Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Misteri Kolam Air Terjun


__ADS_3

Xiu Jimei akhirnya bisa terhubung dengan pikiran Tuit Tuit, begitu pula sebaliknya. Setelah Tuit Tuit bertanya, dia akhirnya menyadari betapa kuatnya gadis ini. Bahkan telah mencapai ranah kekosongan pada usia seratus tahun. Memiliki esensi delapan dewa-dewi yang paling berharga di dunia serta keahlian lainnya.


Gadis ini memiliki banyak harta di tubuhnya. Tuit Tuit tidak menduga hal seperti ini akan membuatnya kehilangan banyak pikiran. Dia pikir Xiu Jimei hanya gadis kultivator biasa yang memiliki kekuatan besar.


Tapi ... Tapi ... Apa ini?!


Xiu Jimei hanyalah monster kultivator bukan?


Pada akhirnya, Tuit Tuit pingsan karena tidak bisa menahan tekanan batin.


"Tuit Tuit?" Xiu Jimei bingung melihat anak burung roh itu pingsan. "Tuit Tuit? Tuit Tuit? Apakah kamu mati?" candanya.


"Mungkinkah karena tidak bisa menahan energi spiritual kontrak?" tebak Wang Xuyue.


"Rasanya tidak? Aku tidak merasakan dia sakit," jawab Xiu Jimei.


Ming Zise menatap burung itu dan menggelengkan kepala. "Jangan khawatir, hanya pingsan karena mengetahui kehebatan Xiao Mei."


"Oh, ternyata seperti itu. Burung ini sungguh tidak pernah melihat dunia." Wang Xuyue sengaja bercanda.


Xiu Jimei tidak peduli lagi dan melemparkan Tuit Tuit ke ruang spiritual bawaan. Dia menunggu Yan Yujie dan Jia Lishan kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di ruang spiritual bawaan Xiu Jimei ....


Harimau putih roh kuno sedang makan daging rusa besar yang telah dipanggang. Dia tidak memedulikan dunia luar dan hanya menunggu ketika Xiu Jimei membutuhkannya. Sebagai binatang pemakan daging, harimau putih roh kuno itu jelas asyik mengunyah daging.


Hingga akhirnya, sesuatu menimpa kepalanya. Meski tidak membuat kepalanya sakit, namun harimau itu masih terkejut.


"Apakah buah jatuh?" tanyanya saat melihat pohon mangga di sampingnya sedang berbuah. Tapi belum matang. "Bukan?"


Lalu harimau putih roh kuno melihat seekor anak burung seukuran kepalan dua tangan orang dewasa.


"Ayam?"


Tuit Tuit terbangun dari pingsannya saat merasakan energi spiritual yang sangat kaya. Hal pertama ayang dia lihat dalam langit biru berawan, merasakan angin sepoi-sepoi hingga tanaman hijau di sekitarnya.


Setelah itu, dia melihat seekor harimau putih roh kuno yang sebelumnya dia lihat saat masih menjadi telur.


"Di mana ini?" tanyanya langsung bangun.


Mungkinkah gadis itu membuangnya ke hutan? Batinnya.

__ADS_1


Harimau putih roh kuno kebingungan dan tidak bermaksud untuk memakannya. Dia kembali sibuk dengan daging rusa panggang.


"Ini ruang spiritual milik gadis itu. Kenapa kamu begitu terkejut? Bukankah kamu kini binatang roh kontraktual nya?" Harimau putih roh kuno tidak takut dengan identitas asli phoenix api.


"Benarkah? Sangat bagus sekali? Apakah ini nyata?"


"Tentu saja. Aku sudah di sini selama beberapa waktu dan akhirnya tidak mau pulang."


"Kenapa kamu tidak berkontrak dengan gadis itu?" Tuit Tuit bingung.


Binatang roh kuno berkaki empat ini sangat besar dan bertubuh sehat. Bulunya juga cantik. Tapi bukan binatang kontraktual Xiu Jimei.


Setelah bercerita banyak, ternyata harimau putih roh kuno hanyalah alat transportasi milik gadis itu dan tidak perlu dikontak asal patuh pada dirinya.


Benar saja, selama pihak lain kuat dan menjanjikan, siapapun pasti akan mematuhinya dengan baik. Tak terkecuali harimau putih roh kuno yang satu ini.


"Aku belum memperkenalkan diri. Aku dipanggil Zebra." Harimau putih roh kuno akhirnya selesai makan.


"Zebra? Apakah tidak salah?"


"Tidak. Tubuhku belang jadi dipanggil Zebra."


"..." Tuit Tuit mulai menduga jika Xiu Jimei kecanduan membuat nama peliharaannya dengan nama binatang lain.


"Lalu, siapa kamu?" Harimau putih roh kuno penasaran.


