
Beberapa hari kemudian.
Ming Zise masih belum keluar dari pintu tertutup. Saat Xiu Jimei pergi ke sana untuk memeriksa, pintu kultivasi tertutup sama sekali tidak ada tanda-tanda akan terbuka.
Orang yang berjaga di pintu sudah biasa melihat Xiu Jimei selama sepuluh tahun terakhir. Mereka akrab dengan tujuan gadis itu setiap kali datang.
"Mei'er," panggil Dewi Kehidupan.
Xiu Jimei menoleh. "Dewi? Kenapa di sini?"
"Aku tahu kamu akan datang. Apakah kamu masih menunggu di sini? Tuan Ming sepertinya belum selesai berkultivasi. Tunggulah, cepat atau lambat, dia pasti akan keluar," jawabnya.
Dewi Kehidupan sebenarnya sangat kasihan dengan Xiu Jimei. Gadis itu sangat baik. Cinta Mye Ai untuk Fu Chan Yin sangat besar meski tidak tumbuh bersama. Belum lagi saat melihat Xiu Jimei, Dewi Kehidupan seperti ingin membiarkannya menjadi cucu.
"Aku selalu merasa dia tak akan selama itu berada di kultivasi tertutup. Dia bilang hanya sebentar," katanya.
Dewi Kehidupan tahu jika Ming Zise mungkin hanya menenangkan gadis itu. "Tidak apa-apa. Harusnya dia baik-baik saja. Jika sesuatu terjadi padanya, bukankah Alam Para Dewa akan berantakan sejak lama?" hiburnya.
Xiu Jimei mengangguk. "Tidak mungkin Dewi Kehidupan datang hanya untuk melihatku," katanya.
Dewi Kehidupan sedikit kaku dan tentu saja bukan. Dia hanya tak sengaja lewat saat berniat pergi ke Istana Dewa Welas Asih.
"Ada sesuatu yang harus kulakukan, kebetulan lewat sini." Wajahnya sedikit memerah.
Xiu Jimei curiga. "Apakah Dewi sedang jatuh cinta?" tebaknya.
"Tidak, tidak! Bagaimana mungkin!" Wanita itu menjawab dengan cepat dan agak berantakan.
Tak lama kemudian, keduanya mendengar suara Ye Jue dari arah belakang.
"Siapa yang sedang jatuh cinta?" tanya pria itu.
Dewi Kehidupan menoleh dan wajahnya yang sedikit memerah kini menjadi lebih merah. Xiu Jimei tentu saja memperhatikan ini. Mungkinkah Dewi Kehidupan jatuh cinta pada Ye Jue?
Apakah Ye Jue tahu atau tidak?
"Dewi Kehidupan, bukankah kamu bilang akan datang ke istanaku?" Ye Jue sudah menunggu tapi wanita itu tidak datang sama sekali.
"Ya, maaf. Aku bertemu Mei'er di sini dan mengobrol lebih dulu," katanya.
__ADS_1
Xiu Jimei tanpa ragu berkata. "Dewi Kehidupan mungkin sedang jatuh cinta saat ini. Wajahnya memerah saat aku tanya."
"Benarkah?" Ye Jue terkejut. "Dengan siapa kamu jatuh cinta? Jarang sekali Dewi Kehidupan memiliki pemikiran ini, bukan?" Ada tatapan sedikit lebih dalam padanya.
Meski Ye Jue bertanya-tanya dalam hatinya, ia masih menunjukkan senyum sopan yang ramah dan hangat. Sudut mulut Xiu Jimei berkedut.
Ye Jue tetaplah sosok yang penyayang dan lemah lembut. Bahkan jika dia dipukul sekalipun, kemarahannya tidak akan muncul.
Xiu Jimei tidak mau melihat Ye Jue marah saat kesabarannya telah habis. Rasanya memang lebih mengerikan.
"Tidak ada. Mei'er hanya sengaja menggodaku." Dewi Kehidupan menggelengkan kepala.
Lagi-lagi, tanpa diduga Xiu Jimei bergumam. "Kupikir Dewi sedang jatuh cinta dengan Dewa Welas Asih."
"..." Dewi Kehidupan dan Ye Jue terdiam.
Xiu Jimei tidak mau mengganggu keduanya. Lebih baik dia kembali karena tak menemukan Ming Zise di sini. Ia akan cemburu dan semakin merindukan Ming Zise lagi nanti.
Setelah gadis itu pergi, Dewi Kehidupan tak bisa mengatakan apa-apa. Ini pertama kalinya dia begitu canggung di depan Ye Jue.
Tapi berbeda dengan Ye Jue. Dia tersenyum seperti biasa, seolah-olah kata-kata Xiu Jimei adalah udara.
