
Mereka semua melihat kalkun roh di aula istana, mau tidak mau berjaga-jaga. Kalkun roh juga binatang buas yang cukup berbahaya. Walaupun tidak sering menyerang kultivator tapi mereka cukup agresif. Serangan kalkun roh bisa bisa berakibat fatal.
Tapi saat Xiu Jimei mengelus bulu kalkun roh, binatang roh itu tampaknya sedikit ketakutan dan gemetar.
"Yang Mulia, kalkun ini sangat bergizi dan bisa dijadikan sup. Terutama jantungnya yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Kalkun ini ditangkap khusus olehku untuk hadiah," kata Xiu Jimei.
Kalkun roh seperti tersambar petir di siang bolong. Ia bersuara cukup nyaring dan menatap Xiu Jimei dengan ngeri.
"Manusia, kamu sangat tidak berperasaan pada burung ini. Tidakkah kamu ingin melepaskan ku?" tanyanya.
Kalkun roh bisa bicara, mereka bahkan lebih terkejut lagi. Ternyata kultivasi kalkun roh sudus cukup tinggi sehingga mampu bicara dalam bahasa manusia.
Sudut mulut Xiu Jimei berkedut sedikit. "Tidak mungkin melepaskan mu setelah ditangkap. Bukankah semua kerja kerasku saat menangkapmu berakhir sia-sia?"
Kalkun roh ingin berteriak memarahi Xiu Jimei. Kerja keras ekorku! Kamu hanya mengancam burung ini tanpa melakukan apapun dan menangkap ku begitu saja. Di mana ada perlawanan sengit? Batin binatang roh itu sangat tidak puas.
Tapi Xiu Jimei pandang berakting. Kelompok Xiu Jimei juga mengiyakannya hingga kalkun roh tidak bisa menyangkal apapun. Lebih tepatnya, burung besar itu tidak bisa mengatakan kata-kata pembelajan pada dirinya sendiri.
Tapi tentu saja kalkun roh tidak terima. "Kita tidak bertarung sama sekali. Aura di tubuhmu saja yang membuatku takut!" ungkapnya.
"Oh!" Xiu Jimei tidak malu sama sekali.
"..." Semua orang di aula istana kekaisaran terdiam setelah menyaksikan pertengkaran seekor kalkun dengan Xiu Jimei.
Kaisar Alam Baka berkeringat dingin. Ini kalkun Hutan Alam Baka yang sering dijumpai tapi sulit ditangkap. Xiu Jimei bahkan mengancam burung besar itu tanpa kesulitan dan membawanya ke istana. Masalahnya, kalkun roh Negeri Alam Baka itu tidak dirantai sama sekali. Bagaimana jika berkeliaran begitu saja atau mungkin mengamuk?
Semua orang tak bisa membayangkannya. Pads akhirnya, Kaisar Alam Baka tentu saja menerima kalkun roh itu. Ia meminta antek-anteknya untuk membawa kalkun roh ke kandang besar. Tidak tahu harus diapakan. Entah itu dimasak sebagai daging atau dipelihara sebagai binatang roh kontraktual. Siapa yang tahu.
__ADS_1
Mungkin ada salah satu putra atau putri kaisar yang tertarik dengan unggas besar itu.
Setelah kelompok Xiu Jimei mengeluarkan semua harta yang didapatnya dari Hutan Alam Baka, Kaisar Alam Baka menghela napas. Untungny Xiu Jimei tidak menuntut dirinya karena penipuan sebelumnya.
Setelah semua urusan selesai, mereka segera meninggalkan istana. Tapi Kaisar Alam Baka mengumumkan sesuatu pada semua kelompok yang telah berpartisipasi dalam lomba. Malam nanti jamuan makan akan diadakan dan diharapkan semua anggota kelompok untuk datang.
Tentu saja Xiu Jimei pasti datang setelah menyangkut makanan di atas meja. Fu Heng sebagai kakek nya tentu saja hanya geleng-geleng kepala.
Setelah keluar dari istana, Fu Heng mengajak teman-teman Xiu Jimei untuk datang ke keluarga Fu. Mereka setuju. Lagi pula, lokasi kediaman keluarga Fu juga strategis. Pemandangannya pasti cantik.
Ketika tiba di halaman keluarga Fu, Yan Yujie tak sengaja tersandung dan jatuh.
"Yujie, apakah kesialanmu kembali lagi?" tanya Wang Xuyue.
