Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Kaisar Bunga Menunjukkan Kemampuannya (2)


__ADS_3

Keberadaan pohon persik raksasa lagi-lagi membuat banyak kultivator di kejauhan merasa penasaran. Vitalitas yang dipancarkan oleh pohon persik roh itu dapat dirasakan oleh kultivator ranah langit hingga ranah kekosongan.


Belum lagi pohon persik roh juga memancarkan cahaya yang bisa membuat binatang roh mana pun tertarik untuk datang dan tidur di sekitarnya.


Mi Sai merasa sedikit sesak napas saat ini. Energi spiritual kegelapan di tubuhnya terasa sedikit terkuras.


“Bagaimana bisa ini terjadi?” gumamnya. “Pohon persik itu ternyata adalah esensi dari pria cantik tadi. Siapa yang menduga jika semuanya akan menjadi seperti ini.”


Aura kegelapan di tubuh Mi Sai tidak berkurang sama sekali. Tapi dia masih bisa merasakan jika energi spiritual kegelapannya memang terkuras. Untungnya pil yang diberikan Ning Siyu cukup ampuh untuk berada di puncak kultivasi manusia.


Sementara itu, Roh Bunga yang telah menjadi pohon persik perlahan membentuk setengah wajahnya di batang pohon. Rambut merah mudanya tampak menyatu dengan kulit pohon.


“Anak yang nakal harus diajar dengan baik. Nak, aku akan mendidikmu untuk menjadi kultivator yang baik,” katanya.


Mi Sai menggertakkan giginya dan segera melemparkan bola api hantu ke arah wajah Roh Bunga. Sayangnya wajah Roh Bunga yang terbentuk di batang pohon segera memudar ketika bola api hantu hampir mengenainya.


Terdengar tawa Roh Bunga yang cukup menyenangkan. Semua ranting pohon persik bergerak perlahan dan menggugurkan daun kecilnya.


Daun-daun kecil tersebut tiba-tiba saja menjadi jarum yang sangat kecil. Semua jarum-jarum itu langsung mengarah ada Mi Sai.


Untuk menangkis nya, Mi Sai mengembunkan energi spiritual di telapak tangan dan memantulkan semua jarum ke sisi lain.


Meski ada beberapa jarum yang meleset dan menggores kulitnya, dia tidak peduli. Tapi semakin lama, kulitnya yang terkena jarum langsung mati rasa.


Mi Sai mencoba menahan dirinya agar tidak menunjukkan rasa sakit. Tapi lagi-lagi tawa Roh Bunga terdengar.


"Meski aku adalah kaisar bunga penyembuh, tapi kandungan obat dalam jarum daun itu juga mampu mengikis energi spiritual kegelapan," kata Roh Bunga dari pohon persik roh raksasa.


"Si*lan!" Mi Sai menggerutu.


Energi spiritual kegelapan yang menyelimuti tubuhnya seketika menyebar. Dia benci melihat bunga-bunga yang tersebar di sekelilingnya. Lebih baik dia merontokkan semua bunga-bunga persik itu.


Lihat saja, apakah Roh Bunga masih akan sombong? Atau mungkin bunga-bunga itu adalah kelemahannya. Bukanlah Hua Mei adalah kaisar bunga penyembuh?


Mi Sai memiliki ide di hatinya. Jadi dia segera melompat ke arah pohon itu dan mengeluarkan dua pedang pendeknya.

__ADS_1


Beberapa sulur hijau berbunga mencuat dari dalam tanah dan membentuk sosok Roh Bunga dengan jubah brokat merah muda yang cantik dan elegan.


Roh Bunga melihat arah pergerakan Mi Sai dan wajahnya tiba-tiba saja menjadi gelap.


"Hantu kecil, apa yang akan kamu lakukan?" tanyanya santai.


"Akan kupotong bunga-bunga jelek ini!" Mi Sai tertawa. "Bukankah kamu sangat suka dengan bunga-bunga yang jelek, maka aku akan menghancurkannya!"


Bunga-bunga roh pasti adalah kelemahan Roh Bunga. Tanpa bunga Roh, pria cantik itu pasti akan mati. Oleh karena itu, Mi Sai dengan bodohnya mempercayai pikirannya sendiri saat ini.


Tapi dia tidak tahu jika Poppy yang mendengar perkataan mi dia mau tidak mau sedikit ketakutan.


"...?!" Apakah hantu itu cari mati? Pikirnya.