"Benarkah? Sejak kapan kamu jatuh cinta padaku? Mungkinkah ini alasan kenapa kamu datang ke istanaku hampir sepanjang waktu," katanya sambil tertawa menggoda.
Dewi Kehidupan ternyata juga bisa malu. Dia melewati Ye Jue dan pergi ke arah di mana istana pria itu berada.
Cinta beda usia memang dibenarkan. Tapi ketika sudutnya terbongkar, bagaimana mungkin Dewi Kehidupan mengakuinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Xiu Jimei kembali ke Istana Golden Lotus. Dia malah menemukan Yamla dan Yidao dalam wujud ular kecil, mengobrol di dekat jendela.
Keduanya membicarakan sesuatu yang tidak dia mengerti. Sejak kapan keduanya begitu akrab?
"Putri, kamu sudah kembali. Apakah pintu tertutup sudah menunjukkan tanda-tanda akan dibuka?" tanya Yamla datar. Ia tidak merasa bahwa hubungannya dengan Yidao memiliki masalah.
Yamla memang tidak peka. Selalu membuat Yidao tak berdaya. Kapan dia bisa mendapatkan hati wanita ini?
Xiu Jimei menggelengkan kepala. "Tidak ada tanda-tanda sama sekali. Aku akan kembali ke kamar dan istirahat. Kalian lanjutkan kencan saja."
__ADS_1
Dia meninggal kedua ular itu dan pergi ke halamannya sendiri. Yamla awalnya terdiam tapi kemudian menampar kepala ular Yidao dengan ekornya.
"Kencan ekorku! Siapa yang berkencan?!" Yamla kesal.
"..." Yidao yang terkena tamparan tidak berani bicara. Jika dia membenarkan ucapan Xiu Jimei, kepalanya akan benjol nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Xiu Jimei memang tak memiliki kegiatan lain. Dia hanya istirahat untuk menenangkan pikirannya. Keempat binatang suci ilahi kuno yang ada di ruang bawaannya sudah berulang kali membujuk, tapi selalu gagal.
Hanya kurang dari sebatang dupa Xiu Jimei tidur, dia dibangunkan oleh suara Xiu Jikai.
"Cepat bangun! Mei'er! Cepat bangun! Cepat!" Xiu Jikai mengguncang tubuhnya berulang kali, tampak khawatir.
Xiu Jimei yang tengah nyaman tertidur terganggu oleh suara itu. Lalu mengerutkan kening ketika membuka matanya. Melihat Xiu Jikai berdiri di samping tempat tidurnya, dia bingung.
"Kakak? Kenapa kamu begitu panik? Ada apa?" tanyanya seraya bangun.
"Alam Para Dewa baru saja mendapatkan serangan dari Alam Neraka. Pintu kultivasi tertutup telah dirusak."
Mendengar kata pintu kultivasi tertutup, Xiu Jimei yang mengantuk kini menjadi lebih sadar. Otaknya berjalan cepat dan rasa kantuk itu hilang.
"Apa? Pintu kultivasi tertutup dirusak?" Xiu Jimei berwajah pucat. Memikirkan mimpi kembali.
Ming Zise tidak kembali lebih awal. Sudah sepuluh tahun tapi tetap tidak keluar dari tempat itu. Sekarang pintu kultivasi tertutup telah dirusak oleh pihak Alam Neraka. Ning Siyu pasti tahu tentang kultivasi tertutup Ming Zise.
"Lalu bagaimana dengan apa yang ada di dalamnya?" tanyanya khawatir.
Xiu Jikai menggelengkan kepala. "Tak ada siapapun di dalamnya. Aku tidak tahu berapa dewa yang ada di balik pintu tertutup. Kita harus pergi untuk mencari tahu," jelasnya.
"Kalau begitu ayo cepat pergi!" Xiu Jimei bangkit dari tempat tidur dan pergi ke halaman utama.
Ada Yamla yang sedang berjaga di depan Istana Golden Lotus dalam wujud ular kecil. Xiu Jimei tanpa ragu membawanya, memisahkannya dari Yidao yang tengah bercerita.
"Apa yang kamu lakukan? Mau ke mana?" tanya Yidao yang segera berubah menjadi manusia.
"Pergilah ke Alam Para Dewa." Xiu Jimei menjawab tanpa menoleh.
"Lalu bagaimana denganku?"
__ADS_1
"Siapa yang peduli. Jika kamu ingin tetap di sini, tetaplah di sini. Yamla aku pinjam dulu."
"Kenapa pergi ke Alam Para Dewa?" gumam Yidao. Tapi dia tidak mau pergi dan akhirnya hanya bisa mencari Roh Bunga di halaman belakang.