
Bluewy segera menyelinap keluar istana setelah Ye Jue dan Lin Yue saling mengobrol. Dia menggunakan kesempatan itu untuk pergi dengan lancar. Ia merasa jika Ye Jue tahu keberadaannya.
Ketika ia kembali ke tempat di mana Xiu Jimei berada, apa yang dilihatnya segera diceritakan. Bahkan Ming Zise mengerutkan kening. Saat rombongan pengawal yang membawa sangkar besar itu memasuki istana, Ming Zise merasakan fluktuasi energi spiritual yang akrab.
"Ming Ming, apakah kamu tahu pria itu?" tanya Xiu Jimei.
"Aku hanya menebak tapi tidak yakin. Tapi setelah mendengar ceritanya, sepertinya itu Dewa Welas Asih, Ye Jue."
"Dewa Welas Asih? Kenapa aku baru tahu tentang dewa ini?" Xiu Jimei merasa heran.
Ming Zise tersenyum tidak berdaya. "Dia jarang berada di istana dan lokasi istananya juga jauh dari istana dewa lainnya. Belum lagi, ia sering bepergian ke berbagai tempat untuk membantu banyak orang. Lagi pula, sebagai dewa yang memiliki perasaan ingin membantu banyak orang, ia sering turun tangan sendiri."
Dewa Welas Asih—Ye Jue sering dianggap aneh oleh dewa lain. Terlalu penyayang dan suka meringankan kesulitan orang lain. Seberapa sulit itu, ia tidak peduli. Karena itulah dia sering dijuluki sebagai dewa yang penuh kasih sayang.
Xiu Jimei belum pernah melihatnya, ini wajar. Selama beberapa tahun terakhir, Dewa Welas Asih memang tidak ada di Alam Para Dewa.
"Lalu kenapa dia di sini dan justru ditangkap? Bukankah dia kuat?"
"Bukankah dantian nya rusak? Kemungkinan besar dia mengalami masalah saat tiba di alam sekuler." Ming Zise menyimpulkan.
"Lalu, haruskah kita membawanya keluar?" tanya Xiu Jikai.
"Tentu saja. Alam sekuler tidak berbeda jauh dengan Dunia Langit. Kultivasi para dewa akan ditekan. Belum lagi jika cacat dantian, tidak tahu kapan bisa pulih."
Kabar baiknya, Ye Jue tidak akan terpengaruh oleh mantra sihir klan penyihir alam sekuler. Kabar buruknya, pria itu terlalu berbelas kasihan pada orang lain. Inilah yang dikhawatirkan. Terkadang, dewa lain suka ingin memukul dan menamparnya. Mereka merasa jika Ye Jue terlalu baik bahkan jika orang lain berbuat jahat padanya.
Untuk menyelamatkannya, tentu saja tidak bisa masuk begitu saja. Tapi juga tidak bisa bersantai. Bencana di alam sekuler akan segera datang dalam dua hari ke depan. Waktunya sangat sempit.
Ratu klan penyihir menyukai pria-pria cantik. Xiu Jimei berniat untuk menyamar menjadi pria dan memancingnya. Hanya saja, dia khawatir jika pasukan Alam Neraka sudah sampai di alam sekuler.
__ADS_1
“Pasukan Alam Neraka belum turun. Lagi pula, tidak mudah untuk mengirim pasukan ke alam sekuler. Dewa memiliki banyak mata di mana-mana dan pasti akan tahu jika hal itu terjadi. Oleh karena itu, kemungkinan besar pasukan Alam Neraka akan tiba di hari dalam dua hari ke depan.
“Lalu, kenapa Ye Jue ada di sini?”
“Mungkin dia juga tahu tentang masalah ini dan datang untuk meringankan keadaan.” Ming Zise tidak tahu alasan pastinya. Dia harus bertanya pada Ye Jue sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada malam harinya, Ming Zise menyelinap ke istana klan penyihir tanpa kesulitan. Ye Jue berada di kamar Lin Yue. Wanita itu tampak pingsan di tempat tidurnya dengan ekspresi senyum-senyum seperti sedang bermimpi sesuatu.
Sedangkan Ye Jue sendiri duduk di tepian tempat tidur dengan kemalasan. Dia tahu jika seseorang datang ke tempat ini. ketika melihat Ming Zise, ia masih sedikit terkejut.
“Rupanya mantan dewa tertinggi. Kamu juga datang ke sini karena masalah bencana alam sekuler?”
