Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Sebuah Pertanda?


__ADS_3

Ming Zise menyipitkan mata, tidak bicara untuk waktu yang lama atau menyela ceritanya. Setelah gadis itu bercerita, Ming Zise memeluknya sedikit lebih erat.


"Mei'er memiliki takdirnya tersendiri, kamu yang mengukir jalan hidupmu. Kenapa takut?" Ming Zise menenangkannya.


Seberapa kuatnya seorang kultivator, mereka tetaplah manusia. Ming Zise tahu jika manusia tidak bisa melampaui takdirnya sendiri. Tak terkecuali Xiu Jimei.


"Tapi ..."


"Jangan khawatir, selama aku di sini, semuanya akan baik-baik saja."


Meskipun Ming Zise berkata demikian, Xiu Jimei masih ingin bertemu dengan Dewa Takdir. Ming Zise mengantarnya ke istana Dewa Takdir. Dia juga mungkin bisa menemukan alasan lainnya nanti.


Kedatangan keduanya jelas membuat Dewa Takdir bingung. Lagi pula, sangat jarang tamu langka berkunjung ke istananya. Dewa Takdir menjamu keduanya dengan baik dan menanyakan maksud kedatangannya.


"Bisakah aku melihat buku takdir?" pinta Xiu Jimei.


"Buku takdir? Untuk apa?" Dewa Takdir curiga. Dia masih ingat jika neneknya Xiu Jimei dulu mengubah takdir secara paksa. Dia tidak mau kejadian serupa terjadi lagi.


Setidaknya, Dewa Takdir tidak ingin sesuatu terjadi dan mengguncang beberapa alam. Masalah takdir bukan hal sepele. Bagaimana jika Xiu Jimei ini mewarisi kepintaran Mye Ai dalam memanipulasi ucapan? Lagi pula, Mye Ai masih nenek si kembar.


Mungkin Xiu Jimei bisa merasakan jiwa Dewa Takdir waspada padanya. Dia tidak hanya tidak marah tapi justru menjelaskannya dengan baik. Dia menceritakan tentang mimpinya waktu itu. Jarang sekali dia bermimpi. Seolah-olah semuanya hanyalah pertanda.


Ketika Dewa Takdir mendengarkan dengar sabar, ia merenung sejenak. Lalu dia membuka buku takdir untuk melihat apakah ada tanda-tanda tentang Xiu Jimei.


Sayangnya masih tidak ada. Dia hanya melihat jika Alam Para Dewa dan Alam Neraka akan kembali berseteru di masa depan. Dan ini masih melihat sosok yang tidak dikenal. Mungkinkah sosok itu adalah Xiu Jimei? Karena Xiu Jimei tidak memiliki takdir yang tercatat, bukankah itu hanya sosok yang tak dikenal?


Kenapa Dewa Takdir merasa marah saat memikirkannya? Tidak terikat dengan takdir tapi berperan penting, keajaiban apa semua ini?

__ADS_1


"Bagaimana?" Xiu Jimei masih memiliki sedikit harapan.


Dewa Takdir menggelengkan kepala. "Ini sulit. Aku sama sekali tidak bisa melihat apa yang terjadi sebenarnya dengan mimpimu. Kamu sendiri yang harus menemukan jawabannya di masa depan."


Dia tidak berbohong tentang ini. Masalahnya memang rumit. Jika dia ditantang untuk mengetahui takdir pihak lain, maka dia pasti akan menyerah setelah berurusan dengan di kembar. Lagi pula, hanya keduanya yang bisa melawan kehendak langit.


Ming Zise tidak menyela pembicaraan keduanya tapi pikirannya melayang jauh. Awalnya dia menduga jika mimpi hanyalah hal biasa. Semua manusia akan mengalami mimpi. Para dewa juga tidak terkecuali. Tapi kali ini, Xiu Jimei memimpikan sesuatu yang tidak menyenangkan. Semacam sebuah firasat. Jadi dia berpikir ulang lagi.


Jika mimpi Xiu Jimei adalah pertanda akan peristiwa masa depan, maka semuanya menjadi masuk akal. Mungkin dengan melalui mimpi, Dewa Pencipta Alam Semesta ingin mengubah sesuatu.


Xiu Jimei kembali ke kediamannya dengan perasaan kecewa. Tapi bukan berarti dia tenggelam dalam kesedihan. Setelah memastikan jika mimpinya tidak bisa diketahui apakah sebuah prediksi atau bukan, ia tidak lagi memedulikannya. Lebih baik memikirkan hal lain.


