
Pil beracun itu terasa sangat berat di tangan Poppy. Walaupun begitu, di hadapan banyak orang, ia tak mungkin tawar menawar dengan Xiu Jimei. Reputasinya sebagai kaisar bunga racun akan tercoreng. Jadi tanpa berpikiran buruk, ia langsung memasukkan pil racun ke mulutnya.
Pil itu langsung meleleh di mulut. Ada sensasi dingin yang pecah di mulut. Rasanya tidak terlalu pahit dan justru agak manis.
Poppy merasa lega. “Apakah kamu menambahkan gula ke dalamnya?”
“Bukan hanya gula tapi juga susu kental manis. Aku khawatir efeknya terlalu kuat jika terlalu polos,” jawab Xiu Jimei bangga.
“Lalu … apa efek utama racun yang kamu buat?”
“Tentu saja ini terbuat dari jamur spiritual beracun yang memiliki efek halusinasi atau ilusi pada siapapun yang tak sengaja menghirup aromanya. Mereka akan jatuh dalam mimpi indah tanpa akhir. Dengan penambahan beberapa tanaman atau bunga beracun yang kutemukan di sepanjang jalan sebelumnya, efeknya berubah lebih kuat lagi,” tuturnya panjang lebar.
Poppy tertegun. Dia merasa sedikit mengantuk sekarang dan kepalanya agak pusing. “Apa … efek apa yang lebih kuat?”
“Tentu saja kebalikan dari mimpi indah. Ini adalah racun mimpi buruk tanpa akhir.”
Seperti ada petir di langit biru, Poppy yang tak sempat bereaksi langsung tertidur. Jika dia tahu sebelumnya, mungkin akan mempersiapkan mental lebih dulu. Sekarang dia di bawa ke alam mimpi buruk yang sangat mengerikan!
Xiu Jimei sedikit terkejut dengan reaksi racunnya yang cepat. “Apakah dia akan baik-baik saja> aku belum membuat penawar dari racun ini,” katanya sedikit kasihan.
“…” Semua murid yang menyaksikan langsung merinding.
Ming Zise menenangkannya. “Jangan khawatir, dahinya penuh berkah dan bukan kematian, itu artinya dia akan baik-baik saja. Aku akan pergi ke Dewa Obat untuk meresepkan penawarnya.”
Dengan begitu, Xiu Jimei sedikit lega, Bai Shiyu merasa kasihan dengan Poppy yang kini menunjukkan ekspresi bermimpi buruk dalam tidurnya.
“Berapa lama efek racunnya berfungsi?”
__ADS_1
“Sebenarnya racun ini adalah racun bunga tidur. Tidak akan terbangun jika tidak mengatasinya sendiri atau jika menemukan penawarnya.”
“…” Bai Shiyu beruntung karena tidak menjadi orang yang menguji racun kali ini.
Karena Poppy yang jatuh tidur akibat racun Xiu Jimei, Bai Shiyu membawanya di bahu seperti karung, lalu meninggalkan tempat pengujian. Kelompok lain akhirnya diambil oleh Ming Zise.
Tanpa terasa, hari sudah siang. Namun semua kelompok tidak diberi istirahat. Mereka harus pergi ke ladang obat yang sangat luas. Para warga sekitar biasanya membantu anggota alkemis mengurus ladang tanaman herbal.
Setibanya di sana, mereka harus membersihkan ladang tanaman herbal dari rumput, memberi nutrisi hingga panen. Ada beberapa tanaman herbal yang memang sudah waktunya panen.
Kelompok Xiu Jimei ditugaskan untuk membersihkan rumput di ladang tanaman herbal lebih dulu. Mereka dihadapkan dengan sebidang tanah yang penuh dengan rumput es. Rumput es biasanya berwarna putih salju ketika sudah dewasa. Tapi ketika masih muda, warnanya tak beda jauh dari rumput biasa bahkan agak kebiruan.
Rumput es yang ada di hadapan mereka masih muda dan hampir tak bisa membedakan antara rumput liar dengan tanaman obat. Yan Yujie tanpa sadar mencabut rumput hijau yang ada di dekatnya. Siapa tahu, seorang panitia yang mengawasi mereka langsung memukul punggung tangannya dengan tongkat kecil.
“Itu rumput es! Jangan salah cabut. Jika tidak, kamu harus membayar semua rumput yang kamu cabut.”