Yan Yujie sedikit malu dan langsung anngun seraya membersihkan rumput di tubuhnya. "Aku baik-baik saja. Mungkin tanah berumput memiliki kerikil. Hanya tidak sengaja tersandung."
Xiu Jimei pergi ke halaman di mana dia selalu tinggal saat berkunjung ke kediaman keluarga Fu. Lalu dia mulai membuat beberapa jimat untuk Yan Yujie. Kali ini, jimat yang dia buat seharusnya bisa membuat Yan Yujie sedikit lebih beruntung. Kemudian memberikannya pada Yan Yujie.
Tentu saja Yan Yujie senang. Dia mulai menyimpan jimat buatan Xiu Jimei dengan hati-hati.
"Adik Sepupu, aku merasa tubuhku sedikit lebih ringan sekarang," kata Yan Yujie jujur. Dia memang merasakan sesuatu saat memakai jimat yang dibuat oleh Xiu Jimei.
"Oh, tentu saja. Jimat yang kubuat kali ini memang tidak bisa."
Xiu Jimei menggunakan darahnya sendiri untuk membuat jimat sebelumnya. Belum lagi diselimuti esensi delapan dewa-dewi serta beberapa kata baik sebagai do'a. Xiu Jimei menunjukkan ketulusannya.
Jimat yang dibuat Xiu Jimei berupa cincin giok putih spiritual. Cincin giok itu terlihat halus dan tipis tapi sebenarnya sangat kokoh dan tidak mungkin mudah pecah.
__ADS_1
Benar saja, saat Yan Yujie memakai cincin giok putih, aura kesialan di tubuh perlahan memudar walaupun tidak hilang. Memang tidak mungkin menghilangkan kesialannya jika memang sudah tercatat di buku Dewa Kesialan.
Setidaknya begitulah yang dilihat oleh Ming Zise. Pria itu tidak tahu kapan muncul di samping Xiu Jimei.
"Ming Ming, kapan kamu tiba?" Xiu Jimei terkejut saat melihat Ming Zise datang ketika Yan Yujie meninggalkan halaman nya.
Ming Zise sudah cukup lama muncul tapi dia tidak berani membuat suara. Ming Zise tidak ikut dengan mereka saat pergi ke Istana Kekaisaran Negeri Alam Baka. Kaisar Alam Baka juga tidak berani menyebutkan kehadirannya di Hutan Alam Baka.
Ming Zise pergi sebentar untuk mengurus sesuatu dan kali ini dia datang. Malam nanti, dia akan datang sebagai tamu undangan. Kaisar Alam Baka mengundangnya secara khusus.
"Kalau begitu kita bisa pergi bersama nanti." Xiu Jimei menghela napas lega.
Ming Zise memeluknya dan dia memiliki banyak pemikiran saat ini. Di ruangan itu, tidak siapapun lagi selain keduanya. Para pelayan tidak banyak ditempatkan di sekitar Xiu Jimei. Secara alami, Ming Zise sedikit lebih leluasa.
"Mei'er, aku sangat merindukanmu," bisik pria itu.
Ketika memeluk Xiu Jimei, pikirannya sudah tidak lagi jernih.
Wajah Xiu jimei memerah. Ia sepertinya mengerti apa yang diinginkan Ming Zise. "Ini masih sore dan sebelum makan malam kita harus pergi ke istana. Jangan macam-macam," ujarnya pelan.
Tapi bagaimana mungkin Ming Zise memedulikannya? Ia adalah mantan dewa. Jika kelelahan, ia bisa mengisi tubuhnya lagi dengan energi spiritual. Belum lagi untuk Xiu Jimei, ia bisa membaut kondisinya sama seperti tidak melakukan aktivitas berat apapun.
"Tidak apa-apa, jangan khawatir. Semuanya sudah diatur," kata pria itu mengambil keputusan.
Xiu Jimei tidak bisa menolak setelah jatuh ke tangan pria itu. Keduanya tidak melakukan perselingkuhan di sore hari dan akan menikah cepat atau lambat. Apa yang harus ditakutkan? Kecuali jika kakeknya datang untuk mengganggu.
Untungnya Ming Zise telah meminta Wuming untuk menatap Fu Heng agar tidak mengganggu di saat genting seperti ini.
__ADS_1
Pada akhirnya, Xiu Jimei dan Ming Zise mulai terjerat di tempat tidur.