
Tentunya Shuilong merupakan makhluk yang sombong. Dia telah hidup lama di dunia ini dan berjanji pada diri sendiri untuk membalas dendam pada Tuit Tuit. Sekarang burung phoenix itu bukan hanya melarikan diri tapi dirinya juga bertemu musuh yang kuat.
Shuilong tidak mau mengakui kekalahan. Jadi setelah dia pecah menjadi air, sosoknya terbentuk lagi. Selama ada air di sekitarnya, ia tak terkalahkan sama sekali. Whitely, Xiu Jimei dan Xiu Jikai sepertinya menyadari masalah tersebut.
Mereka ada di tengah lautan tak bernama, Shuilong lebih diuntungkan. Bahkan seberapa banyak Whitely mengalahkannya nanti, Shuilong bisa pecah menjadi air dan pecah kembali.
"Dia tidak kuat tapi sulit untuk mati," ujar Whitely.
"Lalu, bagaimana sekarang?" tanya Xiu Jimei
"Bakar saja dengan api iblisku," jawab Xiu Jikai.
"Tidak." Whitely menggelengkan kepala. "Ini dunia sekuler. Jika menggunakan api iblis, mudah untuk memancing pihak lain yang membenci ras iblis. Atau mungkin memancing ras iblis itu sendiri. Merepotkan jika mereka mencari tahu dari mana kita berasal."
Xiu Jikai terdiam dan memikirkannya juga. Sepertinya apa yang dikatakan Whitely ada benarnya.
"Terserah saja kalau begitu." Dia tidak mau repot berpikir saat ini. Adiknya pasti memiliki rencana sendiri.
Shuilong masih sama seperti sebelumnya. Dia tidak akan kehabisan energi selama air ada di sekitarnya. Walaupun Whitely kuat dan memiliki darah naga di tubuhnya, ia masih unggul saat ini. Biarkan mereka melawannya sampai kelelahan. Setelah itu, dia akan membunuh mereka semua dalam satu kali serangan.
"Hah! Manusia, coba lawan aku lagi. Apakah kamu masih memiliki kemampuan?" Shuilong menyipitkan mata dan mendengus.
__ADS_1
"Oh, sombongnya," gumam Xiu Jimei. Dia memiliki banyak jurus, tapi tidak tahu harus memakai yang mana.
Sebenarnya tidak sulit bagi Whitely untuk menyerang Shuilong jika mau. Tapi di dunia sekuler, baik Whitely ataupun Xiu Jimei dan Xiu Jikai, tipisnya energi spiritual di udara membuat penyerapan aura terhambat. Sulit jika ingin memulihkan energi spiritual.
Tak lama, Tuit Tuit muncul bersama Blacky. Gadis kecil itu tidak sepucat sebelumnya dan mampu berdiri dengan baik.
"Tuan, biarkan aku yang menghadapinya," kata Tuit Tuit.
"Kamu? Apakah kamu yakin?" Xiu Jimei tidak yakin dengan tubuh kecilnya. Walaupun kekuatan Tuit Tuit mengikuti sesuai dengan kultivasi pengontraknya sendiri, tapi tubuhnya masih agak lemah.
Tuit Tuit tidak lagi menunjukkan ekspresi malas atau main-main seperti hari-hari biasanya. "Tentu saja aku yakin. Jika tidak, apakah aku mencari kematian ku sendiri?"
"Oh, bagus lah kalau kamu sadar diri."
Shuilong melihat Tuit Tuit dengan mata penuh kebencian. Mendengar bahwa dia ingin melawannya, tentu saja sangat dinantikan. Meski Shuilong tak bisa melihat kedalaman kultivasi Xiu Jimei, namun harusnya tidak rendah.
Tapi jadi apa?
Lautan ini adalah hidupnya. Selama ada air, ia tak perlu takut dengan kematian.
Shuilong tertawa dan mengejek Tuit Tuit. "Ziyura, kamu memang tak pernah berubah. Tapi kali ini, aku tidak akan kalah lagi darimu. Kemunduran kultivasi ku di masa lalu pasti akan kubalas hari ini!"
__ADS_1
Tanpa ragu, Shuilong langsung menyerang Tuit Tuit tanpa menghiraukan keberadaan yang lainnya. Namun Tuit Tuit tidak bodoh dsn menghindar lebih dulu. Shuilong memaksa mereka untuk menghindar namun Xiu Jimei enggan. Jadi dia sengaja menampar wajah Shuilong hingga naga biru itu meraung kesakitan. Lagi-lagi, tubuhnya menjadi air dan pecah.
"Lebih sopanlah sedikit. Tidakkah kamu tahu bahwa merampok jalan orang lain itu ilegal?" Xiu Jimei kesal.
"..." Ini lautan, bukan jalanan tanah yang penuh debu, batin Shuilong. Tapi ia akui jika Xiu Jimei memang kuat.
Shuilong kembali membentuk tubuhnya. Kali ini dia tidak lagi berani menabrak mereka tapi sengaja melewatinya. Jika dia terus melakukannya, mungkin Xiu Jimei akan menggunakan trik yang sama.
Ia dan Tuit Tuit bertarung di sisi lain. Xiu Jimei memperhatikannya dengan baik. Tuit Tuit memang bisa menyeimbangkannya. Kali ini tubuhnya tidak lagi ditekan oleh energi spiritual Shuilong.
Tuit Tuit menggertakkan gigi. "Shuilong, pada akhirnya, kamu yang sekarang dan yang dulu tak ada bedanya."
Tuit Tuit memfokuskan diri pada energi spiritual yang dikumpulkan di tubuhnya. Lalu kemudian, tubuhnya mengeluarkan cahaya jingga keemasan. Shuilong waspada. Dia merasakan betapa kuatnya energi spiritual yang menyelimuti gadis kecil itu.
Xiu Jimei menaikkan alisnya. Tuit Tuit akan segera menaikkan level kultivasinya.
"Yah, jika dia naik level, maka Shuilong tidak ulit untuk dikalahkan," gumamnya.
Siapa yang menduga, jika tubuh Tuit Tuit yang penuh dengan energi spiritual langsung berubah menjadi seekor phoenix jingga kemerahan.
Suara seekor burung phoenix terdengar menggema di lauran tak bernama. Shuilong menatap seekor burung phoenix raksasa yang mencoba untuk menyerangnya.
__ADS_1
"Apa?! Bagaimana mungkin?" Shuilong tampak tidak percaya.