Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Lima Elemen (1)


__ADS_3

Ming Zise melihat energi spiritual esensi delapan dewa-dewi di tubuh Xiu Jimei menguar. Walaupun gadis itu menyembunyikannya dengan baik dari kultivator di bawah ranah kekosongan, tapi para binatang roh masih bisa merasakannya.


Tak heran jika semua binatang roh tingkat rendah dan menengah akan melarikan diri. Mereka terlalu takut saat melihat Xiu Jimei.


"Ini masih belum ditutupi dengan baik. Biar aku membantumu melakukannya," jawab Ming Zise.


"Baiklah. Cepat!" Xiu Jimei sudah tidak sabar.


Ming Zise mencium bibir gadis itu sekilas hingga yang lainnya merasa canggung saat Meliah adegan tersebut. Tapi Xiu Jikai sedikit kesal dengannya. Berani mencium adiknya di depan banyak orang, apakah Ming Zise ini tipe pria yang haus cinta?


"Kenapa kamu menciumku?" Gadis situ sedikit malu.


Wang Xuyue batuk kecil dan sisanya pura-pura tidak melihat. Namun bukan berarti tidak ada yang protes. Dewa binatang yang berwujud merak biru tua masih menjadi merak yang pemarah.


"Dasar sapi tua makan rumput muda! Sadar umurmu berapa?! Kamu hampir seusia dengan ayahnya tapi masih bermain ciuman di depan para anjing lajang seperti kami!" teriaknya sangat berisik.


Ming Zise mengerutkan kening dan menatap merak biru tua dengan sedikit kebencian. "Sangat menyedihkan hidup sebagai burung yang kesepian."


"..."


Dewa binatang ingin kembali menanggapi tapi langsung terdiam. Jambul merak biru tua itu terangkat tinggi dan ingin menendang Ming Zise, sayangnya masih tidak berani. Sebagai mantan dewa tertinggi, status Ming Zise selalu istimewa di hati Dewa Pencipta Alam Para Dewa.


Tidak peduli dengan merak biru tua yang marah-marah, Xuan Xing sudah mengikuti Xiu Jimei untuk berburu di sekitar. Xiu Jimei tampak senang karena akhirnya dia bisa berburu binatang roh sepertu yang lainnya.


Para binatang roh tidak menyadari kehadiran Xiu Jimei sebelumnya sehingga langsung ditangkap dengan mudah. Gadi situ berhasil menangkap seekor kelinci roh yang gemuk.


"Kelinci ini terlalu cantik. Sayang untuk dibunuh," ujar Xuan Xing.


"Kalau begitu, kamu bisa memeliharanya," Xiu Jimei.


Xuan Xing menggelengkan kepala. "Tidak mudah bagi kelinci biasa hidup di suhu dingin di tempat tinggalku," jelasnya.


"Benar juga. Kelinci ini pasti akan mati kedinginan. Tidak apa-apa, kita bisa makan sup kelinci setelah berburu nanti."

__ADS_1


"..?!!?" Kelinci roh yang telinganya dipegang Xiu Jimei mulai merinding. Manusia itu ingin merebusnya!


Kelinci roh mulai meronta dan ingin melepas diri. Dia tak segan-segan menggunakan kuku-kuku tajamnya untuk mencakar lengan gadis itu. Sayangnya semua usaha sia-sia. Xiu Jimei mengira kelinci itu sangat lucu.


"..." Kelinci roh yang malang itu akhirnya hanya bisa masuk ruang spiritual bawaan untuk cadangan makanan.


......................


Di ruang spiritual bawaan, seekor kelinci roh yang dilemparkan mengenai wajah Blacky yang sedang minum teh. Merasakan makhluk lembut berbulu putih menghantam wajahnya, dia menumpahkan secangkir teh di tangannya.


Setelah menghantam wajah Blacky, kelinci roh itu segera jatuh ke piring kosong.


"Kelinci ini pasti minta dimakan!" Blacky yang sejatinya adalah ular hitam bertanduk kecil merasa melihat mangsa di depan mata. Kedua taring berbisanya ingin mengigit daging kelinci.


Namun kelinci roh punya sistem pertahanan diri yang baik. Merasa dirinya harus menjauh dari ular, sosok putih berbulunya langsung melompat dan menendang wajah Blacky sekuat tenaga sebelum akhirnya melarikan diri. Makhluk itu mencari sudut untuk digali.


