
Untuk pertama kalinya Xiu Jimei melihat istana kekaisaran di alam sekuler. Setidaknya, lebih luas daripada yang ia bayangkan. Ini sangat berbeda dengan istana kekaisaran di Dunia Langit. Karena sebagian kaisar di Dunia langit tidak memiliki selir, maka istana kekaisaran juga tidak luas atau besar tapi penuh kemewahan.
"Aku lapar. Apakah ada makanan di istana kekaisaran?" Xiu Jimei menyentuh perutnya yang sedikit keroncongan.
Perjalanan ini jauh dan ia makan sedikit waktu itu. Dia tidak bisa mengeluarkan camilan zaman modern yang ada di ruang spiritual bawaannya. Ia khawatir ada orang lain yang mengenalinya.
Salah satu bawahan Jenderal Ye mencibir lagi dan lagi. “Kalian dibawa ke sini untuk diinterogasi bukan untuk makan. Apakah kamu berpikir istana kekaisaran adalah restoran?” tanyanya.
Tak lama setelah prajurit kecil itu berkata demikian, Jenderal Ye meliriknya dengan dingin. Mau tidak mau prajurit kecil itu segera menutup mulutnya dengan enggan. Keringat dingin tiba-tiba saja membasahi punggungnya. Aura jenderal Ye sungguh luar biasa.
Jenderal Ye tidak terlalu menganggap serius kata-kata Xiu Jimei. Lagi pula selama orang tidak bodoh, Xiu Jimei tidak mungkin mengajukan pertanyaan seperti itu di depan kaisar.
Xiu Jimei mendengkus saat mendengar apa yang dikatakan oleh prajurit kecil itu. Jika dia orang jahat, prajurit itu sudah lama kehilangan nyawanya.
Saat memasuki aula istana tempat di mana kaisar berada, Elder Chi dan rombongannya didorong cukup kasar lalu diminta untuk berlutut. Xiu Jimei dan Xiu Jikai tak terkecuali. Tapi si kembar jelas tidak mau berlutut. Belum lagi, Xiu Jimei tidak perlu berlutut di depan para dewa. Beraninya mereka sebagai manusia alam sekuler meminta gadis itu berlutut.
Jenderal Ye kesal saat melihat jika si kembar itu tidak berani menghormati kaisar mereka. "Berlututlah dan minta pengampunan Kaisar!" Suaranya dingin. Ia langsung menguarkak auranya agar menekan tubuh si kembar.
Tapi entah apa yang terjadi, Jenderal Ye merasa ada perlawanan balik saat auranya sengaja diarahkan pada Xiu Jimei. Lalu tampaknya darah naik ke tenggorokannya. Jenderal Ye tertegun sebentar dan menarik kembali energi spiritual yang menguar di udara. Ia menatap Xiu Jimei dengan heran.
Apakah gadis itu melakukannya?
__ADS_1
Xiu Jimei memutar bola matanya, menatap Jenderal Ye dengan simpati, lalu bergumam. "Jangan sok di depanku. Hanya tingkat raja roh saja, jangan bangga. Percaya atau tidak, sekali tamparan tanganku, mungkin kamu bisa mati."
Ia tidak peduli dengan kekasaran Jenderal Ye atau nada bicaranya yang dingin. Lagi pula, sebagai penghuni alam sekunder yang lebih tinggi, dia tidak bisa menggertak orang lemah terlalu banyak bukan?
Tapi Jenderal Ye yang mendengar ucapan gadis itu, sedikit pucat. Dia tak mengakui bahwa dirinya merupakan kultivator paling kuat di bumi ini. Mereka yang lebih kuat kadang tersembunyi. Namun tidak pernah terpikirkan bahwa Xiu Jimei lebih daripada dirinya.
Siapa sebenarnya gadis itu?
Tepat saat Jenderal Ye bergulat dengan pikirannya, Zhongkui memecahkan keheningan.
"Itu dia! Gadis itu yang ingin membunuhku. Elder Chi dan kelompoknya berkomplot untuk membunuhku dan Yan Chan. Yan Chan adalah muridku sejak lama dan aku telah membesarkannya dengan baik. Tapi Meraka membunuhnya, ini tak bisa dimaafkan!" Zhongkui merasa bangga lagi setelah tiba di istana.
