
Namun semua kekhawatiran Xuan Xing tersapu setelah Xiu Jimei menjelaskan bahwa cepat atau lambat, Kaisar Alam Baka pasti akan terkena sial karena beranak menipunya untuk mengikuti lomba.
Sejak awal dia tahu jika niat Kaisar Alam Baka tidak sesederhana mengadakan lomba makan terbanyak hanya demi bisa memasuki Hutan Alam Baka.
"Maaf, Xiao Mei. Jika bukan karena aku, kamu pasti tidak akan masuk jebakan kaisar untuk mengikuti lomba ini," kata Wang Xuyue merasa lebih bersalah. Dia hanya diberi tahu ayahnya soal lomba ini, lalu teringat Xiu Jimei yang suka makan.
Xiu Jimei menggelengkan kepala. Ekspresi ceroboh nya hilang dan digantikan dengan wajah datar dan penuh kedewasaannya.
"Jangan salahkan diri sendiri. Sejak awal aku memang berniat datang ke sini untuk mencari banyak banyak. Hutan Alam Baka ini cukup menarik. Sayangnya ujian bakat spiritual gabungan dihentikan sebelumnya dan belum sempat menjelajahi tempat ini," jelasnya.
"Benar! Sangat disayangkan." Kin Wenqian juga setuju.
Xuan Xing memperhasi Xiu Jimei yang menghilang sifat cerobohnya saat ini. "Kamu lebih cantik saat menjadi diri sendiri," katanya.
Xiu Jimei terkejut dan mau tidak mau sedikit canggung. Xuan Xing bukan gadis yang mudah ditipu dan kebanyakan bersikap dingin dan tidak peduli di permukaan. Tapi penglihatannya selalu tajam.
"Kupikir kalian akan lebih nyaman jika aku sedikit tidak berguna," timpal Xiu Jimei.
"Kenapa kamu berpikir demikian?" Wang Xuyue terkejut. "Tentu saja tidak. Senang rasanya memiliki saudara perempuan yang kuat. Sungguh, aku rela menjadi pengikut mu untuk menindas para baji*gan."
"..." Yang lainnya tersenyum tidak berdaya. Wang Xuyue berlebihan tapi juga tidak salah.
Xiu Jimei selalu kekanak-kanakan, membuat mereka akan berpikir jika gadis itu terllau depresi atau takut ditinggalkan. Mereka semua adalah anak-anak dari orangtua yang telah bersahabat satu sama lain. Apa yang harus dipermasalahkan?
Xiu Jimei dan Xiu Jikai kembar, tidak ada yang berbeda dari mereka kecuali ekspresi. Xiu Jimei bisa diartikan sebagai gadis yang menghancurkan kecantikan kota. Dan Xiu Jikai telah dijuluki sebagai laki-laki yang menjatuhkan seisi kota. Keduanya sangat serasi.
Bahkan Jia Lishan menepuk bahu Xiu Jimei. "Memiliki orang kuat dalam kelompok, ini berkah kami."
"..." Aku lebih suka berpura-pura bodoh, batin Xiu Jimei. Dia menghela napas dan tidak menahan dirinya untuk tersenyum.
"Terima kasih semuanya."
"Jangan sungkan. Kenapa harus mengucapkan terima kasih? Kita adalah sahabat!" Xuan Xing mendengkus. "Ingatlah untuk berkunjung ke rumahku. Ayah selalu ingin melihatmu. Aku selalu merasa menjadi anak yang tertukar selama ini. Ayahku lebih mengkhawatirkan mu daripada aku."
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka tertawa bersama. Beruang cokelat tidak mau ikut campur dalam urusan mereka. Dia memanggang ikan sebanyak-banyaknya dan makan sendiri.
"Apakah kita hanya akan makan ikan panggang? Ini tidak seru. Xiao Mei, aku ingin sup ikan yang gurih dan segar." Wang Xuyue protes.
"Kalau begitu kamu harus bantu aku menyiapkan segalanya." Xiu Jimei tidak menolak.
"Tentu saja. Ini tidak masalah." Wang Xuyue bersemangat.
Pada akhirnya, mereka memasak banyak hidangan. Sup ikan yang segar, ikan panggang dengan sambal kecap, ayam panggang bumbu kecap serta tumis kangkung. Mereka juga memiliki nasi putih saat ini. Beruang cokelat tidak mengira jika mereka akan memiliki banyak hal untuk dimakan.
Menjadi manusia itu merepotkan!
