
Tongluo tentu saja tidak ingin di penjara atau dihukum apapun. Tapi ia tak bisa melakukan apapun. Kedua kakinya dirantai sehingga energi spiritualnya juga tersegel. Anak laki-laki berkepala rubah itu hanya bisa mengeluh diam-diam, menatap Ming Zise untuk pengampunan.
Ming Zise masih memiliki beberapa hal untuk ditanyakan tapi tidak sekarang. Ia hanya meminta Kaisar Alam Baka untuk mengurung Tongluo di tempat khusus lebih dulu sebelum dia mencari tahu apa yang terjadi. Iblis Alam Neraka yang memiliki darah dewa sangat jarang. Jadi bisa dikatakan sebagai kasus langka.
Akhirnya, Tongluo diseret ke penjara khusus. Siapapun yang ada dalam penjara, sama sekali tidak bisa menggunakan kekuatan apapun. Tongluo hanya bisa pasrah saat ini. Setidaknya mereka tidak akan membunuhnya.
Ming Zise dan Xiu Jimei meninggalkan istana. Sementara sisanya pergi mengikuti Tuit Tuit. Belum lagi, mereka melihat awan gelap di atas hutan yang baru saja dipadamkan.
"Ming Ming, mungkinkah gempa yang tadi ada hubungannya dengan air sungai yang surut?" tanya Xiu Jimei.
"Seharusnya." Ming Zise menyipitkan mata. Lagi-lagi ia tak bisa melakukan apapun yang melanggar aturan Dunia Langit dan Alam Para Dewa. Kecuali meminta izin pada Han Yuye.
Keduanya menuruni tangga yang cukup panjang. Lalu gempa kembali mengguncang negeri tersebut. Kali ini bukan hanya gempa tapi suara raungan yang menggema ke langit. Xiu Jimei hampir kehilangan keseimbangan saat hendak menginjak anak tangga lain. Jika Ming Zise tidak menahannya lebih cepat, dia mungkin akan terjatuh.
"Lagi?!" Xiu Jimei terkejut.
Arah raungan tadi berasal dari hutan. Ia juga melihat Wang Zheming menunggangi seekor burung roh dan terbang menuju ke arah hutan yang sama.
“Aku akan pergi untuk melihatnya.”
Xiu Jimei tidak menunggu persetujuan Ming Zise dan segera menghilang di tempat. Ming Zise hanya geleng-geleng kepala, mau tidak mau menatap langit cerah yang mulai diselimuti oleh awan gelap. Apakah Dunia Langit masih bisa damai di masa depan?
"Wuming!" panggilnya.
Segera, Wuming muncul dari dusta kosong dan berlutut pada Ming Zise. Ular putih Yamla melilit lehernya dengan tenang.
"Tuan, beri kami perintah." Yamla berkata.
__ADS_1
"Pergi ke Alam Para Dewa dan cari tahu, apakah ada makhluk Alam Neraka yang bersembunyi. Sebelum itu ..." Ming Zise menatapnya dan mulai memberikan arahan.
Wuming terkejut saat mendengarnya. Mau tidak mau bertanya-tanya. Apakah tuannya curiga jika Tongluo dilahirkan di Alam Para Dewa? Meski Tongluo memiliki darah Alam Para Dewa, belum tentu dirinya keturunan penghuni Alam Para Dewa. Bisa saja darah itu ditransfer atau mungkin sengaja dibudidayakan demi tujuan tertentu.
Namun untuk memastikannya, Wuming masih harus pergi ke Alam Para Dewa untuk mencari tahu. Ia pergi ke penjara khusus—tempat di mana Tongluo dikurung lalu ambil beberapa helai bulu kepala rubah merah itu.
Tongluo sangat marah saat melihat seseorang menyelinap ke penjara khusus dan menjambaknya tanpa alasan. Tapi dia tidak curiga apapun. Ia hanya berpikir jika Ming Zise marah, lalu mengirim utusannya untuk menganiaya dirinya.
Seberapa tua umur Tongluo, pada akhirnya masih anak laki-laki yang belum dewasa di dunianya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di sisi Tuit Tuit yang telah berada di hutan saat ini.
Raungan aneh yang menggema di langit mulai menunjukkan wujudnya. Tepat ketika Tuit Tuit terbang di antara lembah yang sedikit hangus, tiba-tiba saja energi spiritual di tempat tersebut langsung kacau. Tuit Tuit yang sedang terbang seketika kehilangan keseimbangan dan jatuh bebas ke lembah.
