Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Makhluk Neraka di Balik Kabut (1)


__ADS_3

Yan Yujie mendengar teriakan Tuit Tuit yang akrab pun terkejut. Dia segera menangkap burung itu sebelum jatuh ke dalam panci berisi air rebusan mie instan. Tuit Tuit merasakan uap air panas di tubuhnya. Bulu-bulu di tubuhnya langsung berdiri semua. Dia hampir saja menjadi burung rebus bukan?


Yan Yujie memegang kaki Tuit Tuit tepat pada waktunya. Yang lain juga menghela napas. Jika yang muncul adalah Tuit Tuit, maka ….


Tanpa sadar mereka melirik ke bibir gua dan siluet tiga orang tadi akhirnya menjadi lebih jelas. Ternyata Xiu Jimei, Xiu Jikai dan Ming Zise.


Xiu Jimei tersenyum senang saat menemukan mereka. “Rupanya kalian di sini.”


Wang Xuyue ingat jika array pelindung masih terpasang di bibir gua. Dia ingin memperingatkannya tapi melihat Xiu Jimei menembus array dengan santai, mereka semua hampir bodoh di tempat. Belum lagi itu masih array yang dipasang oleh Wang Xuyue sendiri.


“…”


Wang Xuyue merasa jika kekuatannya masih belum cukup untuk membuat array. Ia langsung lemas di tempat. Dia lupa jika Xiu Jimei sering melawan hukum langit.


Berbeda dengan Xiu Jikai yang berhenti sebentar di depan array pelindung, mengerutkan kening dan memeriksa jika array pelindung berfungsi dengan baik. Ia juga melewati array pelindung tanpa kesulitan dan berkata pada Wang Xuyue.


“Array yang kamu buat telah meningkat lagi. Apakah ayahmu mengajari metode baru?”


Wang Xuyue merasa semangat kembali saat dia bertanya tapi lagi-lagi langsung menunjukkan ekspresi mengeluh. “Tidak. Ayahku berkata kekuatanku belum cukup untuk membuat array tingkat lanjut.”


Baru saat itulah Xiu Jimei menyadari jika di bibir gua telah dipasangi array pelindung. “Kenapa aku tidak menyadari ada array sebelumnya?” Dia terkejut.


“Dengan kekuatanmu, apakah masih harus mengetahui array kelas menengah yang tidak ada apa-apanya?”


“…” Xiu Jimei hanya merasa ada embusan angin dingin ke tubuhnya saat memasuki gua, ternyata itu array yang dibuat Wang Xuyue.

__ADS_1


Untungnya masalah array tidak terlalu dipermasalahkan. Setelah ketiganya datang, akhirnya kelompok Xuan Xing tidak jadi untuk keluar gua lebih dulu. Mereka mengobrol terlebih dahulu. Xiu Jimei sendiri sudah sarapan sebelumnya tapi tertarik dengan mie instan.


“Cip Cip berkata ada sesuatu di balik kabut aneh ini. Apakah kalian menemukannya sepanjang jalan?” tanya Xuan Xing.


“Ya, ada beberapa. Ini makhluk Alam Neraka tapi masih makhluk tingkat rendah di alam mereka.” Xiu Jikai menjelaskan.


“Jadi benar-benar makhluk yang mengerikan. Lalu, apa yang mereka lakukan?” Kin Wenqian sedikit merinding.


“Tentu saja mencari mangsa dari balik kabut.”


Xiu Jikai tidak menakuti-nakuti mereka. Ini memang kebenarannya. Saat mencari titik lokasi keberadaan Xuan Xing dan yang lainnya, mereka tidak sepenuhnya berteleportasi, tapi berjalan santai sambil melihat apa yang ada di balik kabut kemerahan tersebut.


Hasilnya, mereka dihadapkan dengan makhluk dari Alam Neraka yang memiliki tampilan buruk. Mereka semua sepenuhnya berwujud binatang yang berjalan layaknya manusia. Tinggi mereka beragam. Ada yang selutut hingga yang lebih dari enam kaki sekalipun. Tak terkecuali.


Serangan mereka cepat dan ganas. Namun untungnya masih golongan kultivasi rendah yang seharusnya tidak penting di Alam Neraka. Namun saat turun ke alam sekuler, semuanya menjadi ancaman nyata.


Xiu Jimei menjelaskan. “Jika kabut ini tidak muncul, kalian akan melihat jika ada pusaran awan gelap di atas istana klan penyihir. Di sana lah gerbangnya dan mereka turun dari sana juga.”


