
Pada malam harinya, Xiu Jimei dan Ming Zise pergi ke pasar malam yang cukup ramai. Ada banyak pedagang yang berteriak menawarkan dagangannya. Beberapa pasangan tua atau muda juga lalu-lalang.
Xiu Jimei membeli beberapa makanan di sepanjang perjalanan sehingga Ming Zise harus memegang sisa makanan yang tak muat dipegang oleh gadis itu.
Keduanya cukup menarik perhatian. Hampir semua orang tahu tentang Xiu Jimei sehingga ketika gadis itu bersama seorang pria yang tampak misterius, mereka diam-diam mengaguminya.
Terlahir dengan kecantikan yang luar biasa dan bersanding dengan pria yang juga luar biasa, ini hanya pahatan para dewa.
Ming Zise puas dengan tatapan orang-orang yang mengaguminya.
Di saat keduanya sedang memilih jenis topeng binatang di salah satu toko, Lei Mo dan Huang Fu Shi menyapanya.
"Oh, si cantik sedang jalan-jalan dengan tunangannya. Sangat iri~" goda Lei Mo dengan nada agak bercanda. Namun tiba-tiba saja dia merasakam hawa dingin di punggungnya. Siapa yang ingin dia mati kali ini?
Xiu Jimei terkejut, tidak memperhatikan kelainan Lei Mo. Dia melihat keduanya juga ada di pasar malam. "Kalian di sini juga? Apakah kalian berdua bengkok (*g*y*)?" tanyanya agak menyindir Lei Mo.
"..." Lei Mo yang dipukul oleh seribu rasa sakit diam-diam mengumpat di hatinya. Apakah pergi menikmati pemandangan malam harus selalu bersama lawan jenis?!
Huang Fu Shi menggelengkan kepala, tersenyum tidak berdaya. Ia menatap Xiu Jimei sebentar. "Apakah kamu sudah tahu jika restoran kekaisaran mengeluarkan menu andalan mereka malam ini?"
"Makanan? Makanan apa?" Tentang makanan, Xiu Jimei lebih cepat memproses otaknya. Ming Zise tidak berdaya.
"Ini ayam pengemis yang dibuat khusus dengan banyak bumbu."
__ADS_1
"Ayam pengemis?! Apakah kamu yakin? Tumben restoran kekaisaran memiliki menu ini. Kupikir mereka akan menyembunyikan makanan ini?" Xiu Jimei memiliki pikiran buruk tentang keluarga kekaisaran. Bahkan dia tak sadar jika Huang Fu Shi adalah putra mahkota.
Huang Fu Shi tertawa ringan. "Ayah kaisar ingin membujuk ibuku yang marah. Dia melakukan banyak upaya hingga akhirnya ibuku tergerak dengan ayam pengemis ini. Ayah kaisar pun langsung meminta restoran kekaisaran untuk membuat makanan tersebut dalam jumlah banyak pada hari sebelumnya."
Proses membuat ayam pengemis ini tidak mudah dan banyak langkah. Cara memasaknya juga unik seta membutuhkan banyak waktu. Tak heran jika harga ayam pengemis ini mahal. Tidak banyak orang yang mampu membelinya.
Xiu Jimei sebenarnya tahu cara membuat makanan ini tapi dia jarang sekali melakukannya.
"Aku tidak tahu tentang ini. Kalau begitu ayo pergi ke sana dan makan." Xiu Jimei langsung mengajak keduanya. "Aku yang bayar."
Lei Mo tentu saja senang setelah tahu bahwa Xiu Jimei akan mentraktir mereka. "Baiklah, baiklah. Ayo pergi!"
"..." Ming Zise yang kencan nya terganggu mau tidak mau langsung menunjukkan ekspresi tidak suka.
Setibanya di restoran kekaisaran, banyak pelanggan yang datang. Kebanyakan dari mereka minum anggur hingga sedikit mabuk. Tapi aroma ayam pengemis sudah menguar hingga ke luar restoran sebelumnya.
Huang Fu Shi memesan salah satu kotak yang biasa dia gunakan. Sebagai putra mahkota Kekaisaran Langit, pemilik restoran juga tahu tentang kotak yang sering digunakan Huang Fu Shi.
"Ming Ming, restoran ini tidak semegah di Alam Para Dewa," ujar Xiu Jimei pelan.
Ming Zise mengangguk ringan. Tentu saja berbeda. Alam Para Dewa sangat kaya. Jika ingin membangun sesuatu, setidaknya sudah dua atau tiga kali lipat lebih megah dari bangunan Dunia Langit.
"Meski tidak megah, energi spiritual di sini bagus." Ming Zise hanya melirik sekitar dan merasakan energi spiritual yang ada di udara.
__ADS_1
Tidak heran restoran kekaisaran ini akan ramai setiap hari. Banyak kultivator berkumpul di sini untuk menyantap makanan penambah energi. Belum lagi bisa menyerap energi spiritual yang ada di sekitarnya.
Namun Ming Zise yakin jika energi spiritual yang ada di restoran tersebut bukan terbentuk secara alami. Pasti ada perantara yang menciptakan energi spiritual tersebut.
Lei Mo sepertinya menyadari sesuatu setelah melihat ekspresi Ming Zise. "Ada formasi di tempat ini yang berfungsi untuk mengumpulkan energi spiritual dalam jumlah tentu."
"Formasi? Ini benar-benar tidak biasa," gumam Ming Zise.
Setalah kotak dipesan, mereka segera pergi dan menunggu makanan disajikan. Tentu saja makan ayam pengemis tidak cukup untuk Xiu Jimei. Gadis itu juga memesan hidangan lain yang tak kalah mahal. Bahkan pelayan yang menerima pesanan itu ingin menangis diam-diam.
Sungguh anak-anak keluarga kaya.
Ketika semua makanan disajikan, Xiu Jimei sudah tidak sabar untuk memakannya. Tapi Mereka tak sengaja mendengarkan percakapan yang ada di dalam kotak sebelah.
"Apakah kalian sudah dengar? Sungai Negeri Alam Baka mengering sore tadi dan kini berita itu mulai menyebar luas ...."
Xiu Jimei yang bagus saja memakan sesuap ayam pengemis langsung mengerutkan kening.
"Sungai Negeri Alam Baka kering?" gumamnya.
...****************...
NT: Tentang ayam pengemis, Author akan membiarkan Chen Sisi memasaknya di novel Koki Cantik Sang Raja. Maaf, tiga novel belum update.
__ADS_1