
Ruang pintu tertutup Istana Minglan sangat rahasia. Bahkan hanya Ming Zise saja yang boleh memasukinya. Di ruang pintu tertutup itu digunakan oh Ming Zise untuk berkultivasi atau berlatih kurus. Aura dari dalam tidak akan pernah bocor. Begitu pula sebaliknya, aura dari luar tak akan mampu menembus ruangan tersebut.
Kali ini Ming Zise menawarkan ruang pintu tertutup nya untuk si kembar. Jelas jika di hati Ming Zise, si kembar sangat penting. Mungkin karena tidak ingin berpisah dengan Xiu Jimei.
Xiu Jichen menyipitkan mata. "Apakah kamu yakin?"
"Ya." Ming Zise mengangguk.
Pembicaraan keduanya begitu serius. Wuming mau tidak mau bertanya. "Apakah sesuatu akan terjadi hingga membutuhkan tempat yang aman?"
Xiu Jichen mengangguk. "Kai'er bisa berubah menjadi naga kapan saja dan mengamuk untuk sementara waktu. Saat mengamuk, dia akan menghancurkan apa saja. Ini adalah efek dari masa dewasa klan naga. Ditambah darah setengah manusia juga, efeknya mungkin bisa lebih dari itu."
Memikirkan konsekuensinya. Xiu Jichen merasa sakit kepala saat ini. Sebagai seorang ayah, dia bertugas untuk menjaga keduanya tetap aman hingga akhir.
"Lalu bagaimana dengan Putri Xiu?"
"Mei'er dilindungi esensi delapan dewa-dewi. Esensi ini akan mencegahnya untuk tidak mengambil wujud naga. Bagaimana pun juga ras iblis memiliki energi spiritual gelap. Esensi delapan dewa-dewi menelan energi spiritual gelap ini dan tentunya wujud naga tidak akan terbentuk. Tapi ini bukan masalah serius, jadi lupakan saja," tuturnya lagi.
Paling-paling, Xiu Jimei hanya bisa bertahan dengan tanduk naga selama beberapa hari. Baginya bukan masalah besar. Hanya saja Xiu Jimei mungkin tidak akan senang.
Tidak ingin menunggu lebih lama, keduanya segera membawa si kembar menuju ruang pintu tertutup.
Di sana, tubuh keduanya dibaringkan hampir berdekatan. Proses masa dewasa ini akan berlangsung selama waktu yang tak bisa ditentukan. Keduanya hanya bisa menunggu menunggu dengan tenang.
Benar saja. Pada hari kedua, Xiu Jikai berubah menjadi naga dan mengamuk di ruang pintu tertutup. Tapi luar biasanya, dia tidak menyerang Xiu Jimei sama sekali. Justru lebih melindunginya.
Ketika Xiu Jichen datang, Xiu Jikai menyerangnya. Namun Xiu Jichen yang telah menjadi naga dewasa untuk waktu yang lama, serangan putranya bukan apa-apa sama sekali. Dia berhasil memukul Xiu Jikai yang berwujud naga.
Untungnya Xiu Jikai mengamuk tidak terlalu lama dan kembali ke wujud manusianya. Tapi dia jatuh pingsan setelah kehabisan tenaga.
"Anak ini harus berlatih lebih keras lagi di masa depan. Satu tamparan saja tak bisa menahannya. Bagaimana dengan tendangan di masa depan," ujar Xiu Jichen mencibir.
"..." Wuming dan Yamla yang sudah berkeringat dingin, diam-diam membatin. Mantan Dewa Iblis sungguh tidak terkalahkan sejak lama (╥﹏╥).
__ADS_1
Xiu Jikai dibawa ke kamar lain di Istana Minglan. Sementara Xiu Jimei, seperti yang dikatakan Xiu Jichen, tidak berubah menjadi naga tapi tanduk naganya masih ada. Walaupun begitu, sisik dan rambutnya sudah kembali seperti sedia kala.
Ming Zise mengambil alih Xiu Jimei hingga membuat Xiu Jichen mengutuk dalam hati. Pria sialan itu benar-benar menculik putrinya.
Untung saja Fu Chan Yin tidak ikut sekarang karena Xiu Jichen telah menguncinya dalam tidur panjang untuk sementara waktu. Dia tidak ingin istrinya terlalu banyak pikiran. Ya, Xiu Jichen akui dirinya egois saat ini.
Ming Zise meminta dapur untuk menyiapkan makanan. Saat si kembar bangun nanti, ads makanan yang bisa mengganjal perut. Xiu Jichen tidak akan pergi sebelum keduanya bangun.
