Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Menjadi Rebutan Para Penilai


__ADS_3

Hantu api seperti kehilangan aura saat disentuh oleh Xiu Jimei. Tentu saja kini tidak berani macam-macam. Makhluk itu tampak seperti api mainan di tangannya.


Namun xiu Jimei merasa lapar saat ini. Tidak tahu apa yang terjadi, dia ingin makan sesuatu untuk mengembalikan energi di tubuhnya.


Hantu api itu ditanganinya oleh Xiu Jikai.


"Xiao Mei, apakah kamu sangat lapar?" tanya Wang Xuyue tampak heran melihat gadis itu sudah mengeluarkan makanan siap saji dari ruang spritual bawaan.


"Ya. Aku merasa lapar setelah menyentuh hantu api itu." Xiu Jimei mengeluh. Dia makan cukup banyak.


Untung saja hidangan keduanya bisa ditangani oleh Jia Lishan serta yang lain. Sedangkan hantu api sudah melarikan diri ke dekat Yan Yujie. Makhluk itu tidak nyaman saat berada di tangan Xiu Jikai. Seperti akan dilahap kapan saja.


"Yujie, hantu api ini sangat menyukaimu." Kin Wenqian mau tidak mau hanya memperhatikan hantu api dari kejauhan. Dia tidak berani dengan aura Yin.


Di sisi lain, guru pendamping kelompok Mei Rong datang untuk memastikan tidak ada yang terluka. Melihat hantu api kini sudah sekitar telapak tangan, dia terkejut.


"Bagaimana ini terjadi?" tanyanya.


Jia Lishan membuat alasan yang masuk akal. "Dia tiba-tiba saja mengecil saat berada di dekat Yan Yujie. Tampaknya tidak berbahaya juga. Hantu api ini sangat imut," jelasnya.


"..."


Imut?


Mereka bahkan melihat hantu api membuka mulutnya lebar-lebar, memelototinya mereka sambil menyemburkan api.


Di mana keimutannya?


Sementara itu, Mei Rong, Fan Li serta Mi Sai terkejut melihat hantu api kini berada di tangan Yan Yujie seperti hewan peliharaan yang patuh. Belum lagi mereka melihat hantu api mengecil ketika disentuh Xiu Jimei.


Ketiganya menggertakkan gigi. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Yan Yujie harus mati jika tidak, posisi raja hantu akan berpindah posisi. Inilah yang tidak diinginkan oleh raja hantu saat ini.


Melihat hantu api begitu jinak di tangan Yan Yujie, berarti sudah membuktikan jika aura raja menguar dari tubuhnya.


"Kita sudah mengikuti ujian ini namun tidak memiliki kesempatan untuk menyerangnya!" Mei Rong geram.


"Setelah ujian memasak kali ini, tugas berikut nya yaitu turun ke alam sekuler. Di sana aura spiritual sangat sedikit dan tidak terlalu menekan seperti di alam sekunder. Kita bisa bertindak di sana." Fan Li memikirkan rencana yang lebih baik.


"Ingat, setiap kali kita bertindak, selalu saja terkena sial! Kali ini aku tidak ingin gagal lagi!" Mei Rong tidak tahan. Dia hampir menendang wajan saat ini.

__ADS_1


Namun Mi Sai segera melindungi wajan berisi masakannya sendiri. Dia memarahi Mei Rong karena tidak menghargai kerja kerasnya. Jika tumpah, bagaimana mereka bisa menyelesaikan ujian ini?


Setelah insiden hantu api, suasana kembali normal. Semua tim berhasil menyelesaikan ujian memasak meski cukup melelahkan dan bosan. Semua hidangan itu dikumpulkan di meja seusai dengan urutan tim. Lalu beberapa pengawas ujian membawa makanan itu dan menghilang begitu saja.


Para murid hanya bisa beristirahat. Hasilnya akan diumumkan besok. Jadi hari ini, mereka akhirnya bebas kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ruang penilaian ujian bakat spiritual gabungan.


Para guru senior dari berbagai negeri dan dunia duduk di meja makan dengan tenang. Tidak ada permusuhan di antara mereka. Semuanya tampak normal.


Hari ini mereka akan mencicip semua jenis masakan dari berbagai tim ujian tanpa menyebutkan tim mana saja yang membuat makanan tersebut. Semuanya akan dinilai secara adil.


Segera, satu persatu hidangan disajikan di atas meja hingga membuat para perwakilan setiap negara dan dunia kagum.


