Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Poppy Menjadi Hitam


__ADS_3

Bai Shiyu dan Poppy sama-sama melihat ke arah mangkuk tembaga yang dipegang Xiu Jimei. Lalu terkejut.


"Apakah kamu meraciknya?" tanya Bai Shiyu curiga.


"Aku baru saja meraciknya." Gadis itu mengangguk.


Melihat beberapa botol giok di atas meja telah dibuka, Bai Shiyu bahkan ingin pingsan. Semuanya adalah racun yang baru saja dia buat dalam sebulan terakhir. Dia berniat untuk melelangnya. Tapi gadis itu bahkan berani memakainya tanpa berkata lebih dulu.


"Kenapa harus yang ini, yang ini dan yang ini?" Bai Shiyu mengambil semua botol racun satu persatu. Hatinya berdarah tapi tidak ada luka.


Xiu Jimei menatapnya polos. "Aku merasa itu yang terbaik."


"..." Bai Shiyu ingin pingsan.


Pada akhirnya di masih tidak bisa marah pada gadis yang pura-pura polos di depannya ini. Dia memeriksa racun hitam pekat yang baru saja diracik Xiu Jimei. Tapi masih tidak tahu apa efeknya.


Dia menggelengkan kepala. Lalu menatap Xiu Jimei dengan kebencian besi dan baja. Gadis ini abnormal, sama seperti ibunya.


"Beranikah kamu mencicipinya? Jangan khawatir, jika kamu keracunan, aku akan bertanggung jawab untuk pemakamanmu," candanya.


Sudut mulut Xiu Jimei berkedut. Tapi dia masih mencicipi racun yang dibuatnya sendiri. Hanya saja tidak ada reaksi apapun.


"Lupakan saja. Aku tidak bisa keracunan oleh racunku sendiri. Poppy, kamu coba. Aku datang khusus untuk melihatmu. Sudah lama sekali kamu tidak mencoba racun racikanku," jelasnya seraya melihat Poppy dengan ekspresi berbincang.


"..??!" Poppy yang mulai merasakan firasat buruk mau tidak mau mundur selangkah. Tapi Roh Bunga menahannya.


"Poppy, tolong selamatkan aku." Roh Bunga khawatir jika Poppy menolak, Xiu Jimei akan mengarahkan mata padanya. Dia tidak mau.

__ADS_1


"..." Poppy yang dibujuk oleh kaisar bunga akhirnya menyerah.


Dia mengambil mangkuk tembaga dan menelan salivanya dengan susah payah. Baik Bai Shiyu sendiri, menatapnya dengan ekspresi tak berdaya.


"Ayo, tidak apa-apa. Aku sudah sering menyalahgunakanmu selama ini. Tidak mungkin kaisar racun takut pada racun," jelas Bai Shiyu yang tentunya memberi dukungan tapi menusuk hatinya juga.


"..." Poppy tidak bisa berkata-kata. Dia akhirnya meminum racun berwarna hitam pekat itu dua seteguk saja.


Seketika, tubuhnya bereaksi. Ada sesuatu yang berdesir di tubuhnya. Jelas ini gejala keracunan. Poppy yang awalnya merasa jika dirinya akan pingsan kali ini, tubuhnya perlahan berubah warna menjadi hitam. Bahkan hingga ke rambutnya sendiri.


Melihat perubahan itu, Poppy terkejut. Dia seperti makhluk jadi-jadian saat ini.


"Kenapa tubuhku menghitam seperti ini??!" Poppy merasa ngeri dengan dirinya sendiri.


Roh Bunga juga tak bisa menahan diri untuk menggigil. Wajah tampan Poppy kini menjadi hitam. Hanya menyisakan iris mata kehijauannya saja.


Akhirnya Roh Bunga pun tertawa karena tak kuasa menahan perasaan lucu.


Poppy langsung mencari cermin besar dan melihat dirinya saat ini. Dia pun menjerit ketakutan dan pingsan di tempat.


"Poppy!"


Bai Shiyu terkejut melihat reaksinya yang berlebihan, lalu membantunya untuk berbaring di tempat yang lebih nyaman. Dia segera mencari penawar yang cocok. Tapi tidak ada satu pun yang cocok. Jadi Bai Shiyu hanya bisa membuatnya sendiri.


Tapi lagi-lagi dia bingung penawar jenis apa yang cocok untuk racun yang mampu membuat tubuh berubah warna menjadi sehitam pantat wajan.


"Gadis bau (nakal), cepat berikan penawarnya," kata Bai Shiyu.

__ADS_1


Xiu Jimei terkejut dan akhir ingat jika dirinya tidak membuat obat penawar untuk racun yang baru saja diraciknya. Dia pun menggeleng kepala.


"Aku tidak memikirkan ini sebelumnya."


"..." Bai Shiyu sungguh ingin pingsan saat ini. Lalu harus bagaimana sekarang?


"Kenapa begitu panik? Racun itu akan hilang efeknya besok. Ini hanya berlaku sehari saja, tidak berbahaya." Xiu Jimei sudah mengukur kadar racun yang diracik nya sendiri. Tentu saja paling tahu.


Akhirnya Bai Shiyu bisa menghela napas lega. "Kalau begitu, Poppy harus tenang saat bangun nanti."


Tidak tahu bagaimana Xiu Jimei membuat racun yang mampu membuat tubuh hitam, tapi Bai Shiyu rasa racun itu sangat unik dan berguna. Jadi dia menyimpannya.


Setelah kunjungan singkat, Xiu Jimei dan Roh Bunga kembali ke Istana Golden Lotus.


Poppy yang pingsan akhirnya siuman setengah jam kemudian. Bai Shiyu sudah ada di sampingnya, menatap dengan ekspresi khawatir.


"Aku masih hitam!" Poppy melihat kedua lengannya masih berwarna hitam, rasanya tidak menyenangkan mata. "Pak Tua, pikirkan cara untuk penawarnya."


"Tubuhmu sendiri bisa mengekstrak racun. Tidak bisakah kamu mengungkapkan energi spiritualmu sendiri?"


"Tidak, ini terlalu kuat," Jawa Poppy tidak berbohong.


Dia mengingat Xiu Jimei yang selalu mencoba memintanya menguji racun, sekarang mengerti satu hal. Di masa depan, dia lebih suka menjadi kelinci percobaan Bai Shiyu alih-alih mengikuti Xiu Jimei. Dia bisa mati cepat atau lambat. Baik ibu dan anak sama-sama beracun!


"Pak Tua, aku akan lebih setia padamu di masa depan. Asal gadis itu tidak datang lagi ke sini untuk menguji racun terhadapku," katanya.


"..." Apakah racun itu juga memengaruhi otakmu?

__ADS_1


__ADS_2