Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Pukulan Telak Xiu Jimei


__ADS_3

Ning Siyu tidak tahu jika semua yang dilakukan Xiu Jimei hanya untuk menggodanya. Esensi delapan dewa-dewi mungkin santai murni dan ketika dikeluarkan dari tubuhnya, rasa dingin dari pedang naga es langsung meleleh.


Hal ini juga menarik perhatian para dewa-dewi lainnya yang tak jauh dari keberadaan Istana Dewi Kecantikan.


Energi spiritual dewa yang terkandung di udara sepertinya mengalami gelombang aneh dan bergegas ke arah tertentu. Beberapa dewa-dewi yang sedang berkultivasi mau tidak mau merasa heran.


Apakah pihak tertentu merampok energi spiritual dewa?


Mau tidak mau, mereka mencari tahu.


Saat ini, Ning Siyu yang melihat bola esensi delapan dewa-dewi di telapak tangan Xiu Jimei segera bergegas untuk merebutnya. Tapi dia tidak menyadari jika senyum pihak lain terlihat main-main.


"Tampaknya kamu juga tahu bahwa esensi delapan dewa-dewi ini tidak biasa. Mampukah kamu merebutnya dariku?" Xiu Jimei sedang menggodanya.


"Itu tidak layak kamu milikku! Esensi delapan dewa-dewi adalah milik Alam Para Dewa dan tidak mungkin dimiliki manusia rendahan sepertimu." Ning Siyu yakin jika esensi delapan dewa-dewi bukan milik Dunia Langit.


"Tapi sayangnya, ini diwariskan dari mendiang nenekku. Karena kamu menginginkannya, maka terimalah ini." Xiu Jimei tertawa dan langsung mengarahkan bola esensi delapan dewa-dewi ke arah Ning Siyu yang mendekatinya.


Ning Siyu awalnya senang dan ingin langsung menyerapnya ke telapak tangan. Tapi hal yang tak dia duga terjadi.


Ketika esensi delapan dewa-dewi itu semakin dekat dengannya, jelas rasa panas menyerang tubuh. Energi spiritual di tubuhnya seketika terkuras keluar dan ditelan oleh bila esensi delapan dewa-dewi.


Kali ini, wajahnya pucat. "Tidak, ini tidak mungkin!" gumamnya.

__ADS_1


Ning Siyu merasa tubuhnya sangat tidak nyaman dan cepat atau lambat, dia bisa kehilangan energi spiritual dewa di tubuhnya. Ini tidak bis terjadi. Karena itu, dia langsung mengeluarkan cermin langit untuk memblokir serangan Xiu Jimei.


Xiu Jimei mencibir. "Tidak berguna!"


Bola esensi delapan dewa-dewi mengenai cermin langit dan seketika pecah karena tidak bisa menahan auranya. Kemudian, bola esensi delapan dewa-dewi langsung mengenai tubuh Ning Siyu.


"Aarggghh!" Wanita bergaun merah muda itu terjadi terpental hebat dan menghantam pilar istananya sendiri.


Pada saat yang bersamaan, Ming Zise kembali secepat mungkin. Beberapa dewa dan dewi sudah ada tak jauh dari lokasi kejadian. Menyaksikan bola esensi delapan dewa-dewi menghantam Ning Siyu, mereka merasa segar sekaligus merinding.


Siapa itu Xiu Jimei?


Dia adalah anak dari pewaris esensi delapan dewa-dewi sebelumnya—Fu Chan Yin. Belum lagi, esensi delapan dewa-dewi di tubuh Fu Chan Yin juga telah ada sejak lahir dan diwariskan oleh ibunya sendiri yang dulunya pernah memiliki hubungan dengan Alam Para Dewa.


Ning Siyu yang menghantam pilar istana langsung memuntahkan seteguk darah segar. Penampilannya kusut saat ini. Dia menatap tak percaya ke arah Xiu Jimei.


"Bagaimana mungkin?! Bagaimana mungkin aku tidak bisa menyerap esensi delapan dewa-dewi?!" Dibandingkan kecewa, Ning Siyu lebih banyak bingung.


Xiu Jimei sudah menyerap kembali esensi delapan dewa-dewi ke tubuhnya. Dan cahaya samar seperti warna pelangi menyelimuti tubuhnya sekilas sebelum akhirnya menghilang.


"Kamu ingin tahu?" Xiu Jimei tersenyum main-main. "Hanya karena bukan yang terpilih," imbuhnya.


Wajah Ning Siyu seperti palet warna, perasaannya campur aduk. Dia yakin gadis itu ingin berkata jika dirinya sangat lemah. Bahkan tidak mampu menyentuh esensi delapan dewa-dewi, bukan?

__ADS_1


Ketika dia ingin meraihnya, ada sensasi panas yang hampir ingin membakarnya. Jadi dia langsung menjauh. Tapi siapa tahu, Xiu Jimei sengaja menyerangnya.


"Xiu Jimei!!" geram Ning Siyu.


Kali ini lapisan penyamaran di wajahnya langsung terkelupas. Ning Siyu merasakan sedikit sakit di wajahnya. Dia menyentuh wajahnya dan ekspresi ngeri langsung menghantam hatinya.


"Tidak mungkin!" pekiknya.


Tidak! Dia tidak bisa ketahuan sekarang atau dirinya tidak akan bisa melarikan diri.


Xiu Jimei menyipitkan mata. "Sepertinya kamu sudah lama menggunakan wajah orang lain untuk menyamar. Apa hubunganmu dengan Alam Neraka?" tanyanya.


Ning Siyu melebarkan matanya. Bagaimana bisa gadis itu menebak dirinya? Dia jelas tidak akan mengatakan apapun tentang Alam Neraka. Namun wajahnya saat ini bisa membuktikan segalanya jika sampai terekspos.


Tak lama, sosok berjubah brokat putih muncul dan berdiri di samping Xiu Jimei. Ning Siyu bahkan lebih ngeri lagi.


"Ming ... Ming Zise? Bukankah kamu berada di perbatasan sekarang? Kenapa kamu ada di sini?" tanyanya bingung.


Masalah di perbatasan Alam Para Dewa dan Alam Neraka tidak kecil. Ming Zise dan Dewa Perang dibutuhkan di sana untuk mengendalikan situasi.


Ming Zise tidak memasang ekspresi apapun saat ini, tampaknya baik-baik saja. "Hanya sekelompok iblis neraka yang malas, kenapa aku harus buang-buang waktu di sana?"


Suaranya terdengar datar tapi Ning Siyu diam-diam mengepalkan kedua tangannya. Ming Zise ini tidak mudah ditipu.

__ADS_1


__ADS_2