
Xiu Jimei yang telah kembali ke Dunia Langit, segera pergi ke halaman belakang untuk mempersiapkan segalanya. Roh Bunga sudah dalam keadaan sehat sekarang dan berani mengoceh lagi di depan Xiu Jimei. Pria itu juga pergi ke ladang bunga roh nya yang telah lama ditinggalkan.
"Anak Majikan, apakah tidak ada orang lain yang menyusup ke kebun bunga Pinky?" Roh Bunga dengan hati-hati memeriksa, apakah ada jejak kaki Bai Huazhi di sekitarnya. Pria perusak bunga itu sungguh bukan orang yang baik!
Xiu Jimei tidak terlalu memedulikan. Dia sudah mengeluarkan tungku alkimia serta beberapa tanaman herbal Alam Para Dew dari ruang spiritual bawaan.
Roh Bunga mencium aroma bunga yang sangat memabukkan. Tanpa sadar, dia penasaran dengan tanaman herbal yang dibawa gadis itu.
“Bunga apa ini?” tanyanya.
“Aku tidak tahu namanya tapi ini diambil dari Alam Para Dewa,” jawabnya.
“Tanaman herbal Alam Para Dewa?” Roh Bunga terkejut. “Apa yang akan kamu lakukan dengan bunga ini?”
Melihat tungku alkimia, Roh Bunga akhirnya menebak jika dia ingin membuat pil?
“Anak Majikan, kamu juga tahu bahwa setiap tanaman herbal memiliki tingkatannya sendiri. Sama seperti kultivator, semakin tinggi tingkatnya semakin sulit dalam latihan. Membuat pil juga tidak berbeda jauh.”
“Jadi?” Xiu Jimei tidak terlalu peduli saat ini.
“Karena ini tanaman herbal dari Alam Para Dewa, tingkat kesulitan saat mengekstraknya jelas juga tidak kecil. Jika gagal, maka hanya bisa meledak. Apakah kamu yakin ingin langsung mencoba sebelum mempelajari dasar-dasarnya lebih dulu?” Roh Bunga jelas sangat khawatir. Selama tidak merusak kebun bunganya, ia tak terlalu peduli.
“Apakah kamu tahu dasar-dasarnya?”
“Tentu saja. Siapa aku, tanaman roh penyembuh. Selama bukan membuat racun, aku masih tahu dasar-dasar setiap tanaman berbunga atau tanaman roh biasa …” Roh Bunga melihat senyum gadis itu, tiba-tiba aja melahirkan firasat buruk.
__ADS_1
Xiu Jimei terkekeh dan mengelus dagunya. “Nah, kalau begitu, Pinky bisa membantuku menjelaskan cara-caranya seraya aku membuat pilnya langsung,” katanya.
“…” Benar saja, Roh Bunga yang merasa tidak nyaman benar-benar menggali lubang untuk dirinya sendiri.
Di dunia ini, mungkin hanya Xiu Jimei yang berani membuat pil seraya mendengarkan tata cara mengolah beberapa ramuan. Seorang alkemis bahkan tak akan pernah melakukannya secara sembarangan. Lagi pula jika gagal, bukankah menyia-nyiakan ramuan?
“Apakah kamu yakin? Anak Majikan, jangan bercanda. Jika gagal, tungku akan meledak.” Sudut mulut Roh Bunga sedikit berkedut tapi hatinya kedinginan. Jika gagal, maka ….
“Tidak apa-apa. Bukankah jika gagal hanya akan meledak saja? Selama ledakannya tidak menghancurkan seisi kota, masih tergolong ringan di mataku.”
“…” Kamu sungguh bukan gadis biasa, batin Roh Bunga tidak berdaya.
Pada akhirnya, Roh Bunga hanya bisa menemani gadis itu seraya menjelaskan secara rinci tentang sifat bunga roh serta cara mengekstraknya.
Xiu Jimei memasukkan beberapa bahan ke tungku seraya mengatur api roh biru agar tidak terlalu kelebihan panas. Tapi percobaan pertama gagal karena tanaman herbal langsung layu saat menyentuh panas api biru.
“Apakah cara yang kamu katakan itu benar?” Xiu Jimei curiga jika kemampuan Roh Bunga menurun.
“Anak Majikan, aku tidak perlu berbohong padamu. Tapi tanaman herbal roh Alam Para Dewa ini tidak cocok dengan api roh biasa?”