Lagi-lagi panitia yang mendengar jawaban itu juga kesal dan kembali memukul punggung tangannya.
“Harga untuk sebatang rumput sudah bisa membeli gaun brokat selir kaisar. Obat ini sangat efektif bagi kultivator yang menderita racun panas.”
“Oh.” Yan Yujie asal menanggapi dan dia tidak terlalu peduli.
Kali ini, ia berhati-hati untuk mencabut rumput liar yang tumbuh di sekitar rumput es. Rumput es memiliki warna agak kebiruan atau putih pucat. sedangkan rumput liar berwarna hijau segar. Sedangkan Xiu Jimei sudah sibuk mencabut rumput liar tanpa melakukan kesalahan. Bahkan Tuit Tuit sendiri terbang rendah di atas rumput es dan mencabut rumput liar dengan paruhnya.
“…” Bisakah aku kalah dari seekor burung? Yan Yujie membatin.
Yan Yujie ingin membiarkan anak beruang putih roh kuno untuk membantunya mencabut rumput. Tapi beruang tidak memiliki jari-jari selain cap kaki beruang yang khas.
__ADS_1
Mereka semua harus berjongkok untuk mencabut semua rumput liar yang tumbuh. Pinggang mereka langsung mati rasa karena berjongkok dan membungkuk untuk waktu yang lama. Sementara ladang obat khusus rumput es saja cukup luas. Ketujuhnya harus membersihkan semua rumput liar sebelum menjelang malam.
Xiu Jimei juga akan kehilangan kesabaran jika harus melakukan hal yang sama dalam beberapa jam. Mereka sudah mencabut rumput liar setidaknya menghabiskan empat batang dupa (±2 jam). Untuk mengatasinya, dia menampar tanah yang ada di dekatnya dengan menggunakan energi spiritual.
Ada sedikit getaran setelah energi spiritual yang dia masukan ke tanah mulai menyebar ke sekitar. Semua rumput es juga bergoyang ringan. Tak lama kemudian, semua rumput liar mendadak tercabut dari akarnya dan terpental ke atas.
Xiu Jikai dengan sigap menahan semua rumput liar itu dengan energi spiritual lalu menyingkirkannya ke samping. Akhirnya, ladang tanaman rumput es bersih dari rumput liar yang tak diundang.
“….”
Wang Xuyue serta yang lainnya hanya bisa tertegun, melupakan rasa sakit di pinggang untuk sementara waktu. Jika tahu Xiu Jimei bisa melakukannya tanpa kesulitan, sejak awal mereka tidak perlu lelah membungkuk.
Setelah membersihkan rumput liar, mereka juga memberikan nutrisi serta menyiraminya dengan hati-hati. Kebetulan hari sudah sore sehingga waktunya cocok untuk menyirami semua rumput es. Setelah selesai mengurus ladang rumput es yang cukup luas, mereka beristirahat dan minum air lebih banyak daripada hari-hari biasanya.
“Setelah ini, kita juga harus membaca buku kumpulan tanaman herbal dan racun. Besok kita akan melakukan ujian pemilihan herba secara tertutup dan individu,” ucap Xuan Xing.
Wang Xuyue bahkan belum membaca buku terkait apa lagi menghafalnya. Dia juga tidak bisa curang saat ujian. Yang lainnya juga tidak berdaya, kecuali si kembar yang tetap tenang. Yan Yujie jelas tidak terlalu menganggap serius ujian kali ini. Tapi Jia Lishan sepertinya menebak pikiran laki-laki itu.
“Jika kita gagal dalam ujian kali ini atau nilai yang ditentukan kurang dari yang seharusnya, maka kita harus bekerja di sini selama sebulan tanpa gaji. Jadi lakukan yang terbaik untuk memenuhi poin.”
“…” Yan Yujie yang awalnya tidak menganggap serius ujian pun tidak jadi untuk bermalas-malasan.
“Omong-omong, racun yang Xiaomei buat tadi sangat beracun, apa yang terjadi dengan Poppy sekarang?” tanya Kin Wenqian.
Xiu Jimei juga memikirkannya. “Mungkin masih bermimpi saat ini. Ming Ming bilang dia akan meminta penawar racun pada Dewa Obat.”
“Bisakah Dewa Obat memiliki penawar racun yang kamu buat?” Xiu Jikai tidak percaya jika Dewa Obat memilikinya.
__ADS_1
“Entahlah.” Gadis itu tidak peduli.