Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Wang Zheming Ditipu Putrinya


__ADS_3

Xiu Jimei tidak begitu berdarah dingin. Dia mengeluarkan botol pil untuk mengurangi efek dari buah herbal tersebut. Setidaknya, Yan Yujie harus mempertahankan tubuh kehitamannya selama sehari penuh. Mungkin besoknya, warna kulitnya akan kembali normal.


"Kenapa ular itu memiliki buah seperti ini untuk dijaga? Apakah ini benar-benar harta?" Jia Lishan penasaran.


Setelah semuanya memancing, api unggun pun dibuat dan ikan dipanggang apa adanya.


"Jika itu buah herbal, bukankah harusnya memiliki khasiat yang bagus untuk tubuh? Apa gunanya menjadi hitam?" Fu Yiyuan juga penasaran.


Xiu Jimei menggelengkan kepala. "Lihat saja besok, apakah ada perubahan pada tubuh kakak sepupu atau tidak," jawabnya.


Yan Yujie sebagai kelinci percobaan saat ini mau tidak mau menangis dalam hatinya. Demi adik sepupu yang paling disayangi, dia rela melakukan apa saja. Bahkan jika tubuhnya harus hitam seperti sekarang.


Kemungkinan besar jika pulang ke rumah, orangtuanya tidak akan mengenali nya sama sekali bukan?


Aroma ikan bakar langsung tercium sehingga membuat mereka keroncongan. Fi Yiyuan dan Fu Yanchi jarang makan di rumah. Keduanya mengonsumsi pil kenyang sehingga tidak akan mudah lapar selama seminggu atau beberapa hari.


Tapi melihat ikan bakar yang dipanggang di api unggun, keduanya jelas ingin makan nasi.


"Semoga saja malam nanti tidak akan ada gangguan binatang buas. Jangan lupa memasang array di sekitar tenda." Fu Yiyuan mengingatkan mereka.


Ikan bakar kecap sudah matang. Xiu Jimei membuat sambal bawang yang enak sehingga semua orang merasa bahwa ikan bakar dengan sambal yang pedas sangat enak dan membuat nafsu makan meningkat.


Ming Zise tidak terlalu berselera dengan makanan. Dia hanya memisahkan daging ikan dari durinya yang cukup mengganggu untuk dimakan bintang phoenix nya. Sebenarnya, Xiu Jim mampu melakukan hal tersebut seorang diri tapi karena Ming Zise mengambil inisiatif, dia tidak menolak.


Saat makan, mereka mengobrol tentang banyak hal. Jarang berkumpul dengan dua bersaudara keluarga Fu, Wang Xuyue serta yang lainnya mengambil banyak topik pembicaraan.


Setelah makan, perut semua orang kenyang.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita berkeliling sebentar? Lalu kumpulan kayu bakar untuk api unggun malam nanti," usul Fu Yanchi.


Yang lain juga setuju. Untuk mencerna makanan yang masuk ke perut, mereka mulai berjalan-jalan tak jauh dari tenda. Yan Yujie yang kehitaman mau tidak mau ikut dengan mereka. Untungnya tidak ada orang lain di sekitar, sehingga Yan Yujie tidak akan malu untuk berjalan-jalan sendiri.


Memeluk anak beruang putih roh kuno, Yan Yujie melihat sarang tawon yang ada di salah satu pohon mangga liar. Pohon itu tidak terlalu tinggi sehingga Yan Yujie bisa melihat seberapa besar sarang tawon roh itu.


Hanya saja fokus Yan Yujie bukan pada sarang tawon melainkan pada buah mangga yang ranum. Ada banyak mangga menguning di atas sana dan dia tertarik untuk makan mangga. Dia yakin jika mangga liar biasanya lebih manis. Kenapa tidak binatang roh yang memetiknya?


"Beruang kecil, haruskah kita memetik mangga?" tanyanya pada anak beruang roh kuno di pangkuannya.


"..." Anak beruang putih roh kuno melihat sarang tawon di dahan pohon mangga yang rimbun, entah kenapa merasa firasat buruk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tuit Tuit terbang menuju rumah keluarga Fu. Dia mencari keberadaan Wang Zheming yang saat ini berada di salah satu ruangan keluarga Fu. Tuit Tuit hinggap di kusen jendela, berkicau beberapa kali hingga mengalihkan perhatian Wang Zheming dari laporan istana kekaisaran yang baru saja didapatnya.


