
Di saat semua peserta memasuki gerbang Dunia Kecil Array Kuno, pemandangan di sekitarnya berbeda. Setiap kelompok ternyata muncul di setiap wilayah yang berbeda-beda. Entah itu tiba-tiba muncul di atas sungai, laut, hutan, padang rumput atau sarang binatang roh kuno, mereka harus mementingkan keselamatan terlebih dahulu.
Gerbang Dunia Kecil Array Kuno ditutup kembali setelah semua peserta dan guru pendamping masuk.
Kelompok Xiu Jimei muncul di dekat hutan. Kali ini situasinya tidak buruk.
"Dalam tugas dikatakan, kita harus menjinakkan salah satu bintang roh kuno. Lalu mengirim mereka ke tempat di mana penguji penilaian berada. Siapa yang menjadi penguji penilaian kali ini?" Jia Lishan melihat isi gulungan tugas.
Ming Zise ada di sekitar mereka. Dia menjawab, "Bai Huazhi adalah penguji penilaian saat ini."
"Bai Huazhi? Raja Array Kuno?" Xiu Jikai menarik sebelah alisnya.
Bai Huazhi sendiri adalah pembuat Dunia Kecil Array Kuno. Sekarang menjadi penguji penilaian.
"Ya Tuhan! Raja Array Kuno! Pria tua yang selalu bersama kucing hitam besar itu?" Wang Xuyue terlihat antusias.
Xuan Xing serta Kin Wenqian juga penasaran.
Mereka pernah melihat Baik Huazhi di masa lalu. Ada seekor macan kumbang hitam yang selalu menemani Bai Huazhi ke mana-mana. Siapa yang menduga mereka akan memiliki kesempatan untuk melihatnya lagi.
"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo kita cari binatang roh kuno nya dulu," kata Kin Wenqian. "Aku mengerti bahasa mereka, jadi mari cari binatang roh yang tidak terlalu agresif untuk dijinakkan."
"Untungnya ada Wenqian. Ini tidak akan terlalu sulit."
"Jangan terburu-buru. Kita baru saja tiba. Lebih baik untuk memahami kondisi di sekitar dan mencari tempat yang aman untuk bermalam." Ming Zise mengingatkan mereka. "Lagi pula, waktu di sini dengan dunia luar berbeda. Jadi bersantai saja."
Mereka baru menyadari jika saat ini hari sudah sore di Dunia Kecil Array Kuno. Benar-benar memiliki waktu yang berbeda.
Mereka akhirnya mencari tempat yang aman untuk mendirikan tenda.
Untungnya tak jauh dari sana ada sungai yang mengalir tenang. Sungai tersebut cukup besar serta dihuni oleh beberapa ikan yang melompat ke udara.
Sayangnya, mereka susah memiliki banyak ikan di ruang spiritual jadi tidak bisa menangkap ikan lagi.
Pepohonan dan tumbuhan di Dunia Kecil Array Kuno terlihat lebih besar dan tinggi. Bahkan bunga liar saja tumbuh sebesar bunga peoni.
__ADS_1
Setelah mendirikan tenda, mereka membuat api unggun dan mulai memasak hidangan sederhana. Cip Cip duduk tak jauh dari mereka. Tapi ada tali yang mengekang lehernya.
Saat ini, Cip Cip memasang tatapan yang tidak bahagia. Dia seperti anjing yang akan mengamuk kapan saja.
"Kenapa kamu memasang tali pada Cip Cip?" bisik Jia Lishan pada Wang Xuyue.
"Aku khawatir dia berlarian di hutan ini. Ada banyak binatang roh kuno. Bagaimana jika nanti dia bermain dan diterkam harimau raksasa?" Wang Xuyue merasa khawatir jika binatang roh kesayangannya itu terluka.
Menurut ayahnya, jika tidak dimasukkan ke kandang, maka buat tali pengekang saja. Dengan begitu, ayam roh kuno itu tidak akan melarikan diri.
Dari dulu, Cip Cip tidak menyukai ayah Wang Xuyue. Alasannya sederhana. Sejak dia dibesarkan dari kecil, ayah Wang Xuyue selalu menatapnya seperti musuh.
"Aku mendengar apa yang kalian katakan!"
Cip Cip sedikit protes saat Wang Xuyue dan Jia Lishan berbisik tentang dirinya. Dia sungguh ingin memotong tali ini dan pergi ke suatu tempat untuk berburu makanan. Namun nasibnya begitu buruk.
