Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Berkumpul Dengan Ras Duyung (2)


__ADS_3

Xiu Jimei baru saja menghabiskan sebungkus keripik kentang. "Keberuntungan? Sangat berharga?" Dia tampak berpikir. "Kalau begitu, kenapa mereka tidak mencoba untuk menangkapku juga? Aku juga bisa membawa keberuntungan," imbuhnya.


Yang lain menatap Xiu Jimei. Ras duyung bahkan tidak percaya sama sekali. Kultivator biasa tidak memiliki banyak keberuntungan. Air mata mereka yang tumpah juga tidak akan menjadi obat. Jadi Sin bahkan Yuyu tidak percaya.


Melihat mereka tidak percaya, Xiu Jimei bertanya pada teman-temannya yang lain. Mereka mengakuinya tapi ada sedikit keraguan.


"Bagaimana kamu bisa memberikan keberuntungan pada orang lain?" tanya Yuyu.


"Oh, ini gampang. Lihat!" Xiu Jimei segera merapalkan mantra dan sebuah petir ungu menyambar tengah lautan hitam.


Suara petir ungu yang menggelegar itu hampir membuat Yuyu terperanjat dan memeluk Sin. Bahkan Jia Lishan yang sedang menusuk ikan hampir menusuk tangannya sendiri.


"Petir apa itu?" Wang Xuyue juga terkejut.


"Itu petir ungu biasa. Aku yang membuatnya," kata Xiu Jimei.


Tak lama, mereka mendengar suara raungan di tengah lautan dan dua sosok terlihat samar-samar. Tampak kecil dari kejauhan tapi suara ratapan itu jelas protes dan marah.


"Bagaimana, apakah itu cukup bagus?" tanya Xiu Jimei sedikit pamer.


"..." Itu bukan memberikan keberuntungan, tapi membuat pihak lain rugi, batin Sin serta yang lainnya.

__ADS_1


......................


Sementara di tengah lautan hitam, seekor naga hitam roh kuno menyembul dari dalam air dengan tatapan marah dan tidak puas. Dia sedang berkultivasi dan mencoba untuk tidur. Tapi siapa yang tahu petir ungu sialan berani menyambarnya.


"Petir bodoh mana yang berani menyambar naga ini?! Kembali dan hadapi!" teriak seekor naga hitam roh kuno dari tengah lautan. Kepalanya sedikit mengeluarkan asap akibat sambaran petir.


Tanpa diduga, seekor naga lainnya terbentuk dari kabut. "Itu petir ungu. Beranikah kamu menghadapinya?”


“Naga Kabut bodoh! Ini pasti ulahmu ‘kan?” tuduhnya.


Naga Kabut itu tidak senang saat difitnah dan marah juga. “Kenapa jadi ulahku? Apa hubungannya petir ungu itu denganku? Jangan bercanda denganku!”


Akhirnya dua naga itu bertengkar di tengah lautan. Di laut darah yang tenang, seekor gurita merah roh kuno menyembulkan kepala besarnya dan memutar bola mata, tampak sudah bosan dengan pertengkaran kedua naga itu selama seratus tahun terakhir.


Naga kabut roh kuno dan naga hitam roh kuno terkejut dan tubuh keduanya menjadi kaku untuk sementara waktu. lalu naga kabut segera berubah menjadi gumpalan kabut yang menyebar luas, menghalangi pandangan naga hitam.


Petir ungu kembali menyambar lagi dan mulai menargetkan naga hitam untuk yang ke sekian kalinya.


“Naga kabut jelek, jangan curang! Kenapa aku harus menanggung beban ini sendirian?!” Naga hitam mencoba yang terbaik untuk menghindari petir yang terus berusaha untuk menyambarnya.


“Apa kamu menantangku?!” teriak naga hitam roh kuno menatap langit.

__ADS_1


Dia segera bergegas melayang ke langit gelap untuk mencari roh petir mana yang berani menargetkannya. Namun belum juga mencapai langit, petir ungu yang lebih kuat kembali menyambarnya.


Naga hitam roh kuno meraung lebih keras dan tubuh berasapnya langsung jatuh bebas ke laut seperti burung mati.


“…” Xiu Jimei yang ada di daratan sengaja memberikan banyak sambaran petir ungu pada objek itu. Dia belum tahu jika makhluk itu adalah naga.


“Apa yang kamu lakukan? Makhluk apa itu tadi?” Jia Lishan tidak bisa melihat dalam gelap terlalu jauh dan masih bertanya-tanya.


Yuyu serta rekan duyung lainnya tentu saja mengenali makhluk itu dan mau tidak mau menelan salivanya. Mereka menatap Xiu Jimei dengan ekspresi ngeri tak terduga.


“Kamu baru saja menyambar naga penunggu laut hitam. Dia pasti akan marah besar,” kata Yuyu.


Xiu Jimei sepertinya ingat jika laut hitam dihuni oleh dua naga sekaligus. “Oh, aku baru ingat tentang ini. Jadi tadi itu naga …,” gumamnya.


“…” Lalu kamu pikir itu ular laut? Batin Yuyu.


Tak lama setelah membicarakan tentang naga penunggu laut hitam yang pingsan akibat sambaran petir ungu, Yan Yujie akhirnya terbangun dari mimpi buruknya dan berteriak minta Tolong pada ayah dan ibunya.


Yan Yujie dipenuhi oleh keringat dingin dan wajahnya pucat. Dia belum memperhatikan orang-orang di sekitar yang mengkhawatirkannya. Dia masih tenggelam dengan mimpi buruk yang berputar di pikirannya.


“Kakak Sepupu, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Xiu Jimei.

__ADS_1


Yan Yujie menyadari keberadaan Xiu Jimei di sampingnya dan menghela napas lega. Lalu dia terkejut dan ingat tentang apa yang terjadi pada dirinya saat itu.


“Xiao Mei, kamu sudah kembali?” Dia bertanya dengan bingung. Bukankah adik sepupunya pergi ke Alam para Dewa untuk menjemput guru pendamping?


__ADS_2