
Ketua Petir Hukuman mengangguk saat Huang Fu Shi bertanya. "Benar. Kami ras petir memiliki kehidupan tersendiri. Manusia di alam sekuler atau alam yang lebih rendah tidak tahu bahwa kami ada," jelasnya. "Terkadang saat roh petir baru saja ditugaskan untuk kali pertama, beberapa kesalahan sering terjadi. Misalnya petir tiba-tiba menyambar dan membunuh orang."
"..." Yan Yujie teringat dengan dirinya sendiri yang hampir tersambar petir di masa lalu. Apakah karena tidak sengaja?
Untungnya mereka tiba di istana sehingga percakapan tentang roh petir terhenti. Dapur istana segera menyediakan makanan untuk manusia. Rasanya tak kalah dari hidangan yang ada di Dunia Langit.
Setelah makan, mereka berpamitan untuk melanjutkan perjalanan. Tiga ketua petir tidak lagi menahan mereka. Biarkan mereka menjelajahi wilayah jiwa petir. Selama tidak membuat keributan, ketiganya tidak akan ikut campur.
Setelah beberapa hari kemudian, mereka tidak pergi untuk menyapa Zhishu . Mereka ayahnya mendapat kabar jika Dunia langit serang oleh makhluk neraka.
Mau tiba mau mereka kembali ke Dunia Langit. Hanya saja saat tiba di sana, suasananya sudah terkendali lagi meskipun ada beberapa kerusakan.
Tanpa diduga, Ming Zise juga ada, mengendalikan Jin Long yang baru hendak memasuki gua di bawah gunung di mana gerbang neraka terbuka di sana.
"Ming Ming, bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Xiu Jimei.
"Tidak apa-apa. Untungnya Alam Neraka hanya menyerang Negeri Atas saat ini. Jadi tidak ada masalah besar," jawabnya.
"Kenapa tidak menghubungiku?"
"Mei'er tidak perlu khawatir. Kakakmu juga ada di sini untuk membantu. Ini bukan masalah yang terlalu serius. Kami masih bisa menghadapinya."
Xiu Jimei merasa jika tubuh Ming Zise sedikit berbeda hari ini. Bukan karena fisiknya atau sesuatu yang lain. Tapi aura Ming Zise lebih kaya dan penuh vitalitas. Ini berbeda dari hari-hari biasanya.
"Apakah kultivasi mu naik?" tebaknya.
"Mei'er menebak dengan akurat." Ming Zise tersenyum sedikit lebih dalam. "Terima kasih karena sudah menukar bunga pohon keabadian sebelumnya. Dengan bunga itu, aku bisa menembus kultivasi ku yang macet."
"Kamu akhirnya terbuka untukku?"
"Ya, maaf membuat Mei'er khawatir."
__ADS_1
Sebelumnya Ming Zise diceramahi oleh Kepala Pelayan bahwa Xiu Jimei tampak tidak senang setelah memberikan bunga itu padanya. Lalu memberi tahu segalanya tentang kultivasi Ming Zise yang macet.
Kepala Pelayan menegaskan jika dalam suatu hubungan setidaknya harus saling terbuka satu sama lain agar tidak ada kesalahpahaman.
Ming Zise menyadari ini jadi dia mengatakannya secara langsung pada Xiu Jimei. Setelah mengantar Jin Long ke gua bawah gunung, dia membawa Xiu Jimei kembali ke Alam Para Dewa. Sementara teman-teman gadis itu kembali ke negeri masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Istana Golden Lotus.
Roh Bunga kini sedang berada di taman bunganya berteriak pada Bai Huazhi yang tengah menanam bunga. Dia tidak memegang apapun selain mengamati Bai Huazhi sedang menanam bunga. Gara-gara waktu itu Bai Huazhi tanpa sengaja mengacak-acak taman bunga, Roh Bunga tidak berdamai.
"Jangan terlalu dangkal. Gali sedikit lebih dalam. Bukanlah aku sudah mengatakannya berulang kali?!" Roh Bunga sakit kepala.
Pria tua itu entah sengaja atau tidak sengaja, mengabaikan ajarannya.
Bai Huazhi terkejut dan mengelap keringat di dahinya dengan lengan baju. "Baiklah, aku lupa. Pria tua ini agak pikun. Kamu sabar sedikit," jawabnya datar. Tapi dia masih tersenyum seolah-olah menikmati perlakuannya.