Xiu Jimei biasanya makan paling banyak. Dia makan sup ikan pelangi yang kaya gizi dan menyimpan sisanya untuk besok pagi.
Anak beruang roh kuno memilih bagian ikan panggang yang besar. Dia makan di samping Yan Yujie dan sesekali akan menatap beruang cokelat.
Beruang cokelat tak bisa menahan dirinya untuk penasaran.
"Ya. Dia berasal Dunia Kecil Array Kuno."
"..." Dia tahu dunia itu tapi hanya berasal dari mulut ke mulut para binatang migrasi lain.
"Ambilah sedikit madu untuk beruang peliharaan ku." Yan Yujie ingat jika beruang cokelat memiliki madu.
"..." Beruang cokelat tidak mau berbagi madu. Tapi dia enggan menanggung kemarahan binatang roh yang lebih tinggi.
Tak lama setelah dia pergi mengambil madu, Tuit Tuit terbang kembali ke dalam gua dan hinggap di bahu Xiu Jimei.
"Kamu begitu lama, apakah kamu bermain lebih dulu?" tanya gadis itu.
"Yah, menghirup udara segar lebih dulu. Kaisar alam baka dan permaisuri bertengkar kali ini dan ada banyak kesalahpahaman. Ini kecerobohan pria tua itu," jelas Tuit Tuit.
"Kenapa mereka bertengkar?"
__ADS_1
"Ini karena ceri merah api yang kamu kirimkan padanya. Kaisar tidak suka makana pedas dan dia memakannya tanpa ragu. Kasimnya juga kena imbasnya. Pada akhirnya, kaisar dan kasimnya sama-sama menderita."
"..." Yang lainnya membayangkan apa yang terjadi dengan keduanya kali ini. Terutama Wang Xuyue, Xuan Xing dan Yan Yujie. Mereka tahu seperti apa Kaisar Alam Baka itu.
"Layak untuk dobedi pelajaran. Sayangnya aku tak bisa meminta Wang Zheming memakannya juga." Xiu Jimei menatap Wang Xuyue. "Ayahmu lebih pintar. Tidak mudah untuk menipu dia."
Wang Xuyue ingin membayar rasa bersalahnya. "Jangan khawatir, mari kita dapatkan sesuatu yang lebih baik di masa depan dan aku sendiri yang akan memberikannya pada ayahku. Bukankah apapun yang diberikan seorang anak pada orangtuanya, tidak akan diragukan sama sekali?"
"Ha ha ... Yueyue, kamu pintar!" Kin Wenqian setuju kali ini.
Akhirnya mereka sepakat untuk memberi Wang Zheming pelajaran yang berharga di masa depan. Tapi kemudian, Jia Lishan mengkhawatirkan sesuatu.
"Tidakkah ada burung mata-mata di sekitar kita?"
Tuit Tuit akhirnya meyakinkan. "Jangan khawatir, burung kecil yang tidak berdaging itu sudah aku buang ke sarang elang."
"Hah? Sarang elang?"
Apa yang dikatakan Tuit Tuit tidak salah. Burung kolibri biru yang sebelumnya sengaja memata-matai kelompok Xiu Jimei sudah terkapar di sarang elang saat ini, pingsan dengan lidah menjulur ke samping. Burung kolibri biru mendapatkan tindakan maut Tuit Tuit sebelumnya.
Sarang elang roh yang besar tidak cocok untuk burung kecil itu. Sehingga saat seekor elang dewasa kembali ke sarang dsn melihat burung itu, tanpa ragu langsung ditendang dari ketinggian.
Burung itu terlalu kecil untuk dimakan. Lagi pula, sesama burung, elang masih enggan untuk melahap jenis rasanya sendiri.
Kaisar Alam Baka belum tahu jika burung kolibri yang sengaja dibiarkan mengintai Xiu Jimei sudah hilang.
Sementara itu saat malam tiba, kelompok Xiu Jimei memilih untuk beristirahat. Beruang cokelat memiliki tempatnya sendiri untuk tidur jadi tidak mengganggu mereka.
Pada malam hari, cuaca cukup dingin. Mereka semua memiliki kantong tidur masing-masing dan mulai beristirahat. Pagi buta besok, mereka harus bersiap untuk memasak dan melanjutkan perjalanan.
Ketika Xiu Jimei tertidur, dia langsung ditarik ke dalam mimpi yang familiar. Dalam mimpi itu, dia bertemu Ming Zise.
"Ming Ming?" Xiu Jimei bingung. Kenapa dia memimpikan pria itu sekarang?
__ADS_1