“Tidak heran rasanya hari seperti masih gelap,” gumam Yan Yujie. “Jadi, apakah kehancuran alam sekuler akan terjadi dalam waktu dekat?”


“Seharusnya. Ini hanyalah permulaan. Kali ini target klan penyihir adalah kultivator jadi tentu saja mereka pasti akan mengirim pasukan makhluk Alam Neraka ke berbagai tempat untuk melakukan kekacauan.” Xiu Jimei menjelaskan.


Tugas mereka saat ini tentu saja untuk mengurangi kekacauan. Dunia Langit sendiri akan mengirim beberapa kelompok untuk membantu. Bukan hanya itu, Alam Para Dewa juga memiliki pasukannya untuk memerangi makhluk Alam Neraka.


Dengan begitu, Ning Siyu sebagai mantan ratu Alam Neraka sebelumnya dan Lu Zheng yang menjadi raja Alam Neraka saat ini, pasti akan datang untuk memimpin.

__ADS_1


Setelah sarapan, mereka mendiskusikan strategi terlebih dahulu agar bisa mengatasi iblis Alam Neraka yang berkeliaran. Merasa akan dibagi dua kelompok. Xiu Jimei tentu saja pasti akan kembali ke daerah klan penyihir untuk membuat keributan. Sedangkan Xuan Xing akan memimpin sisanya untuk mengamankan orang-orang yang selamat.


Xiu Jikai awalnya ingin tetap bersama adiknya. Tapi Ming Zise memintanya untuk bergabung dengan Xuan Xing. Walupun ada Yan Yujie yang telah menjadi raja hantu yang kuat saat ini, tapi belum cukup. Dengan adanya Xiu Jikai, keselamatan mereka lebih terjamin.


Ming Zise dan Xiu Jimei sudah cukup untuk kembali ke istana aklan penyihir dan menjemput Ye Jue yang ada di sana.


Setelah berpisah, kelompok Xiu Jikai sudah bertemu dengan beberapa iblis Alam Neraka tingkat rendah yang tidak terlalu ganas. Namun sulit untuk dijatuhkan. Sementara Xiu Jimei dan Ming Zise bisa pergi ke istana dengan aman.


Di sekeliling istana klan penyihir, tidak ada kabut yang menyelimuti. Kabut itu hanya berada di luar gerbang. Ini memang cukup aneh. Pusaran awan gelap di atas istana terus bergerak perlahan disertai gemuruh.


Xiu Jimei dan Ming Zise telah bersembunyi agar tidak ketahuan.


"Apakah gerbang Alam Neraka yang ada di ruang bawah tidak digunakan? Aku sudah menyiapkan kejutan untuk mereka. Jika itu tidak digunakan, bukanlah sia-sia?" keluh gadis itu.


Ming Zise tersenyum. "Jangan terburu-buru. Lagi pula pusaran awan di langit ini hanyalah awal dari syarat membuka gerbang alam lain. Alam Neraka dan alam sekuler jelas jauh berbeda. Untuk membuat pintu gerbang penghubung jelas membutuhkan banyak waktu dan tenaga," jelasnya.


Xiu Jimei juga tahu tentang ini. Keduanya memperhatikan jika kondisi di istana klan penyihir tidak sesibuk yang dibayangkannya. Atau mungkin semuanya sudah berada di bawah kendali Ning Siyu atau Lu Zheng.


Tak lama kemudian, Xiu Jimei melihat sosok Luo Chan yang cukup lama tidak dilihatnya. Wanita itu kembali ke istana jalan penyihir, mungkin untuk mempersiapkan pertempuran besar.


"Dia juga di sini," gumamnya.


Xiu Jimei ingat jika Ye Jue masih memikirkan niat untuk membujuk orang-orang klan penyihir agar kembali ke jalan dewa. Tapi hasilnya mungkin tidak terlalu bagus.


Ming Zise tidak tahu tentang Luo Chan. Tapi Xiu Jimei bercerita sebelumnya. Hanya saja di matanya, Luo Chan bukanlah lawannya sama sekali. Ia bahkan tidak mempedulikannya.

__ADS_1


Sepertinya Luo Chan ada di sini untuk menemui Lin Yue. Xiu Jimei tidak terburu-buru untuk memasuki istana. Dia bahkan tidak tahu apa yang sedang dilakukan Luo Chan pada Ye Jue saat ini.


"Ming Ming, apakah Dewa Welas Asih adalah dewa yang tidak pernah marah?" tanyanya.


__ADS_2