......................
Saat malam harinya, Xiu Jikai bangun lebih dulu. Dia tampak linglung dan kepalanya masih sedikit sakit. Tidak ada yang berubah dari fisiknya sama sekali. Sepertinya masa dewasa hanyalah formalitas.
Dia melihat ayahnya di samping tempat tidur. Lalu terkejut.
"Ayah, kenapa ada di sini?"
"Datanglah dan lihat kalian berdua. Apakah tubuhmu baik-baik saja sekarang?"
"Tidak apa-apa. Apa yang terjadi sebelumnya? Aku hanya merasa kepalaku sangat sakit lalu tidak ingat apa-apa."
"Bagaimana dengan Mei'er?"
"Adikmu baik-baik saja. Hanya ..." Xiu Jichen tidak tahu harus merangkai kata-kata seperti apa agar anak laki-lakinya ini mengerti.
"Hanya apa?" Xiu Jikai serius.
"Hanya saja dia—"
Sebelum Xiu Jichen memberi tahunya, tangisan manja Xiu Jimei langsung membuat keduanya terdiam. Namun tangisan itu penuh dengan ketidaksukaan dan terus bertanya pada Ming Zise kenapa tanduk naganya tumbuh.
"..." Xiu Jichen sudah menebak jika gadis itu tidak akan senang.
Xiu Jikai tidak menunggu ayahnya bicara. Dia langsung turun dari tempat tidur dan pergi ke ruang samping di mana adiknya berada.
__ADS_1
Di sana, Xiu Jimei menyentuh dua tanduk naga kecilnya yang muncul di dekat garis rambut. Bahkan membuat poninya terbelah. Dia masih bingung saat ini. Kemudian Xiu Jichen muncul di sampingnya, memberi tahu segalanya.
Karena wujud naga Xiu Jimei tidak terbentuk saat efek masa dewasa terjadi, maka harus puas dengan tanduk naga selama beberapa hari.
"Ulang tahun Xing Xing akan terjadi lima hari ini. Waktunya tidak cukup untuk Mei'er menghilangkan tanduknya?"
"Bahkan jika pergi dengan tanduk, apa yang salah? Tidak akan ada yang mengolok-oloknya."
Xiu Jikai menunduk dan tidak yakin. "Mei'er takut dia dijauhi orang-orang terdekatnya."
"Omong kosong apa yang kamu katakan? Tidak akan pernah ada hal seperti itu. Klan naga adakah ras terhormat, jadi jangan merasa rendah diri." Xiu Jichen meremas bahu putranya sedikit kencang.
Dia dan Fu Chan Yin menikah selama seratus tahun lebih. Tidak pernah ada yang mengejek dirinya sebagai iblis dari ras naga Dunia Bawah. Sekarang anak-anak nya juga sama.
"Aku tahu." Xiu jika akhirnya bisa tenang.
Sekarang Xiu Jimei menatap ayah dan kakaknya dengan mata berlinang. Dia tidak suka penampilannya saat ini. Benar-benar ada tanduk di dahinya.
Ketika melihat cermin, Xiu Jimei merasa dirinya tidak cantik. Meski berulang kali Ming Zise berkata tidak masalah, Xiu Jimei masih enggan.
"Ayah, apa yang terjadi denganku? Kenapa aku memiliki tanduk tapi Kakak tidak?" tanyanya.
"Tidak apa-apa. Ini hanya sementara. Mei'er hanya sedikit berbeda. Esensi delapan dewa-dewi sengaja menekan kultivasi ras iblis yang ada di tubuhmu ..." Xiu Jichen mengulangi apa yang dikatakannya pada Xiu Jikai. Barulah setelah itu Xiu Jimei tenang.
"Berapa lama aku harus menanggung ini?"
"Paling hanya beberapa hari. Tidak lam, Mei'er tidak perlu khawatir. Jangan menangis. Kamu tidak ingin membuat ibumu sedih bukan?"
Xiu Jimei mengangguk.
Setelah memastikan jika Xiu Jimei tenang dan menerima kenyataan, Xiu Jichen pergi. Dia tak bisa meninggalkan Fu Chan Yin terlalu lama dalam tidur panjang. Istri nya pasti akan curiga.
Kepergian Xiu Jichen membuat suasana menjadi tenang. Xiu Jimei belum terbiasa dengan tanduk di dahinya. Rasanya seperti ada sesuatu yang menghalangi wajahnya.
__ADS_1
Ming Zise mengelus kepalanya. "Ini cantik. Jangan terus dipikirkan."
"Huh!" Xiu Jimei tidak berdamai di hatinya.