Wang Xuyue sedikit terkekeh. Dia menghampiri Cip Cip dan menyentuh jambul merahnya.
"Jangan marah. Ini hanya sementara. Besok kamu juga bebas."
"..." Cip Cip menyerah dengan bujukan lembut tuannya.
Tak lama, Xiu Jimei yang baru saja kembali dari sungai setelah mencuci semua sayuran pun melihat Cip Cip sedang dalam suasana hati yang buruk.
"Hah? Apakah Cip Cip berbuat nakal lagi?" tanyanya pada Wang Xuyue.
"Tidak. Dia hanya merajuk," jawab Jia Lishan lebih dulu.
"Kenapa merajuk?"
"Dia tidak suka diikat seperti seekor anjing."
"Oh?" Xiu Jimei tahu jika Cip Cip memang sering diikat karena biasanya juga membuat beberapa kekacauan. "Ini lebih baik dari pada dibiarkan. Jika ada pihak lain yang diam-diam menculik dan menjualnya, bukankah itu lebih buruk?"
Ayam roh kuno itu menatap Xiu Jimei dengan ekspresi marah tapi tidak berani berdebat. Dia masih teringat ancaman Xiu Jimei pada hari yang tahun Yan Yujie.
__ADS_1
"Humph! Aku tidak mau berdebat denganmu!" Cip Cip langsung memasukkan kepala ke bawah sayapnya.
Karena leher yang panjang, seekor ayam bisa menyembunyikan kepala di antara sayap. Ini sifat alami ayam saat sedang tidur. Saat ini, Cip Cip terlihat seperti ayam tanpa kepala.
"..." Wang Xuyue yang melihat Cip Cip menyembunyikan kepalanya pun hanya bisa mendesah.
Saat malam hari tiba, suasana sedikit hening. Api unggun menyinari sekitar. Setelah makan malam, Xiu Jimei dan teman-temannya duduk di dekat api sambil menghangatkan diri.
Adapun Ming Zise yang selalu tenang dalam segala situasi, hanya fokus membaca buku. Sama seperti sebelumnya.
"Bukankah Dunia Kecil Array Kuno ini dipenuhi dengan binatang roh kuno? Lalu kenapa tidak ada yang mendatangi kita saat ini?" tanya Wang Xuyue sedikit penasaran. Dia mulai mengantuk.
Kin Wenqian sedikit serius. Dia telah berulang kali menguarkan energi spiritual ke sekitar. Tapi sama sekali tidak mendeteksi adanya binatang roh kuno jenis apa pun.
"Mungkin ini fenomena langka yang disebut 'menjauhi manusia'," katanya seperti seorang ahli bintang roh yang luar biasa.
"Qian Qian, kamu terlalu serius." Sudut mulut Wang Xuyue berkedut.
Di satu sisi, Xiu Jimei yang sedang makan keripik kentang pun menaikkan sebelah alisnya. Dia memperhatikan sekitar, terutama dahan-dahan pohon di kegelapan.
Banyak pepohonan yang menjulang tinggi di dekat mereka berkemah. Kadang beberapa burung roh kuno akan bertengger untuk mengistirahatkan diri. Tapi kali ini suasananya menang sunyi.
Xiu Jimei sepertinya sedang merencanakan apa yang akan dilakukannya besok.
"Besok aku akan pergi sebentar. Kalian bisa melanjutkan perjalanan, nanti aku menyusul." Dia mengambil keputusan.
"Kamu mau ke mana?" Xiu Jikai tiba-tiba di saja bertanya. Dia tentu tidak akan membiarkan gadis ini pergi sendirian dan membuat banyak kekacauan di hutan.
"Pergi dan jinakkan zebra. Aku akan menangkap zebra sebagai binatang roh tungganganku," jawabnya.
Zebra?
Semuanya saling melirik. Bahkan Ming Zise mengerut kening, sedikit berpikir lebih jauh. Apakah benar hanya zebra atau binatang roh lain?
"Sungguh! Ada sarang zebra tak jauh dari sini. Hanya saja hari terlalu gelap jadi aku malas untuk mengeceknya." Xiu Jimei meyakinkan mereka.
__ADS_1
"Kalau begitu, kami akan menunggumu saja. Bukankah kamu bilang tidak akan lama?" Yan Yujie khawatir dia tidak beruntung lagi ketika memasuki hutan, jadi lebih baik mengambil keputusan aman.
"Yah, memang ... Kalau begitu terserah kalian saja." Xiu Jimei tidak banyak berpikir tentang keputusan mereka.