"Ah? Kicauan? Ini juga nama yang bagus." Harimau putih roh kuno tidak mengejeknya.


"..." Aku tidak meragukan lagi bahwa otakmu rusak sebagai bintang roh kuno.


Tuit Tuit akhirnya memilih untuk mengambil ember dan mengisinya dengan air roh, lalu mulai mandi di belakang pohon tak jauh dari sana.


"Kita sama-sama bintang roh. Tidak perlu menghindar saat mandi. Lagi pula tak ada yang perlu dilihat dari tubuh berbulu jingga mu." Harimau putih roh kuno merasa jika anak burung roh itu pemalu.


"Aku ini phoenix api. Aku ini binatang suci ilahi kuno! Jangan samakan dengan dirimu, harimau tua!" Tuit Tuit berteriak dari belakang pohon persik.


Harimau putih roh kuno tidak serius menanggapinya. "Kalau begitu kamu lebih tua dariku. Wanita tua!"


"..." Tuit Tuit tak bisa menyangkal. Benar, aku adalah leluhur burung!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kolam air terjun, Yan Yujie dan Jia Lishan baru saja selesai membersihkan diri. Kolam air terjun di alam sekuler tidak terlalu jernih namun masih sangat segar dan asri. Keduanya sempat mencari ikan terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali.

__ADS_1


"Yujie, apakah kamu merasa jika tempat ini agak aneh?" Jia Lishan cukup peka dengan sekitar.


Sejak dia dan Yan Yujie membersihkan diri, rasanya ada sesuatu yang selalu menatap mereka dari kegelapan. Awalnya dia mengira itu ras hantu lagi yang mengganggu mereka. Tapi sepertinya bukan.


Yan Yujie baru saja mengeringkan tubuhnya dengan energi spiritual. "Hah? Aneh?"


Yan Yujie mulai memperhatikan sekitarnya dengan serius. Tapi tidak menemukan apa-apa. Namun ....


"Apakah ada seseorang yang memperhatikan kita sejak awal?" tanyanya.


"Aku selalu merasa begitu." Jia Lishan berjaga-jaga. "Lebih baik kita segera kembali. Kita di sini terlalu lama. Aku khawatir Xiao Mei dan yang lainnya mengira kita dalam bahasa."


"Ya, kamu benar."


Keduanya mengambil ember berisi ikan yang baru saja ditangkap. Hingga sesuatu yang tidak terduga pun terjadi.


Air kolam tiba-tiba saja tampak hidup dan membentuk sulur air yang kokoh. Lalu melesat ke arah Yan Yujie dengan kecepatan luar biasa.


Saat Jia Lishan berteriak untuk memperingati Yan Yujie, semuanya terlambat. Sulur air itu lebih cepat dibandingkan yang Jia Lishan duga.


"Ahh!! Apa ini? Shan Shan, tolong aku cepat!" Yan Yujie berteriak bukan karena takut, melainkan terkejut.


Selain terkejut, dia lupa untuk berpikir.


Sulur air itu melilit kaki Yan Yujie dan mengangkatnya ke udara cukup tinggi. Laki-laki itu terbalik dan kepalanya pusing. Dia bukan ikan!


"Yujie!" Jia Lishan mengeluarkan pedangnya dan mulai menyalurkan energi spiritual ke permukaan pedang. Dia mencoba untuk menebas sulur air yang mengikat temannya.


Yan Yujie yang pusing mencoba untuk melepaskan diri. Namun kedua tangannya juga sama-sama dililit. Dia pun mulai panik.


Mau tak mau, Yan Yujie mulai berteriak, "Penunggu air, hantu air atau dewa air, siapapun itu, tolong lepaskan aku! Aku berjanji tidak akan kencing sembarangan lagi atau menangkap ikan di sini lagi. Aku bersumpah!"


"..." Sulur air tidak menduga jika Yan Yujie akan berkata demikian namun masih enggan untuk melepaskannya.


"Yujie, aku datang!"


Jia Lishan mencoba untuk menebas sulur namun tidak berhasil. Bahkan saat dia menggunakan tarian pedang untuk mengendalikan air, semuanya sia-sia. Ada sesuatu yang tidak biasa di sungai ini.


Mau tidak mau, Jia Lishan hanya bisa menenangkan Yan Yujie lebih dulu. "Yujie, gunakan bola energi spiritual mu untuk melawan sulur air. Mungkin itu berhasil."


"Aku lupa!" Yan Yujie yang diayun di udara pun berteriak. Kepalanya benar-benar pusing.


"Apa maksudmu dengan lupa?"

__ADS_1


"Aku lupa caranya!" Yan Yujie meratap. Dia tidak bohong. Ketika panik, di bahkan lupa segalanya.


"..." Jia Lishan mengutuk dalam hatinya. Kenapa Yan Yujie begitu bodoh? Pikirnya.


__ADS_2