Misalnya, ujian spiritual gabungan akan segera dilakukan lagi ....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mereka memiliki penampilan seekor kucing dan kelinci yang ingin dibelai oleh tuannya. Walaupun mereka adalah iblis Alam Neraka, tapi gosip-gosip di luar Alam Neraka masih bisa didapat.


Ning Siyu duduk, seperti sedang menunggu seseorang. Sayangnya, orang yang ditunggu-tunggu tidak datang. Ini membuatnya semakin marah dan merasa tidak dihormati.


“Di mana pria itu sebenarnya? Dia bahkan tidak datang setelah aku memintanya datang?!” Ning Siyu menghancurkan cangkir teh darah ke lantai.


Suara cangkir yang pecah membuat para pelayan tidak berani untuk mengangkat kepala dan menatapnya. Mereka merasa tercekik oleh energi spiritual dari tubuh Ning Siyu. Ketika marah, Ning Siyu seperti penyihir jahat berwajah cantik.


Salah satu pelayan akhirnya pergi untuk menyampaikan pesan pada Lu Zheng. Sosok yang ditunggu Ning Siyu adalah Lu Zheng. Namun menurut temperamen Lu Zheng, tidak mungkin mematuhi perkataan Ning Siyu. Pria itu telah menjadi raja Alam Neraka dan Ning Siyu hanyalah mantan ratu sebelumnya.


Jika bukan karena pria itu, Ning Siyu sama sekali tidak mungkin menyandang gelar ratu. Tapi tentu saja persyaratannya harus menjadi istri Lu Zheng. Walaupun hanya istri dalam nama, Ning Siyu tidak peduli sama sekali. Yang diinginkan wanita itu hanyalah Ming Zise, sang mantan dewa tertinggi yang penuh pesona.

__ADS_1


Kenapa manusia dari Dunia Langit harus berjodoh dengan Ming Zise? Ning Siyu membenci tapi tidak mampu melampiaskannya saat ini. Ia selalu merasa jika para dewa mempermainkan perjodohan. Tidak bisakah mereka membiarkan makhluk lain menentukan pasangannya sendiri?


Kenapa harus diatur dalam buku jodoh?


Tak lama kemudian, pelayan yang menyampaikan pesan kembali bersama dengan Lu Zheng yang berpakaian layaknya raja Alam Neraka. Ekspresinya tidak kesal atau marah tapi penuh ketidakpedulian.


“Kenapa kamu memanggilku?” tanyanya santai.


Ning Siyu membenci dalam hatinya tapi tidak bisa mengalahkan Lu Zheng. “Aku sudah berulang kali berkata, jangan sembarangan menggunakan kekuasaan Alam Neraka untuk tujuan pribadimu. Apakah kamu tidak peduli dengan alam ini dan ingin menghancurkannya?”


Lu Zheng tersenyum dingin dan berkata dengan nada acuh tak acuh. “Tujuanku adalah menguasai Alam Para Dewa dan mengambil alih Dunia Langit lalu menyerang alam sekuler untuk menguasai daratan. Apakah aku masih peduli dengan Alam Neraka di masa depan?”


“Kamu!” Ning Siyu benar-benar marah.


Tahukah pria itu berapa lama dia membuat Alam Neraka berada di puncak kejayaannya di masa lalu? Para pengikut yang setia padanya dan penyembuhan mereka sangat penting baginya. Tapi ketika Lu Zheng mengambil alih, hampir semua kegiatan di istana hanya fokus pada kekuatan tempur dan mengolah kultivasi bunuh diri.


Pria itu ingin para pasukan rela berkorban demi menguasai dunia. Ning Siyu dulu merasa jika niatnya memasuki Alam Para Dewa dan menjadi dewi hanya untuk Ming Zise. Lalu mendapatkan pohon keabadian. Tapi kini dia menyadari jika niat Lu Zheng lebih gila darinya.


Tahukah pria itu jika untuk menguasai Alam Para Dewa harus menghancurkan pertahanan pohon keadaan sebagai pusat energi spiritual di sana?


Awalnya pohon keadaan dalam keadaan lemah dan hanya menyisakan beberapa kekuatan untuk menopang Alam Para Dewa. Jika bukan karena perlindungan Dewa Pencipta Alam Para Dewa, pohon keabadian mungkin sudah lama mati.


Tidak ada gunanya berdebat dengan Lu Zheng sekarang.


“Jadi, kapan kamu akan mulai melakukan serangan?” tanyanya.


Lu Zheng menyentuh cincin batu giok hitam di jari telunjuk kirinya dan tersenyum penuh misteri. “Tidak lama lagi. Setidaknya beberapa tahun lagi,” jawabnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2