
Anak laki-laki yang dilihat Xiu Jimei dan Huang Fu Shi tadi dipenuhi api di sekujur tubuhnya. Fisik nya anak-anak pada umumnya tapi berkepala rubah. Ia juga memiliki delapan ekor rubah yang menyala-nyala.
Karena pedang naga es Xiu Jimei lebih kuat, anak laki-laki itu mundur sedikit. Dia mulai mengendalikan api di sekitarnya untuk mengepung Huang Fu Shi dan Xiu Jimei.
Huang Fu Shi merupakan salah seorang sword master. Dia menggunakan pedangnya untuk menggunakan elemen air yang diwariskan sang ayah. Dengan begini, ketika elemen air muncul, Xiu Jimei langsung membekukannya untuk mencegah kebakaran hutan meluas.
Tawa anak laki-laki itu terdengar. Xiu Jimei mencibir dan dia mulai melakukan tarian pedang yang teratur. Dari tarian pedang tersebut langsung menciptakan sebuah jurus.
Bayangan naga putih langsung keluar dari tubuh Xiu Jimei dan meraung keras ke langit. Suaranya langsung menggema di sekitar hutan tersebut. Dipastikan jika kelompok Fu Yiyuan juga mengetahuinya.
“Apa itu?” Yang lainnya takut sekaligus bingung.
“Coba lihat itu. Apakah itu naga?” Rekannya seketika terkejut saat melihat bayangan naga putih di antara pepohonan yang terbakar.
Fu Yiyuan menyipitkan mata dan sepertinya dia membayangkan seseorang. Sepupunya mungkin ada di sana. Xiu Jimei tidak akan melakukan apapun jika tidak bertemu sesuatu. Ia memutuskan untuk melihatnya sendiri dan membiarkan yang lain terus berusaha untuk memadamkan api.
Pada saat yang bersamaan, bayangan naga putih yang dibentuk Xiu Jimei langsung menukik ke arah kobaran api. Lebih tepatnya menuju anak laki-laki berkepala rubah berada.
Anak laki-laki berkepala rubah langsung waspada dan menghindar ke kobaran api lainnya. Tapi tanpa diduga, tubuhnya seperti membeku di tempat dan energi spiritual di tubuhnya perlahan terkuras.
"Apa-apaan ini?!" gumamnya.
Meski penampilannya anak kecil di bawah usia tujuh atau enam tahun, tapi pikirannya dewasa. Dia telah hidup selama ratusan tahun di Alam Neraka. Kali ini ia mendapat tugas dari Ning Siyu untuk mengacau Negeri Alam Baka di Dunia Langit.
Tongluo adalah nama anak laki-laki berkepala rubah api itu. Dia merupakan salah satu wakil jenderal Alam Neraka. Jangan remehkan fisiknya yang kecil, dia licik dan penuh tipu muslihat.
Saat bayangan naga putih menyapu api di sekitarnya, elemen api yang diciptakan Tongluo padam perlahan. Link tergantikan oleh lapisan es di sekitarnya.
Ekspresi Tongluo mulai berubah tidak percaya. Bahkan api yang melapisi seluruh tubuhnya juga mulai redup.
"Tidak, tidak! Bagaimana mungkin!" Mata rubahnya sedikit terbelalak.
__ADS_1
Embusan angin panas berubah dingin. Ia melihat ke belakang dan bayangan naga putih itu bergerak cepat ke arahnya. Mulut bayangan naga putih terbuka lebar, bersiap untuk menelannya.
Tongluo ingin menghindar tapi kakinya mati rasa. Barulah dia menyadari jika kedua kakinya kini mulai dipenuhi oleh es.
"Tidak mungkin! Aku adalah Tongluo, wakil jenderal elemen api yang tidak tertandingi di Alam Neraka! Bagaimana bisa kekuatan kultivator Dunia Langit mampu melampaui ku?!!" Tongluo yang tak bisa menghindar hanya bisa diserang oleh bayangan naga putih.
Bayangan naga putih raksasa itu benar-benar melewatinya. Walaupun hanya bayangan yang tak bisa disentuh, tapi ketika melewati tubuh Tongluo, rasanya ribuan jarum es menusuk tubuhnya.
Kali ini, api yang menyelimuti tubuh anak laki-laki berkepala rubah itu sepenuhnya padam, digantikan dengan bunga es yang menempel di tubuhnya. Kemudian, bayangan naga putih itu menghilang.