Pria itu melihat seekor burung jingga kemerahan membawa buah herbal yang mirip bluberi di mulutnya.


Wang Zheming tentu saja tahu burung itu milik siapa. "Ini peliharaan Xiaomei," jawabnya.


"Binatang roh kontraktual cucuku? Kamu yakin? Kenapa aku tidak tahu ini?"


"Hanya karena kamu tidak bertanya." Wang Zheming menjawab dengan enteng lalu dia memperhatikan burung itu. Nah, ini masih anak burung phoenix yang langka. "Kenapa kamu datang ke sini? Dan apa yang kamu bawa?" tanyanya.


Tuit Tuit memutar bola matanya. Dia tenang ke arah Wang Zheming dan meletakkan buah herbal itu di tangannya.


"Putrimu memintaku untuk mengantarkan buah ini sebagai kasih sayang seorang anak. Aku menolak sebelumnya karena tidak mau bepergian jauh, tapi dia mengancamku akan mengorbankan dirinya ke sarang harimau jika tidak mengantarkan buah ini. Putrimu juga bilang jika selama ini tidak ada harta yang selalu dikirim padamu jadi berbaktilah saat ini," jelas Tuit Tuit jelas melebihkan semua kata-katanya. Wang Xuyue sama sekali tidak mengatakan hal itu, ini murni kebohongan Tuit Tuit.

__ADS_1


Namun agar tidak dicurigai, Tuit Tuit juga menunjukkan salah satu kakinya. Ada gulungan surat kecil diikat di kaki burung itu. Wang Zheming mengambilnya.


Fu Heng merasa cemburu. "Lalu ... Apakah cucu perempuanku mengirim sesuatu juga?" tanyanya.


"Tidak, tapi mungkin itu segera. Lagi pula, burung mata-mata kaisar sudah kutendang ke sarang elang, jadi jika ada harta yang bagus, kamu pasti mendapatkannya juga," jelasnya.


Wang Zheming sedikit terkejut ketika mendengar jika burung kolibri biru telah ditendang ke sarang elang roh oleh Tuit Tuit. Sudut mulutnya berkedut. Benar-benar phoenix pemarah. Dia segera membaca surat dari Wang Xuyue, semua kata-katanya tulus hingga Wang Zheming merasa lembut di hatinya.


"Putriku masih yang terbaik," gumamnya. Dia segera menghancurkan surat itu agar tidak disalahpahami oleh siapapun. "Baiklah, terima kasih karena telah mengantarkan hadiah ini padaku."


Tuit Tuit tidak langsung pergi. Dia menunggu Wang Zheming memakan buah herbal tersebut untuk memastikan jika misinya selesai. Awalnya Wang Zheming ingin menyimpannya lebih dulu tapi karena putrinya berkata bahwa buah herbal ini sangat baik untuk tubuhnya, dia pun percaya.


"Apakah kamu tidak tahu buah herbal apa ini?" tanya Fu Heng curiga.


Wang Zheming menggelengkan kepala. "Ada banyak herbal di Hutan Alam Baka tapi sulit menemukannya di pasaran. Aku juga tidak menemukan buah herbal seperti ini."


Namun yang pasti Wang Zheming bisa memastikan bahwa buah herbal tersebut memang tidak membahayakan tubuh.


Dia memakan buah herbal seukuran bluberi tersebut tanpa ragu. Rasanya tidak enak meski aromanya cukup bagus. Tak lama setelah itu, Wang Zheming merasa ada yang salah dengan tubuhnya hingga Fu Heng mau tidak mau hampir terperanjat.


"Zheming, kamu ..." Fu Heng membelalakkan mata.


"..." Wang Zheming melihat kulitnya menjadi kehitaman, mau tidak mau wajahnya menggelap.


Tuit Tuit sudah terbang keluar ruangan tersebut sambil berkicau yang mirip tawa nyaring. Wang Zheming tertegun sebentar sebelum akhirnya dia menyadari jika dirinya baru saja ditipu oleh putrinya sendiri. Ini pasti ada hubungannya dengan Xiu Jimei.


Semua ini adalah balas dendam Xiu Jimei mengatasnamakan Wang Xuyue. Melihat tubuhnya menghitam, Wang Zheming menghela napas tidak berdaya.

__ADS_1


"Cucumu benar-benar licik," ujarnya.


"...?!" Apa hubungannya ini dengan cucuku? Batin Fu Heng bingung.


__ADS_2