“Temani bintang phoenix ku bermain.”
“…” Apakah kamu datang untuk menyebarkan kasih sayang? Ye Jue sedikit tidak berdaya.
Lagi pula saat Lin Yue hendak menyentuhnya dan melakukan hubungan di tempat tidur, Ye Jue merasa jijik. Dia tidak meremehkan wanita, tapi tidak mungkin dinodai oleh penyihir. Jadi dia membuat ilusi seolah-oleh Lin Yue sedang melakukannya di dalam mimpi.
“Sebagai Dewa Welas Asih, apakah kamu bersimpati pada klan penyihir?” tanya Ming Zise.
“Mereka juga manusia yang diciptakan para dewa,” jawab Ye Jue dengan ekspresi lemah lembutnya.
Ming Zise mencibir. Benar-benar tidak berubah. “Kamu bersimpati pada mereka dan ingin menyadarkan mereka dari pengaruh jahat makhluk Alam Neraka, bahkan sampai rela jatuh ke tangan mereka dan menderita?”
“Tentu saja tidak.” Ye Jue menghela napas. “Aku punya rencanaku sendiri, tidak selemah dan sebodoh yang kamu pikirkan. Bukankah takdir manusia dan dewa juga sama pada akhirnya, tertulis?”
Ming Zise tidak menjawab kali ini. itu juga benar. Ia juga ditakdirkan bersama Xiu Jimei. Manusia dan dewa bercampur, sama-sama kultivator, apa yang salah? Tapi seharusnya manusia alam sekuler berbeda dengan alam sekunder bukan?
__ADS_1
Ye Jue selalu cuek sepanjang waktu tapi bukan berarti dia tidak tahu apa yang dewa-dewi lain pikirkan. Ia hanya tidak ingin menanggapinya.
“Lalu, apa rencanamu selanjutnya?”
Ye Jue mengerutkan keningnya sedikit. “Aku di sini sampai bencana itu terjadi.”
“Lalu bagaimana dengan luka dalammu?”
“…” Ye Jue hampir lupa dengan ini. di alam sekuler, ia tidak berbeda jauh dengan manusia lainnya.
Mengetahui jika luka dalamnya tidak bisa sembuh dengan mudah, ia hanya bisa meminta bantuan Ming Zise. Setelah berbincang dengan Ye Jue, Ming Zise pergi. Dia juga tahu bahwa Xiu Jimei sudah menyelinap ke dalam istana. Tapi tidak tahu ada di mana saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Xiu Jimei bersama Xiu Jikai pergi ke sebuah ruang bawah tanah istana klan penyihir. Tidak ada penjagaan yang ketat di sana sehingga keduanya bisa masuk dengan mudah.
"Kenapa kamu ingin datang ke sini?" Xiu Jikai merasa bahwa tempat ini tidak ada apa-apanya sama sekali. Hanya ruang bawah tanah biasa.
"Tidakkah kamu ingin tahu bagaimana makhluk Alam Neraka akam datang ke alam sekuler. Mereka pasti membutuhkan sebuah portal. Jadi kita cari portalnya."
Meski Xiu Jikai merendahkan cara kultivator alam sekuler untuk melakukan sesuatu, tapi mereka jelas lebih licik. Jadi dia tidak berkata apa-apa saat ini.
Keduanya menemukan sebuah pintu yang terkunci rapat. Mereka khawatir saat membuka paksa pintu tersebut, mungkin akan membunyikan alarm.
Untungnya, Xiu Jimei sebagai pewaris esensi delapan dewa-dewi yang dihormati di alam sekunder dan Alam Para Dewa, memiliki cara tersendiri. Tidak sulit baginya untuk membuka kunci pintu. Ia hanya perlu menggunakan sedikit keterampilan untuk melakukannya.
Pintu besi berdaun dua yangcukup besar dan lebar itu terkunci oleh sebuah energi spiritual. Siapapun yang mencoba untuk membukanya pasti akan diserang secara tidak langsung. Hal ini juga yang akan membuat orang yang membuat kuncinya akan merasakan kehadiran penyusup.
Tidak butuh waktu, energi spiritual penyihir yang menyelimuti pintu akhirnya terlepas. Xiu Jimei sengaja menggunakan gelembung spiritual untuk mengunci aura tersebut untuk menguncinya lagi nanti.
__ADS_1
Melihat aksinya ini, Xiu Jikai hanya geleng-geleng kepala. Sungguh buang-buang waktu!