Xiu Jimei juga berpikir demikian. Mungkinkah dia harus menggunakan api lain? Xiu Jimei hanya bisa bertaruh saat ini. Dia tersenyum dan menjentikkan jarinya. Lalu api hitam muncul di ujung jari telunjuknya.
Roh Bunga berkeringat dingin dan hampir ingin mundur. Apakah anak majikannya ini gila? Bukankah akan lebih baik jika bertanya pada Ming Zise lebih dulu?
Dalam kepanikan yang tak ada habisnya, Roh Bunga dengan baik memperingati. “Anak Majikan, tidak. Tidak! Tidak bisa dilakukan! Kamu lebih baik bertanya pada priamu lebih dulu. Api hitam ini adalah api abadi yang paling panas di seluruh dunia. Jangan bercanda!”
__ADS_1
Tidak ada sejarah seorang alkemis menggunakan api hitam untuk memanaskan tungku. Api hantu saja termasuk dalam golongan api Yin yang sangat tidak cocok dengan energi spiritual di Dunia Langit. Belum lagi api hitam yang merupakan terpanas.
Jika tidak dikendalikan dengan hati-hati, ledakan tungku alkimia bahkan lebih mungkin lagi.
“Tidak akan tahu jika tidak mencoba.” Xiu Jimei tidak peduli dan dia langsung melemparkan api hitam ke bawah tungku.
Roh Bunga sudah berdo’a di hatinya. Tapi apa yang dia katakan memang terjadi. Api hitam yang membakar tungku alkimia berisi beberapa tanaman herbal Roh Alam Para Dewa mulai bergetar. Roh Bunga berkeringat dingin. Dia bersiap untuk membuat array pelindung diri jika sesuatu yang tak diinginkan terjadi.
Namun tak lama setelah itu, tungku alkimia berhenti bergetar. Tidak ada ledakan yang diharapkan. Xiu Jimei sibuk mengatur api dan memasukkan air roh serta memberikan setetes esensi delapan dewa-dewi ke dalamnya. Pil yang dia buat secara alami tidak biasa.
Tungku alkimia kembali bergetar. Lalu cahaya keemasan dari dalam tungku mulai terlihat. Tak lama setelah itu, pil putih keemasan juga terbentuk perlahan dari semua ramuan yang dimasukan. Api hitam roh yang membakar tungku juga tetap stabil.
Xiu Jimei dengan hati-hati memoles pil yang baru saja terbentuk agar tidak ada kegagalan lagi. Tapi jujur saja, dia juga telah menyuntikkan banyak energi spiritual ke tungku alkimia. Bahkan esensi delapan dewa-dewi terus menerus memberikan energi spiritual ke tubuhnya untuk menggantikan energi spiritual yang terbuang.
Hal ini membuat Xiu Jimei kelelahan secara bertahap. Roh Bunga tidak lagi memedulikan apakah tungku akan meledak atau tidak. Dia lebih mementingkan kesehatan anak majikannya.
Di saat pil putih keemasan yang bercahaya itu terbentuk sepenuhnya, tungku alkimia retak dan tidak bisa lagi menahan energi spiritual yang berputar di dalamnya. Ledakan yang tak diharapkan keduanya pun terjadi.
Ledakan itu cukup besar, menimbulkan suara yang nyaring hingga semua binatang roh yang ada di sekitar istana pun melarikan diri.
Di saat ledakan terjadi, energi spiritual seketika bocor dan menyebar ke sekitar. Halaman belakang yang bersih dan rapi langsung berantakan, vas bunga pecah, bunga-bunga layu bahkan sebagian istana halaman belakang juga terkena dampak ledakan, retak di mana-mana.
Tempat di mana tungku alkimia berada juga menciptakan lubang yang cukup besar dan dalam.
Roh Bunga yang tak sempat menghindar atau membuat array pelindung, perlahan bangkit dan batuk-batuk. Jubah brokat merah mudanya kotor oleh efek ledakan tungku. Wajahnya juga tak kalah hitamnya akibat asap jelaga ledakan.
__ADS_1
“Anak … Anak Majikan! Apakah kamu baik-baik saja?” Roh Bunga tidak peduli seberapa kotor tubuhnya sekarang, ia berusaha menyingkirkan sisa asap ledakan dan mencari sosok Xiu Jimei.
“Aku baik-baik saja.” Xiu Jimei juga tidak menghindar sebelumnya. Hingga kondisinya juga tak lebih buruk dari Roh Bunga.