Karena Tongluo telah kehilangan kendali api rohnya, sebagian api yang membakar hutan tidak lagi mengamuk seperti sebelumnya. Kini terlihat normal dan bisa dipadamkan dengan kultivator elemen es dan air.
Huang Fu Shi sedikit pucat setelah merasakan betapa kuatnya bayangan naga putih itu. "Xiaomei, apakah semuanya sudah selesai?" tanyanya masih dalam jiwa yang kesurupan.
Xiu Jimei baru saja menyimpan kembali pedang naga esnya dan mengangguk. "Ya, sudah selesai. Ayo lihat anak itu. Dia tidak boleh mati."
Xiu Jimei segera berjalan mendekat ke arah Tongluo yang kini terlihat seperti rubah panggang. Bulu-bulu di wajah dan ekornya sedikit gosong. Bahkan salah satu ekornya juga terpotong.
Huang Fu Shi sedikit mengernyit. "Manusia setengah binatang? Apakah ini rubah iblis Alam Neraka?" tebaknya.
Xiu Jimei mengangguk. "Benar ini dia."
"Dia membuat Negeri Alam Baka kekeringan dan membakar hutan, kejahatan serius yang harus ditindaklanjuti."
"Dia masih kecil, jangan terlalu tidak berperasaan." Xiu Jimei sedikit bernada.
Huang Fu Shi mencibir saat melihat Tongluo yang berusaha untuk bangun. "Aku khawatir penampilannya yang muda menyimpan usia rubah tua."
"..." Tongluo yang diabaikan merasa terhina. Dia bukan anak kecil tapi bukan rubah tua juga! Jangan menghina rubah!
Tongluo menggertakkan gigi, memperlihatkan deretan gigi rubahnya yang tajam. Untuk bangun saja rasanya sangat sulit. Ia hanya bisa berpura-pura lemah.
__ADS_1
Tiba-tiba saja ekspresi Tongluo yang penuh kebencian seketika menunjukkan ekspresi kucing yang ingin dipeluk.
"Kakak, Kakak, tolong aku. Tolong ... Aku sangat kesakitan. Aku tidak mau mati, tidak mau mati. Huhuhu~" Tongluo sedikit merengek dengan suara rubahnya yang penuh tipu muslihat.
"..." Xiu Jimei dan Huang Fu Shi tidak memedulikannya sama sekali. Keduanya bukan kultivator yang mudah dibodohi (눈‸눈).
Xiu Jimei menatap Tongluo yang masih kesulitan untuk bangun. Ekspresinya masih polos. "Nak, kamu tidak perlu pura-pura. Usia tuamu, aku mengerti. Semakin tua, pikiran juga kembali seperti saat menjadi bayi."
"..." Tongluo berhenti merengek dan menatap Xiu Jimei dengan ganas.
Tak lama, Fu Yiyuan datang dan menyapa Xiu Jimei serta Huang Fu Shi. Tatapannya juga beralih ke Tongluo.
"Siapa dia?" tanyanya bingung.
"Ini adalah dalang di balik semua yang terjadi. Sungai yang mengering dan hutan terbakar, dia yang membuatnya." Huang Fu Shi menjawab dengan acuh tak acuh, tidak suka dengan Tongluo.
"...??!!"
Tongluo mengakui dirinya yang membakar hutan tapi sungai yang mengering, ini bukan ulahnya. Jangan fitnah!
Dia ingin menyangkal sesuatu. Satu demi satu bencana yang menimpa Negeri Alam Baka dilemparkan pada Tongluo. Tak termaafkan!
Tongluo, iblis rubah merah Alam Neraka memang licik dan penipu tapi tidak begitu sombong untuk mengeringkan sungai terbesar di Negeri Alam Baka. Dia bukan dewa!
Kultivasi Tongluo memang agak tinggi tapi tidak terlalu tinggi. Dia tak mampu mengeringkan sungai sebesar itu!
"Kultivator Dunia Langit, jangan fitnah aku! Sungai yang mengering bukan ulahku!" Tongluo berteriak. Dia bisa menggerakkan tubuhnya sedikit tapi rasa sakit di ekornya yang hilang membuatnya lemas kembali.
Fu Yiyuan mengerutkan kening. "Jika bukan kamu, lalu siapa lagi?"
"Mana aku tahu!" jawabnya ketus.
__ADS_1
Dia tidak berbohong. Sungai yang mengering bukan perbuatannya. Saat dia datang ke sini, sungai itu sudah kering. Jadi apa hubungannya ini dengan dirinya bukan?