"Awalnya kukira ujian memasak ini akan membuat mereka membuat makanan acak, siapa tahu, ini cukup bagus," kata perwakilan negeri Alam Baka merasa sedikit lapar.


"Tapi kita tidak tahu rasanya hanya karena mencium bau." Yang lain menahan diri.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo kita nilai dengan baik."


Semua senior perwakilan dunia dan negeri masing-masing mulai mencicipi hidangan yang disajikan oleh pihak panitia. Ada beberapa di antara makanan yang enak dan tidak enak. Entah itu hanya membuat makanan secara acak karena tidak bisa memasak atau lain sebagainya. Yang jelas, beberapa lidah mereka hampir mati rasa.


"Ini terlalu manis. Bagaimana bisa ayam bacem ini dicampur gula terlalu banyak!?"


"Ya Tuhan, ini masih mentah. Aku tidak suka daging setengah matang."


"Energi spiritual yang terkandung dalam makanan ini hilang. Cara memasaknya salah."


"Ah! Ini terlalu pedas! Aku tidak kuat makan pedas." Seorang senior perwakilan negeri lain langsung meninggalkan ruangan tersebut sambil menyentuh perutnya. Bahkan tak sengaja buang angin.


"..." Yang lain mengomentarinya karena tidak sopan.


"Kenapa penampilannya saja yang menggoda tapi rasa tidak sesuai ekspektasi?"


Perwakilan dari Dunia Hantu bahkan ingin menangis. Lidahnya mungkin tidak bisa mengecap banyak rasa, namun dia juga ahli dalam bidang makanan.


"Haih .... Lupakan saja. Sayang sekali memberikan nilai kecil." Orang yang duduk di sebelahnya hanya bisa menggelengkan kepala. "Apakah Dunia Hantu memiliki masakan yang lazim untuk manusia?" tanyanya tanpa sengaja.

__ADS_1


"Ya, tidak ada bedanya dengan dunia kalian." Perwakilan Dunia Hantu mengangguk kecil.


Tidak semua penghuni Dunia Hantu membenci penghuni dunia lain. Perwakilan Dunia Hantu hanya diutus mengantar para murid mengikuti ujian ini setelah tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ikut.


Lalu setelah makanan tim lain dicicipi dengan banyaknya komentar konyol.


Kemudian hidangan lain disajikan. Kali ini aroma yang kaya akan rempah-rempah mencuri perhatian para penilai. Namun mereka khawatir rasanya tidak sesuai dengan ekspektasi jadi bersikap biasa saja.


Hidangan di depan mereka kali ini memiliki banyak isian. Ada udang, potongan daging sapi, jamur serta sayuran. Masih banyak lagi isian. Sangat lengkap.


Mereka kebingungan.


"Hidangan ini bahkan lebih tidak meyakinkan lagi. Lihatlah, begitu banyak bahan yang dimasak."


"Tapi aromanya jauh lebih enak dari makanan lain. Di negeriku sendiri tidak ada yang seperti ini."


"Kalau begitu cicipi saja."


Mereka melakukan suapan pertama. Berpikir jika rasanya mungkin akan terlalu asin atau manis karena terlihat agak cokelat mengkilap. Siapa tahu saat mereka mengunyahnya, ledakan rasa baru langsung mengosongkan pikiran.


"..?!!!" Mereka menatap tumis campur-campur itu dengan mata terbelalak.


Ya Tuhan! Ini surga! Rasa ini hanyalah surga! Mereka belum pernah makanan hidangan selezat ini. Jadi, tanpa perlu berpikir banyak, hidangan di piring itu menjadi rebutan.


"Aku dulu yang mengambilnya!"


"Tidak! Ini jelas udang ku!"


"Hei! Daging sapi ini lembut, gurih dan penuh rasa laut. Jangan ambil punyaku!"


"Ini jelas punyaku!"


"Perwakilan Dunia Hantu, jangan serakah!"


Perwakilan alam sekuler segera mengambil beberapa potong tumis campur-campur saat perwakilan Dunia Hantu begitu lihai memasukkan makanan ke piring sendiri.


"Siapa cepat dia dapat!" Yang lain tidak peduli.


"Ini jelas bagianku!"

__ADS_1


"Tidak, ini milikku!"


Keributan di ruangan itu menarik perhatian pihak lain. Kenapa begitu berisik seperti sedang rebutan barang di pasar sayur?


__ADS_2