"..." Roh Bunga yang kesal akhirnya pergi sebentar untuk minum teh bunga di pinggiran taman.
Tak lama setelah Roh Bunga minum teh, sosok Poppy muncul di udara terbuka. Dia datang awalnya hanya untuk menikmati hari libur setelah terbebas dari peraturan ketat Bai Shiyu—Raja Racun Kuno.
"Pinky!" Poppy menyapanya.
"Kamu juga, datanglah dan tanam bunga bersama pria pencuri bunga itu!" Roh Bunga langsung menyemprotnya dengan kata-kata kasar.
"..." Aku baru saja datang dan kamu memintaku untuk menjadi tukang kebun? Sudut mulut Poppy berkedut.
Dia memiliki emosi yang tidak lebih baik dari Roh Bunga. Sebagai kaisar bunga racun, kata-katanya juga tak tahu malu. Dia langsung mengembun panah bunga berduri dan melemparkannya ke arah Roh Bunga secepat kilat.
Untungnya Roh Bunga segera menghindari panah bunga beracunnya.
__ADS_1
"Bunga jelek yang tidak berguna! Kamu memintaku menjadi pelayan saat aku tiba. Kenapa kamu tidak menjadi wanita dan menjilat tubuh bawahku? Mungkin aku bisa mempertimbangkannya!" ejek Poppy tak kalah pedas.
Roh Bunga akhirnya sadar jika ketika Poppy marah, racunnya akan menyebar. "Baik-baik lah. Aku tahu, aku salah. Tuanku bahkan tidak pernah memarahiku seperti itu. Kenapa kamu begitu galak?" elaknya.
"Kamu yang memulainya lebih dulu!" Poppy masih marah. "Bukankah kamu memintaku untuk menanam bunga? Aku akan menanamnya setelah menghancurkannya. Tanam bunga beracun!" ancamnya.
"Tidak mungkin! Poppy, jangan kelewatan!" Roh Bunga menatap tajam ke arahnya. "Aku akan memanggil tuan untuk menghukummu!"
"Hah! Aku tidak takut dengan gadis berambut kuning (muda dan tidak berpengalaman) itu!"
Poppy sombong. Dia sudah pergi ke taman bunga milik Roh Bunga. Kebetulan array seratus lapisnya memang dibuka sementara sehingga siapa saja bisa masuk.
Saat Roh Bunga berkata akan memanggil Xiu Jimei untuk datang, sebenarnya sudah mengirim sinyal pikiran. Roh Bunga dan Xiu Jimei terhubung dalam pikiran dan tentunya akan tahu jika Xiu Jimei dipanggil.
Memang tak lama setelah itu, Xiu Jimi datang sambil memegang semangkuk mi hangat buatan Ming Zise. Ini waktunys makan siang namun Roh Bunga memanggilnya tanpa alasan. Meski begitu, dia masih harus datang. Siapa tahu ada hal penting ingin disampaikan.
Tapi siapa yang tahu saat tiba dengan teleportasi ruang milik Ming Zise, dia mendengar suara Poppy yang menganggapnya sebagai gadis berambut kuning.
"Oh, kamu ternyata menganggap ku seperti itu. Sepertinya aku belum mendidikmu dengan baik!" Xiu Jimei berkata.
Poppy yang awalnya berjalan arogan menuju taman bunga tiba-tiba saja semua bulu romanya berdiri semua. Keringat dingin langsung menyapu punggungnya.
Suara ini milik Xiu Jimei. Ada bayangan tumpang tindih antara Xiu Jimei dan Fu Chan Yin. Di antara keduanya sama sekali tidak ada yang baik.
Melihat gadis itu memegang mangkuk mie dan menatapnya dengan kesal, Poppy mau tidak mau ingin menyalahkan Roh Bunga di hatinya. Apakah dia sengaja ingin membuatnya dihukum Xiu Jimei.
"Anak Majikan," sapanya.
Xiu Jimei mendengkus. "Apa yang kamu lakukan di sini sekarang? Apakah Bai Shiyu melonggarkan aturan?"
"Aku juga makhluk hidup yang ingin bersantai!" Poppy khawatir Xiu Jimei akan memiliki ide aneh untuknya.
__ADS_1
Sebelum Xiu Jimei bicara lagi, Bai Huazhi berdiri dan merenggang pinggangnya yang kesakitan. Dia baru saja selesai menanam beberapa bunga.
"Gadis, apakah kamu memiliki makanan untuk dimakan? Aku lapar," kata pria tua itu memelas.