Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Kaisar Bunga Menunjukkan Kemampuannya (1)


__ADS_3

Tapi saat dia melihat Poppy dan Roh Bunga membentuk sulur bersama-sama yang saling terjerat tak jauh di depan, mau tidak mau terkejut. Walaupun Mi Sai tidak tahu apa yang dilakukan Roh Bunga dan Poppy, tapi rasanya kali ini sedikit lebih kuat.


Energi spiritual yang terkumpul di kedua sulur itu lebih besar daripada yang sebelumnya.


“Bahkan jika kalian bekerja sama untuk membentuk sulur, tidak ada bedanya bukan?” Mi Sai mencibir.


Sulur hijau muda dan sulur hijau tua yang beracun memilin seperti tali dan segera menyerang boneka kanibal milik Mi Sai. Boneka kanibal itu mengayunkan cakarnya lagi. Bahkan sengaja menggigit tali tanaman itu dengan gigi-gigi tajamnya.


Namun kali ini jelas ada perbedaannya. Di saat menggigit kedua sulur yang saling terjerat, boneka kanibal tiba-tiba saja bergetar dan mengeluarkan suara yang cukup nyaring. Suaranya menggema hingga banyak burung-burung yang beterbangan menjauh.


Bahkan menarik banyak kultivator lain yang cukup jauh dari tempat kejadian. Mereka melihat ada sulur-sulur tanaman raksasa yang menjerit sesuatu. Setelah itu tidak tahu apa yang terjadi.


Mi Sai yang melihat ada sesuatu yang salah dengan boneka kanibalnya, mau tidak mau tertegun. Tiba-tiba saja dia muntah darah.


“Apa yang terjadi?”


Boneka kanibal miliknya seketika mundur beberapa langkah dan ukuran tubuhnya semakin menyusut. Beberapa sulur gabungan milik Poppy dan Roh Bunga mulai melilit tubuh boneka kanibal. Mi Sai yang tertegun untuk sementara waktu. Lalu dia segera menggerakkan jari jemarinya untuk mengendalikan boneka kanibal.


“Rupanya merepotkan jika keduanya bekerja sama,” gumamnya.


Boneka kanibal mencoba untuk melepaskan diri dari lilitan sulur tebal yang saling terjalin satu sama lain. Tapi karena sulit yang dibuat Poppy memiliki duri beracun, boneka kanibal kesulitan untuk melepaskan diri. Jika dipaksakan, pasti akan merobek permukaan tubuh boneka.


Mi Sai tidak suka melihat bonekanya menjadi compang-camping. Tapi dia juga tidak memiliki cara lain selain melepaskan diri secara paksa.


Namun saat boneka kanibal menyusut hampir kembali ke ukuran aslinya, sulur gabungan Poppy dan Roh Bunga tiba-tiba saja membentuk sebuah pohon raksasa berdaun hijau tua tapi memiliki bunga persik yang indah.


Pohon yang terbentuk dari sulur itu langsung menelan boneka kanibal.


"Sial! Ini tidak mungkin!" Mi Sai membelalakkan mata dan melihat benang spiritual yang terhubung dengan boneka kanibal putus satu persatu.


Wajah Mi Sai menjadi sedikit pucat dan kesepuluh jarinya gemetar kesakitan. Ada kesemutan hebat di kedua tangannya hingga membuat otot tangannya lumpuh sementara waktu.


Dia tidak memperkirakan jika boneka kanibal akan ditekan oleh pohon raksasa yang tiba-tiba terbentuk dari sulur.

__ADS_1


Tanpa boneka kanibal, Mi Sai kehilangan perisainya. Dia menggertakkan gigi.


"Kalian berani!" Mi Sai berkata merah. Kali in Mi Sai sama sekali tidak memiliki aura spiritual yang kuat.


Poppy dan Roh Bunga memanfaatkan situasi tersebut untuk menyerang Mi Sai. Jadi saat Mi Sai sibuk ingin menarik kembali hubungan spiritual dengan boneka kanibal, Roh Bunga dan Poppy melancarkan aksinya.


Mi Sai sudah sibuk dengan boneka kanibal yang energi spiritual nya semakin ditelan oleh pohon raksasa itu. Kini Poppy dan Roh Bunga menyerang, dia tambah kewalahan.


Tak ada cara lain untuk menyerang mereka selain menggunakan seluruh kemampuannya. Bahkan jika itu akan membuat tubuhnya rusak, Mi Sai tidak bisa kalah.


"Kali ini tidak akan kuampuni!"