Jadi bagaimana jika Xiu Jimei tahu dirinya bukan peramal tapi seorang penyihir? Tidak ada yang akan mempercayainya. Dia yakin Yan Chan pasti sudah mati di tangan mereka. Lagi pula, Yan Chan juga mempelajari ilmu sihirnya diam-diam tanpa sepengetahuan Yan Chan sendiri. Xiu Jimei sepertinya menentang keberadaan para penyihir. Jadi Yan Chan pasti dibunuh untuk menebus dosa klan penyihir.
"Kupikir kamu tidak akan mengakui keberadaan ku. Sepertinya Peramal Zhong yang dibanggakan tidak bisa meramalkan hal lain?" Xiu Jimei menyentuh dagunya.
Belum sempat pertengkaran terjadi, orang-orang kaisar yang ada di sana diam-diam berkeringat dingin. Xiu Jimei dan Xiu Jikai tidak Berlutut. Elder Chi serta rombongannya sudah berlutut cukup lama, meminta pengampunan kaisar.
"Ramalanku, aku tahu sendiri! Tapi kamu, gadis —berlututlah ketika melihat Kaisar! Apa yang kamu lakukan dengan berdiri? Ingin menentang Kaisar??!" Zhongkui memelototinya, bertingkah seolah-olah dia adalah tetua yang baik.
Kaisar Shui yang duduk di takhta menaikkan sebelah alisnya, tidak terlihat marah atau senang. Ia memperhatikan Xiu Jimei dan Xiu Jikai yang sebelumnya dipaksa berlutut oleh Jenderal Ye, tapi gagal. Melihat Jenderal Ye yang masih pucat dan berkeringat di dahinya, Kaisar Shui mengerutkan kening.
__ADS_1
Kaisar Shui merasa jika si kembar yang terlihat luar biasa pada pandangan pertama ini bukan sembarangan orang. Mungkin saja seorang kultivator yang tak bisa diprovokasi keberadaannya.
Benar saja, setelah Zhongkui berkata, Xiu Jimei menatap pihak lain dengan ekspresi aneh. "Kenapa aku harus berlutut untuk kaisarmu. Aku bukan rakyatnya. Lagi pula, aku tidak pernah berlutut untuk siapapun, bahkan para dewa-dewi di Alam Para Dewa tidak membiarkanku berlutut," jelasnya datar, seolah-olah bukan hal baru baginya.
Perkataan Xiu Jimei mengejutkan banyak pihak yang hadir, seperti petir yang menggelegar di langit biru. Apakah gadis itu berhalusinasi, bertemu dewa-dewi? Lagipula, di mana itu Alam Para Dewa?
Alam Para Dewa bukan sesuatu yang bisa disentuh oleh orang-orang alam sekuler. Wajar jika mereka tidak tahu tentang ini.
"Alam Para Dewa? Kamu berpikir cantik! Jangan berpura-pura menjadi luar biasa! Lagi pula di mana itu Alam Para Dewa? Kenapa kami bahkan tidak pernah tahu?"
Zhongkui mencibir. Ia memiliki temperamen yang buruk saat marah. Lagi pula selama memiliki identitas sebagai peramal di negara ini, tidak ad yang berani membantah kata-katanya.
Xiu Jikai yang sudah lama diam akhirnya buka suara. "Jika kamu ingin tahu, maka terbanglah ke langit dan tembus alam keempat. Tidak ada gunanya menjelaskan sesuatu pada orang yang bahkan tidak layak tahu!"
Alam Para Dewa menempati posisi keempat di alam semesta ini. Alam sekuler merupakan yang terbawah, lalu di tingkat kedua ada alam sekunder. Kemudian di tingkat ketiga ada Istana Langit yang dipimpin oleh Pangeran Agung Zishu. Dan tingkat keempat adalah Alam Para Dewa.
Zhongkui dibungkam oleh laki-laki itu. Dia tidak tahu banyak tentang hal-hal seperti itu. Dia khawatir jika kata-kata keduanya bukan omong kosong sama sekali.
Akhirnya, Kaisar Shui yang menyaksikan dari awal hingga akhir, buka suara. "Apakah kalian dari alam sekunder?" tebaknya.
Kaisar Shui memiliki lebih banyak pengetahuan ketimbang yang lain. Dia telah belajar dari gurunya yang eksentrik. Gurunya pernah berkata bahwa dunia ini bukan yang terkuat. Ada alam lain yang lebih kuat di atas langit. Jadi tidak boleh sombong karena kekuatan yang dimiliki.
__ADS_1
Kaisar Shui khawatir jika perkataan gurunya di masa lalu akan terjadi hari ini.