubuhmu sebesar burung unta."
"..." Cip Cip bahkan tidak mengerti kenapa mendapatkan jawaban seperti itu.
Apa hubungannya semua ini dengan tubuhnya??! Cip Cip berteriak dalam hati.
Untungnya Wang Xuyue tidak menatap Cip Cip terlalu lama dan masih sibuk meneriakkan Yan Yujie yang dibawa terbang elang gunung.
Melihat hal ini, mau tidak mau Xiu Jimei meminta Tuit Tuit untuk pergi menolongnya. Tuit Tuit enggan untuk terbang dsn membujuk elang. Namun di bawah tatapan tidak senang tuannya, ia terpaksa pergi dengan marah.
Tuit Tuit terbang ke arah burung elang gunung yang terbang melingkar di udara. Dia berdiskusi dengan elang itu sebelum akhirnya pergi mendarat.
Elang gunung itu jelas takut pada Tuit Tuit karena tingkatan kekuatannya sangat besar.
Setelah Yan Yujie mendarat dengan posisi konyol, Wang Xuyue dan Kin Wenqian menghampirinya.
"Yujie, apakah kamu baik-baik saja?" Kin Wenqian memeriksa apakah Yan Yujie terluka atau tidak. Lalu mencoba berkomunikasi dengan elang gunung.
Karena dia mampu mengerti bahasa elang gunung, Kin Wenqian mencoba untuk menukar telur dengan barang lain. Siapa tahu jika telur yang sebelumnya ada di sarang sudah hilang.
Kin Wenqian dan Wang Xuyue juga bingung. Ada dua telur sebelumnya. Tapi kini tinggal satu. Ke mana satunya lagi? Induk elang yang sebelumnya sibuk membawa Yan Yujie di udara juga bingung. Menuduh mereka mencurinya.
"Itu, itu di sana. Sejak kapan mereka membawanya?" Wang Xuyue merasa bingung.
Ternyata selama induk elang gunung membawa Yan Yujie di udara, diam-diam Jia Lishan dan Xuan Xing menyelinap ke sarang dan membawa satu telur.
Telur elang gunung yang dicuri dilindungi dengan jaring spiritual sehingga aman dari benturan atau masalah lainnya.
Tuit Tuit merasa tugasnya sudah selesai. Dia hanya diminta untuk menurunkan Yan Yujie, tapi tidak membujuk induk elang gunung yang kehilangan telur.
"Lariii!!" Tuit Tuit tiba-tiba saja berteriak nyaring dan melarikan diri dengan mengepakkan sayap.
Di saat yang bersamaan, suara induk elang gunung yang kehilangan telur membuat Wang Xuyue, Kin Wenqian dan Yan Yujie tersadar kembali. Mereka juga keluar sarang dengan panik, melarikan diri ke arah Xuan Xing dan Jia Lishan berada.
__ADS_1
Karena induk elang marah setelah telurnya dicuri, yang lain juga panik. Xuan Xing dan Jia Lishan melihat induk elang hendak mengejar, segera mempercepat langkah.
Tuit Tuit sudah kembali ke sisi Xiu Jimei. Siapa tahu saat dia ingin mendarat di bahunya, Xiu Jimei menangkap tubuh burung itu dan melemparkannya ke arah induk elang yang marah.