Poppy sudah bersiap untuk yang terburuk saat ini.


Roh Bunga tidak lagi tersenyum kali ini. Dia menggerakkan tangannya untuk membentuk banyak sulur hijau berbunga. Lalu berniat menjerat Mi Sai.


Tapi Mi Sai tentunya tidak mudah untuk ditangkap. Dia sudah menuju pohon bunga persik dan memotong banyak bunga. Kelopak bunga berjatuhan dan terkadang tertiup angin hingga berserakan di tanah berumput.


Mi Sai tertawa dan melihat Roh Bunga menunjuk ekspresi tidak senang. "Bukankah kamu menyukainya? Aku akan menghancurkan semuanya!"


Hantu kecil itu cari mati! Teriaknya dalam hati.


Benar saja, saat Roh Bunga melihat bunga persik yang terpotong berserakan di sekitarnya, aura di tubuhnya langsung melonjak naik. Iris mata merah mudanya kiri berubah menjadi keemasan.


"Sepertinya aku bukan hanya perlu mendidik mu, tapi juga memberimu pelajaran penting!" ucapnya tegas.


"..." Mi Sai merasakan ada bahaya yang akan mendekat. Dia melihat Roh Bunga menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.


Apa yang terjadi? Kenapa malah sebaliknya?


"Hantu kecil, satu-satunya yang paling aku tidak suka yaitu pihak lain yang menghancurkan bunga yang kurawat!"


Jubah brokat merah muda Roh Bunga kita berubah menjadi jubah brokat merah cerah yang mencolok. Rambutnya juga memiliki warna yang senada. Bahkan semua bunga persik kerja muda juga berwarna merah cerah.

__ADS_1


"...?!" Mi Sai terkejut. Dia semakin bingung. Di mana letak kesalahannya kali ini. Aura Roh Bunga semakin mengerikan.


Mau tidak mau, Mi Sai yang sebenarnya telah berada di puncak kultivasi yang melebihi ranah kekosongan sedikit gemetar. Ini bukan hal yang baik.


Poppy sudah ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Dia tidak berdaya. Saat Roh Bunga benar-benar marah dan sangat marah, inilah hasilnya.


Oleh karena itu, Poppy jarang membuatnya marah. Paling hanya menggodanya hingga kesal.


"Dewa Tanaman, dosa apa yang kubuat selama ini? Kenapa begitu tidak beruntung," gumam Poppy seraya menatap langit sejenak.


......................


Poppy tidak tahu jika di Alam Para Dewa saat ini, seorang pria berjubah brokat hijau muda bersin berulang kali. Pria muda itu menggosok hidungnya yang gatal.


"Ada apa? Apakah aku mulai alergi serbuk sari?" gumamnya.


Dia tak lain adalah Dewa Tanaman yang sedang memetik beberapa bunga mawar warna-warni di halaman belakang istananya.


Dewa Tanaman mengendus dalam-dalam bunga mawar yang baru saja dipetik. Lalu ada sesuatu yang tak sengaja terhirup hingga membuatnya terkejut. Dewa Tanaman bersin kembali.


Setelah benda aneh yang masuk ke hidungnya keluar, ternyata seekor lebah kecil roh dewa tak sengaja terhirup.


Lebah itu tampaknya mendesis ringan padanya dan pergi dengan marah. Jika bukan seorang dewa tanaman, lebah madu kecil roh dewa pasti akan menyengatnya sampai mati. Sungguh menjijikkan masuk ke lubang hidung dewa.


"..." Dewa Tanaman merasa lebih bingung, mengabaikan lebah madu roh dewa yang terbang menjauh. Dia tidak alergi serbuk sari.


Lalu bagaimana bisa bersin?


......................


Sementara itu, Roh Bunga yang sudah mengubah penampilan ramah menjadi marah, segera menyerang Mi Sai tanpa pandang bulu.


"Kamu harus merasakan akibatnya!"


Roh Bunga langsung mengeluarkan semua sulur-sulur hijau yang gemuk dari dalam tanah. Lalu semua sulur itu melesat ke arah Mi Sai.

__ADS_1


Mi Sai menghindar dan mundur beberapa langkah. Tapi dia lupa jika pohon persik raksasa di belakangnya memiliki kesadarannya tersendiri sehingga langsung menjerat Mi Sai dalam sekali gerakan.


Mi Sai dililit oleh sulur-sulur hijau gemuk yang hampir meremukkan tubuhnya. Wajahnya pun pucat.


__ADS_2