Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Bukankah Kamu Gagak?


__ADS_3

Menjadi seekor gagak hitam roh hanyalah wujudnya yang lain. Shin Yalong bisa meniru beberapa wujud burung yang diinginkannya. Tapi dia lebih suka menjadi gagak hitam dan berpura-pura meneror rumah manusia di malam hari. Hidupnya sangat nyaman selama beberapa puluh tahun terakhir ini.


"Ibuku secara alami bisa memasak dengan sangat baik," kata Xiu Jimei. "Bergabunglah dan makan dulu sebelum pergi."


"Terima kasih atas undangannya." Shin Yalong tidak menolak.


Tuit Tuit yang melihat Shin Yalong langsung terbang dan hinggap di atas kepalanya tanpa rasa bersalah.


"Gagak jelek, apakah ayah dan ibumu juga burung keturunan roh purba?" tanyanya tiba-tiba.


Sudut mulut Shin Yalong berkedut sedikit. Dia sudah memegang paha ayam goreng. "Tentu saja, jika tidak, dari mana darah purba ku berasal? Burung lain?" candanya.


"..." Bukan itu maksudku. Tuit Tuit menghela napas tidak berdaya. Tapi dia tidak bertanya lebih banyak.


Semua makanan di meja sangat enak dan mereka hampir tak bisa menghabiskannya. Jika bukan karena Xiu Jimei memiliki nafsu makan besar tapi perut tampak rata seolah-olah tidak makan apa-apa, mereka tidak percaya sama sekali. Tapi itu faktanya.


Shin Yalong tampak penasaran dengan identitas burung berbulu jingga kemerahan yang hinggap di kepalanya.


"Kamu ini burung jenis apa? Kenapa aku merasa bahwa tubuhmu dipenuhi aura kepemimpinan. Aku sendiri bahkan hampir ingin berlutut." Shin Yalong membuat percakapan lain agar tidak canggung.


Tuit Tuit mengeluarkan suara yang cukup nyaring dan mengejeknya. "Leluhur ini adalah burung phoenix. Tentu saja, kamu harus berlutut untukku."


Shin Yalong tersedak ayam goreng. "Tidak mungkin. Burung phoenix? Sekecil ini? Aku khawatir Dewa Binatang akan tersandung kerikil di masa depan."


"..." Malas berdebat dengan sesama burung. Tuit Tuit tidak mau menjelaskan lebih banyak lagi.


"Bagaimana kabar ayah dan ibumu saat ini? Aku sudah lama tidak melihat keduanya semenjak mengikuti ujian," tanya Xiu Jimei.

__ADS_1


"Mereka seperti biasanya. Ibu sering bilang bahwa ayah mirip pantat wajan," jawab Shin Yalong datar.


Wang Xuyue dan Jia Lishan hampir menyemburkan air yang sedang diminumnya.


"Kenapa ibumu bilang begitu?" Jia Lishan mengerutkan kening.


Shin Yalong tampak tidak berdaya. "Karena ayahku adalah burung hitam dan ketika menjadi manusia, semua pakaian hingga rambutnya hitam. Kecuali kulitnya yang putih dan wajahnya yang tampan."


"..." Kamu memiliki kepercayaan diri yang luar biasa, batin yang lain.


Xiu Jimei mengangguk setuju. "Tanpa diduga, mereka melahirkanmu, burung berbulu hitam dan merah muda. Para burung betina harus iri dengan bulumu yang cantik."


"Darah orang tua yang baik, anak tidak mungkin jelek bukan?" Shin Yalong terkekeh.


Tanpa diduga, Tuit Tuit mematuk kepalanya. "Gagak jelek. Kamu masih lemah di mataku. Tapi kemampuanmu lumayan," ujarnya.


“Bukankah kamu gagak?”


“Itu hanya penyamaran sementara.”


“Jika itu hanya menyamar, kenapa kamu memilih menjadi gagak? Itu tidak cantik.”


“Menjadi gagak, berarti aku tidak akan diburu oleh pihak lain.”


“…” Kamu sangat pandai memanfaatkan situasi.


Shin Yalong makan dengan bahagia hari ini. Dia suka makan daging, secara alami, ia kurang suka dengan sayuran. Kali ini dia bertemu dengan Xiu Jimei. Rasanya seperti berkah tersembunyi.

__ADS_1


Setelah makan, Shin Yalong tidak tinggal lama karena masih ada sesuatu yang harus dilakukannya. Dia mengucapkan selamat tinggal pada mereka semua. Meski Tuit Tuit ingin bicara banyak dengannya karena sesama jenis burung, Shin Yalong tidak menganggur.


Tuit Tuit menghela napas saat melihat Shin Yalong dalam wujud gagak hitam berjambul merah muda nya terbang menjauh. Xiu Jimei melihat Tuit Tuit seperti sedang kehilangan belahan jiwanya.


“Ketika kamu dewasa nanti, kamu bisa menikah dengannya,” kata gadis itu sekenanya.


“Tidak mungkin!” Tuit Tuit langsung menolak. “Aku adalah binatang suci ilahi kuno. Aku tidak memiliki nafsu untuk memiliki pasangan atau tertarik pada lawan jenis. Jangan membuat tebakan yang tidak masuk akal.


“Tidak bisakah?” Xiu Jimei tidak percaya.


“Tentu saja tidak bisa. Aku hanya merasa sangat disayangkan tidak bicara lebih lama dengan burung lain. Aku adalah leluhur burung. Aku hanya menyapa mereka.”


Xiu Jimei tampak kecewa. “Oh, sayang sekali.”


“…” Apakah kamu sangat berharap aku memiliki nafsu untuk menikah dan berhubungan ****?


Setelah makan-makan sepuasnya, mereka beristirahat untuk mencerna makanan. Yan Yujie sudah sibuk dengan buku usang tentang kultivasi raja hantu. Dia harus segera menjadi kuat untuk bisa mengambil alih Dunia Hantu lebih cepat.


Yan Yujie sudah memutuskan jika dia akan pergi ke Dunia Hantu lebih awal dan mungkin akan melewati ujian gabungan.


“Aku akan membuat alasan kenapa kamu tidak bisa mengikuti ujian. Jangan khawatir, mereka tidak akan menghentikanmu,” ujar Xiu Jimei.


“Xiao Mei, alasan apa yang akan kamu berikan pada penilai ujian?” Xuan Xing penasaran.


“Rahasia.”


Xiu Jimei tersenyum dan dia mengelus dagunya.

__ADS_1


“…” Mereka merasakan firasat buruk.


__ADS_2