
Zhishu dan Xiu Jimei melirik sosok Han Yuye yang baru saja muncul. Pria itu menghampiri keduanya dan tanpa ragu duduk di sisi lain. Zhishu tidak keberatan seolah-olah sudah terbiasa dengan keberadaannya di Istana Langit.
"Dewa Pencipta Dunia Langit untungnya di sini. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu. Ini tentang mimpi burung kecil itu," kata Zhishu tanpa memikirkan keluhan Han Yuye sebelumnya.
"Oh, apa itu?" Han Yuye penasaran dan tanpa ragu mengambil makanannya sendiri.
"Apakah di Alam Para Dewa, ada pria berjubah brokat merah burung phoenix?"
Gerakan tangan Yan Yuye sedikit terhenti sejenak dan keningnya berkerut. Dia tidak berpikir lama dan langsung menebaknya.
"Maksudmu Dewa Binatang? Kenapa tiba-tiba bertanya tentang dewa yang satu ini?" tanyanya bingung. "Burung kecil itu memimpikan Dewa Binatang?" Han Yuye melihat Tuit Tuit yang masih memiliki bulu anak burung yang belum tumbuh panjang.
"Ya." Tuit Tuit mengaku.
Han Yuye tidak menganggap nya serius. Dia pikir normal untuk memimpikan Dewa Binatang. Lagi pula, Tuit Tuit adalah burung phoenix api, salah satu binatang roh suci ilahi kuno.
"Mungkin kamu bisa cerita, apa yang kamu mimpikan saat itu?"
Tuit Tuit menceritakan awal mula dalam mimpi. Mimpinya bukan sesuatu yang mengerikan. Tapi dalam mimpi itu, seorang pria berjubah brokat merah burung phoenix tampak berbicara dengan seseorang dan meninggalkan Alam Para Dewa. Setelah itu, pria tersebut mengubah dirinya sendiri menjadi bola jiwa dan terpecah ke seluruh penjuru dunia.
Ketika Han Yuye mendengar keseluruhan isi cerita, tangan yang memegang sumpit sedikit gemetar. Jika awalnya dia acuh tak acuh tentang mimpi Tuit Tuit, maka kali ini dia serius.
"Dewa, apakah tahu apa arti dari mimpi Tuit Tuit?" tanya Xiu Jimei sangat penasaran. Dia melihat gelagat Han Yuye sedikit salah, mau tidak mau curiga.
__ADS_1
Han Yuye mendapatkan tatapan dari mereka, sedikit tidak nyaman di hatinya. Dia mengingat kembali peristiwa di masa lalu. Sudah lama sekali. Bahkan mungkin Alam Para Dewa tidak lagi memikirkannya.
"Sebenarnya, mimpi yang diceritakan burung kecil itu memang terjadi di Alam Para Dewa. Tapi sudah lama sekali. Mungkin ribuan tahun lalu," jawabnya pelan.
"Bicaralah yang jelas." Zhishu tidak mau buang-buang waktu.
"Yang burung kecil mimpikan itu adalah sosok Dewa Binatang. Dalam mimpi yang baru diceritakan, itu harusnya menjadi hari di mana Dewa Binatang meninggalkan Alam Para Dewa dan menghancurkan jiwa raganya menjadi jiwa yang tersebar ke seluruh penjuru dunia. Lalu, semua ini menjadi awal mula beberapa binatang yang berkuasa di daratan," tuturnya.
"Dewa Binatang meninggalkan Alam Para Dewa? Tapi kenapa?" Xiu Jimei tidak lagi tertarik untuk makan.
"Itu karena dia telah ketahuan membohongi penghuni Alam Para Dewa dan juga mengelabui semua dewa. Dewa Pencipta Dunia Langit menghukumnya untuk menghancurkan jiwanya sendiri di dunia dan menyebarkan semua pecahan jiwanya ke setiap penjuru dunia."
Lalu Han Yuye menatap Tuit Tuit dan mau tidak mau menyentuh kepala kecilnya. Dia sengaja memeriksa jejak spritual di tubuhnya.
Han Yuye menarik kembali tangannya dan ekspresinya lebih serius dari sebelumnya. "Kamu .... Kamu mungkin adalah dia," ujarnya.
"Huh, apa maksudmu?" Tuit Tuit menyentuh kepalanya dengan sayap.
"Kamu mungkin reinkarnasi Dewa Binatang." Han Yuye yakin tentang ini.
Xiu Jimei dan Zhishu terkejut. Bahkan Tuit Tuit lebih terkejut dan langsung menggelengkan kepala.
"Tidak mungkin! Dewa Binatang adalah pria. Aku adalah burung betina!"
__ADS_1
Tuit Tuit merasa dingin di tubuhnya. Sejak kapan dia mengubah gender menjadi pria? Setiap dilahirkan kembali dari api, dia adalah betina, betina yang cantik! Dan aku menjadi sosok wanita cantik saat dewasa nanti, pikirnya.
"Benar juga. Ini tampaknya tidak masuk akal," kata Xiu Jimei setuju dengan perkataan Tuit Tuit.
Han Yuye tetap bersikeras dan akhirnya mengklarifikasi sesuatu. "Apakah kalian tahu apa kesalahan Dewa Binatang yang mengelabui para dewa-dewi dan membohongi penghuninya?"
"Apa itu?"
"Karena sejak awal, Dewa Binatang adalah seorang wanita yang menyamar menjadi pria."
"..." Tuit Tuit yang baru saja berpikir dirinya memiliki gender ganda, langsung terdiam.
Sontak pernyataan itu membuat Xiu Jimei dan Zhishu tercengang. Ada keheningan sementara di gazebo dan ketiganya memikirkan masalah lain tentang identitas Dewa Binatang.
"Dewa Binatang sebenarnya adalah wanita? Dia harusnya menjadi Dewi Binatang?" Xiu Jimei menebak.
"Benar. Seperti itulah alasannya. Dia sebenarnya adalah wanita. Dengan kemampuan mengubah bentuk tubuhnya yang diturunkan dari leluhur, Dewa Binatang mengubah gendernya. Dia adalah seorang wanita saat masih kecil dan sengaja menjadi pria untuk penyeleksian menjadi dewa. Dia sendiri adalah phoenix dewa di masa jayanya." Han Yuye tidak menutupi kejadian masa lalu itu.
Xiu Jimei masih tidak memahaminya. "Lalu kenapa dia menyamar untuk penyeleksian menjadi dewa?"
...****************...
NB: Selamat menyambut bulan suci Ramadhan bagi kalian yang menjalankan. Jangan lupa tengok juga novel terbaru Author bulan ini yang berjudul The Blind Wife Of Fortune. Jika kalian suka, bagikan dengan pembaca lain untuk meramaikan novelnya bersama.
__ADS_1