Pada saat yang bersamaan, seekor naga biru yang tidak terlalu besar terbang ke arah Tuit Tuit dan hendak menggigitnya dengan keras. Kemunculan naga tersebut membuat Tuit Tuit yang masih memiliki kesadaran segera melebarkan mata bulatnya.
Tuit Tuit sebagai seekor burung phoenix yang telah dilahirkan kembali dari api sepertinya mulai mengingat masa lalu. Di saat yang bersamaan juga, dia gagal melarikan diri dari mulut Shuilong dan akhirnya terjebak di mulutnya.
"Ziyura, akhirnya aku menemukanmu. Dendam lama ini akan segera dibalas!" Suara Shuilong yang penuh dendam dan kemarahan menggema. Dia langsung menukik ke tengah lembah.
Tuit Tuit masih belum pulih dari rasa terkejutnya. Ia tak menyangka akan bertemu dengan Shuilong lagi di kehidupan ini. Sudah berapa lama? Mungkin ratusan tahun lalu di benua lain. Pertemuan keduanya tidak baik dan bahkan bertarung mati-matian.
Pada waktu itu, Tuit Tuit menang. Ia membuat Shuilong cedera parah hingga kultivasinya hampir mundur. Intinya, Shuilong adalah musuh lama Tuit Tuit sejak zaman dulu.
"Kamu— Shuilong!!" Suara Tuit Tuit jarang terdengar dingin dsn penuh permusuhan.
__ADS_1
Bertemu Shuilong di saat kondisinya belum memulihkan kekuatan, sungguh hati yang sial. Tuit Tuit hanya bisa berharap Xiu Jimei bisa mengetahui keberadaannya. Ia melihat lingkaran totem yang bercahaya dan menebak jika Shuilong ingin membawanya ke suatu tempat untuk menyelesaikan akun.
Sebuah lingkaran totem raksasa muncul di atas pepohonan lembah, mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat kaya energi spiritual. Lalu Shuilong menembus lingkaran totem bercahaya tersebut dan menghilang begitu saja. Pada saat yang sama, lingkaran totem juga hilang.
Xiu Jimei sebenarnya tiba di hutan yang gosong, akhirnya terkejut. Ia memiliki ikatan kontraktual dengan Tuit Tuit. Di mana pun burung itu berada, ia akan tahu. Tapi sekarang, benang kontraktual nya melemah.
"Tuit Tuit tidak ada di hutan ini lagi?" gumamnya terkejut.
Apa yang terjadi pada Tuit Tuit hingga tidak bisa dihubungi melalui telepati saat ini? Xiu Jimei mulai mencari di s sekitar hutan, berharap menemukan sesuatu. Ia akhirnya pergi ke lembah, tempat terakhir energi spiritual Tuit Tuit terdeteksi.
Melihat lembah dengan saksama, ia menyipitkan mata. Tak lama, Wang Zheming dan beberapa kultivator senior lainnya datang untuk melihat situasi.
"Mei'er, apa yang kamu lakukan di sini? Memeriksanya juga?" tanya Wang Zheming.
Xiu Jimei mengangguk. "Komunikasi ku dengan Tuit Tuit telah terputus."
"Burung kecil itu?"
Wang Zheming memiliki kesan tentang Tuit Tuit. Bukankah itu burung jingga kemerahan yang mengantarkan buah aneh waktu itu? Setidaknya buah roh yang bisa membuat tubuhnya menghitam.
"Ya. Dia sepertinya menghilang di sini. Aku harus segera mencarinya."
Entah kenapa, Xiu Jimei merasa bahwa sesuatu akan terjadi pada Tuit Tuit. Lebih baik menemukan lokasi Tuit Tuit secepatnya untuk mencegah bencana lain.
Di ruang spiritual bawaan, Whitley merasakan jejak lingkaran totem yang baru saja menghilang. Ia memberi tahu Xiu Jimei semua yang diketahuinya. Sebagai naga suci roh ilahi kuno, Whitely memang memiliki indera yang lebih peka. Sama halnya seperti Blacky.
Lingkaran totem memang cukup mudah jika diaktifkan. Tapi ... Xiu Jimei tidak tahu lingkaran totem jenis apa yang dipakai pihak lain.
__ADS_1
Whitely akhirnya keluar dari ruang spiritual bawaan dan berdiri di samping gadis itu.
Xiu Jimei meliriknya. "Bisakah kamu membuatnya?"