Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Xiu Jimei yang Terkenal


__ADS_3

Yuu tidak menemukan kantong uang di tubuh berbulu merak biru. "Kamu tidak bawa uang?" tanyanya pelan.


Merak biru itu kesal dan tatapan matanya jelas tidak menyenangkan. Yuu tahu jika Dewa Binatang tak bisa bicara saat ini demi menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.


Lalu Yuu meraba tubuhnya sendiri dan sadar tidak membawa uang. Lagi pula dirinya halaman pohon keabadian. Di mana dia menghasilkan uang untuk dibelanjakan?


Dan Dewa Pencipta Alam Para Dewa tidak memberinya uang sama sekali.


Ekspresi pelayan sedikit berubah saat tahu Yuu tak membawa uang. "Tuan Kecil, mungkin bisa menghubungi keluarga untuk membayar tagihan." Dia masih memiliki sikap sopan.


"Aku tidak memiliki keluarga." Yuu hanyalah pohon tunggal yang kesepian. Di mana ada keluarga?


Kali ini ekspresi pelayan tidak seramah sebelumnya. "Karena Tuan Kecil tak bisa membayarnya, maka restoran kami hanya bisa melaporkan masalah ini pada pejabat setempat untuk diadili."


Restoran ibu kota telah berjalan selama beberapa abad. Tentu saja tidak mudah untuk diprovokasi. Tidak banyak yang sengaja berpura-pura tidak punya uang saat makan di tempat ini. Mereka pasti akan dibawa ke pemerintah setempat untuk diadili. Paling akan dipenjara selama waktu tertentu.


"Diadili? Tidakkah kamu lihat betapa imutnya aku?" Yuu terlihat mengeluh.


Sudut pelayan muda itu berkedut. Dia seorang laki-laki, tidak peduli sama sekali dengan seorang anak. Tanpa uang, lupakan saja. Seberapa cantik atau tampannya seorang anak, jika miskin ya miskin. Tidak ada yang berubah. Restoran mereka menghargai orang-orang yang memiliki yang bukan tampang.


Pelayan itu hanya bisa memegang tagihan meja yang digunakan Yuu dan memanggil penjaga.


"Datanglah dan bawa anak ini ke pejabat setempat untuk mendekatkan hukumannya. Berani tidak membayar makanan! Lalu kurung saja binatang ini dan kirim bersama."


Pelayan itu melihat jika merak biru itu juga makan sesuatu di meja, jadi kirim saja.

__ADS_1


Penjaga segera datang dan restoran menjadi heboh untuk sementara waktu. Mereka tahu peraturan retorika terkenal ibu kota. Uang adalah muka di tempat ini. Sisanya tidak penting.


Ketika penjaga ingin membawa mereka, Yuu tidak mau. Dia hanya tidak bisa membayar bukan berarti miskin. Tapi sungguh kali ini tidak berdaya.


Dewa Binatang membawa penjaga gelap sebelumnya tapi tidak diizinkan datang. Lagi pula penjaga gelap juga tidak memiliki uang Dunia Langit saat ini.


Di saat keduanya hendak dibawa, sosok Xiu Jimei datang untuk keduanya. Dia mendapatkan pesan dari Ming Zise jika Dewa Binatang dan Yuu turun ke Dunia Langit untuk melihatnya.


"Tahan!" Xiu Jimei menghentikan tindakan mereka.


Pelayan dan penjaga melihat siapa yang datang, eskpresi kesal pun berubah hormat dan sedikit takut akan menyinggung orang. Banyak pelanggan yang sedang makan juga terkejut.


Itu Putri Xiu!


"Putri Xiu ... Selamat datang di restoran kami. Apakah Putri Xiu kenal tuan kecil ini?" Pelayan yang memegang tagihan tidak bodoh. Dia mencoba untuk bertindak adil. Lagi pula, dia tidak merasa lebih tinggi daripada orang lain.


Sebelum Xiu Jimei berbicara, Yuu sudah memanggilnya dengan sebutan 'saudari'.


Pelayan melihat jika anak itu mengenal Xiu Jimei, wajahnya sedikit pucat. Jika Xiu Jimei kesal atau marah, reputasi restoran mereka akan terpengaruh. Dia mungkin juga dipecat.


Xiu Jimei tidak peduli dengan pelayan. Dia menatap Yuu. "Kenapa tidak langsung datang ke tempat tinggalku. Ada banyak makanan di rumah jika kamu lapar," katanya.


"Aku hanya mencium aroma yang harum dari restoran dan ingin mencobanya." Yuu menjawab dengan jujur.


"Aroma yang harum?" Dai menaikkan sebelah alisnya lalu menatap pelayan.

__ADS_1


Pelayan itu segera mengerti. "Ini ... Ini hidangan baru yang menjadi favorit pelanggan akhir-akhir ini. Ayam bakar bumbu kuning yang dicampur rempah-rempah."


"Kalau begitu sajikan beberapa untukku." Xiu Jimei sudah duduk dan meminta pelayan menyingkirkan piring kotor.


Roh Bunga mengeluarkan sejumlah uang dsn menyerahkannya pada pelayan.


Melihat sekantong keping perak yang banyak, pelayan tidak berani lalai dan segera pergi untuk menyiapkan pesanan Xiu Jimei.


"Anak Majikan, kamu baru saja makan siang sebelumnya." Roh Bunga tampak tidak berdaya.


"Itu tadi, bukan sekarang." Xiu Jimei menghela napas.


"..." Roh Bunga tidak tahu lagi harus berkata apa.


Yuu mengabaikan Roh Bunga dan menatap Xiu Jimei dengan ekspresi senang.


"Gadis, akhirnya kamu di sini. Jika tidak, aku mungkin akan ditangkap dan diadili." Yuu mengeluh, pura-pura ketakutan.


Xiu Jimei tidak menjual kasih sayang padanya. "Jangan khawatir. Jika itu terjadi, aku akan menggunakan uang untuk mengeluarkanmu dari penjara."


"..." Benar-benar tidak berperasaan.


Merak biru tua tidak peduli dengan Yuu. Dia merasa jika Xiu Jimei terkenal di Dunia Langit.


"Kamu sangat terkenal? Pelayan itu takut padamu?"

__ADS_1


__ADS_2