Segera energi spiritual di tubuh Mi Sai meledakkan cahaya hitam yang suram dan menakutkan. Energi spiritual kegelapan berputar di sekelilingnya hingga menciptakan embusan angin yang cukup kencang.


Poppy dan Roh Bunga mundur dan menarik kembali energi spiritual tanaman roh yang baru saja dilancarkan pada Mi Sai. Keduanya menyipitkan mata.


"Apa itu?" Poppy terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya.


Roh Bunga yang sudah memiliki banyak pengalaman saat bersama Fu Chan Yin, akhirnya berekspresi serius.


"Dia mencoba untuk memaksimalkan kultivasinya hingga ke puncak. Ini akan membuatnya meledak sampai mati."


"Dia begitu nekat seperti itu?"


"Tujuan utamanya bukan kita."


Roh Bunga ingat jika Yan Yujie adalah raja hantu saat ini dan ketiga kultivator hantu yang mengincar Yan Yujie sebelumnya merupakan antek-antek He Lang. Sayangnya He Lang mati di tangan jiwa raja hantu dan ketiga antek-anteknya dihukum.


Kultivator hantu yang memiliki perawakan anak kecil di depannya ini seharusnya merupakan salah satu dari mereka.


"Jangan lengah." Roh Bunga memperingatkan.


"Aku tahu!"

__ADS_1


Tak lama setelah itu, Mi Sai menghilang dari tempatnya. Poppy dan Roh Bunga waspada, menguarkan energi spiritual ke sekitar pukul untuk melacak keberadaan Mi Sai. Tumbuhan dan pepohonan yang ada di sekitarnya akan segera memberi tahu di mana Mi Sai berada.


Tapi tanpa diduga, Mi Sai tiba-tiba saja muncul di depan Poppy sambil menyeringai. Kedua mata Mi Sai sudah berwarna hitam pekat dan dua taring terlihat jelas saat tersenyum.


"Aku di sini," ujar Mi Sai santai dan meremehkan.


Poppy membelalak. Sebelum dia melakukan pertahanan diri, Mi Sai sudah mengangkat tangannya dan menampar dada Poppy dengan kekuatan penuh.


Untungnya Poppy sempat melindungi tubuhnya dengan energi spiritual sehingga efeknya tidak terlalu parah. Tapi dia masih terpental dan muntah darah cukup banyak.


Kini giliran Roh Bunga yang diserang. Hanya saja Roh Bunga memiliki kepekaan yang lebih tinggi dibandingkan Poppy sehingga semua serangan Mi Sai mampu ditangkis.


Tapi dia juga sama-sama terluka. Roh Bunga mundur beberapa meter dan segera menumbuhkan sulur-sulur hijau dari dalam tanah untuk menjerat Mi Sai.


"Merusak diri sendiri itu tidak baik, Nak," katanya agak bercanda.


"Bukan urusanmu!" Mi Sai mengembunkan energi spiritual lagi sehingga semua sulur yang menjeratnya langsung hancur.


Ekspresi Roh Bunga sudah kesal sejak lama. "Merepotkan!" gumamnya.


Roh Bunga tidak lemah. Setidaknya dia jarang sekali menunjukkan kekuatannya selama ini. Tapi karena Mi Sai ini cukup menjadi lawannya seperti Xiu Jimei dan Xiu Jikai, maka dia tidak keberatan untuk menjadi lebih serius.


Roh Bunga segera mengubah dirinya menjadi pohon persik berbunga lebat dan berbuah matang. Dia tertawa ringan, manis dan enak didengar. Tapi di telinga Mi Sai, rasanya seperti sedang menanti firasat buruk.


Pohon besar berbunga yang terbuat dari sulur-sulur tadi langsung menyusut dan pindah ke sisi Roh Bunga. Pohon persik raksasa segera terbentuk di tengah-tengah Mi Sai dan Poppy yang mencoba memulihkan diri.


Poppy terbatuk lagi. “Apa-apaan ini? Apakah dia bodoh atau sengaja ingin pamer?” Dia tidak senang.


Sejak kapan Roh Bunga menjadi begitu kuat melebihi dirinya? Poppy tidak senang dan cemburu tapi dia harus mengurus dirinya sendiri saat ini sebelum bergabung dengan pertarungan.


Mi Sai melihat pohon persik raksasa di depannya, penuh aura vitalitas. Siapa yang menduga jika pria cantik yang hampir menyerupai perempuan itu mampu mengubah dirinya menjadi pohon.


“Pohon persik jadi-jadian?” gumamnya sedikit tidak masuk akal.

__ADS_1


__ADS_2