"Sial!!" Blacky yang merasa terhina mau tidak mau berubah menjadi ular hitam yang cukup besar dan berniat untuk menelannya dalam satu kali gigitan.


Namun Bluewy tiba-tiba saja mencegahnya.


"..." Blacky tertegun sebentar dan akhirnya menyeka keringat dingin di dahinya.


Buruan anak majikan, tidak apa-apa. Dengan begitu, Blacky sudah yakin dengan akhir hidup kelinci itu sebagian sup di dalam panci kuah bumbu yang enak.


Kelinci putih roh sudah menggali tanah, membuat lubang persembunyian tak jauh dari pohon mangga yang selalu menjadi tempat peristirahatan harimau putih roh kuno.


......................


Di saat Xiu Jimei serta yang lainnya kembali dari berburu di hutan dengan pantai, hati sudah sore. Namun entah kenapa, langit menjadi lebih gelap daripada biasanya. Awan gelap seperti akan hujan terus menggumpal dan angin kencang berembus berulang kali.


"Apakah akan terjadi badai?" tanya Jia Lishan.


Sin dan Yuyu melihat ke langit. Awan gelap semakin jelas terbentuk dan keduanya mengerutkan kening. Keduanya tidak yakin akan terjadi badai.

__ADS_1


Karana embusan angin semakin kencang, mereka memilih untuk kembali ke tenda. Tapi Sin dan Yuyu memutuskan untuk kembali ke laut untuk mencari tahu apa yang terjadi.


Karena saat ini, ombak di lautan juga tampak lebih ganas. Orang yang pertama kali menyadarinya adalah Ming Zise.


"Ini bukan badai ...," katanya. "Sesuatu akan muncul dan tentunya tidak baik," imbuhnya.


Merak biru tua mengubah dirinya menjadi manusia. Dia menunjukkan ekspresi serius. "Tuan Ming, aku khawatir jika kali ini disebabkan oleh Alam Neraka."


"Ya." Ming Zise mengangguk.


Sebenarnya Wang Xuyue serta yang lain tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang dibicarakan. Tapi mendengar orang dewasa bicara begitu serius, mereka percaya pasti bukan hal yang baik.


"Lalu ... Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Kin Wenqian.


"Tetap di sini dan jangan berkeliaran." Yuu yang juga serius hanya bisa menasehati mereka.


Tepat setelah berkata demikian, suara petir di langit membuat mereka terkejut. Wang Xuyue, Jia Lishan, Kin Wenqian, Yan Yujie, Lei Mo serta Huang Fu Shi menutup telinga dengan kedua tangan. Suara petir itu sangat memekakkan telinga.


Yuyu dan Sin merupakan ras duyung yang tidak terlalu terpengaruh oleh suara petir. Itu karena gendang telinga ikan mereka cukup untuk menyaring suara keras.


Semangat si kembar Xiu sudah berada di puncak ranah kekosongan. Suara petir yang berlebihan bukan masalah besar. Apakah Ming Zise, Dewa Binatang serta Yuu dari Alam Para Dewa sama sekali tidak mengherankan.


"Kenapa suara petir ini begitu kuat? Apa yang terjadi?" Lei Mo sedikit ketakutan di hatinya. Sepertinya,satu persatu bencana telah mengguncang Dunia Langit selama beberapa waktu terakhir.


Dari tenda, mereka melihat angin kencang disertai hujan lebat. Sayup-sayup, suara nyaring mulai membuat mereka kebingungan.


"Suara apa lagi itu? Bukan monster laut kan?" Yan Yujie menebak.


"Lihat! Lihat di sana!" Lei Mo menunjuk ke langit.


Awan hitam di atas langit membentuk pusaran yang sangat besar. Lalu mereka melihat bayangan binatang melata keluar dari pusaran awan. Makhluk itu memiliki warna hitam kemerahan yang cukup mencolok, berkumis serta memiliki enam kaki pendek bercakar.


"Ular?" tebak Yuyu.

__ADS_1


"Bukan!" Yuu berteriak. "Jelas bahwa itu naga! Naga lima elemen Alam Neraka!"


__ADS_2