Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Rumor Menjadi Ratu


__ADS_3

Harimau putih roh kuno tidak mau ikut campur dan dia kembali ke tempatnya untuk beristirahat. Tuit Tuit ternyata sudah memasuki ruang spiritual bawaan untuk bergosip dengan keempat makhluk suci ilahi kuno.


"Berhentilah tertawa. Jika tidak, maka—"


Sebelum harimau putih roh kuno berbicara, sebutir telur rebus terlempar dari tenda Xiu Jimei dan tepat mengenai kepala merak biru tua.


Merak biru tua itu langsung berteriak kesakitan.


Harimau putih roh kuno langsung dijaga. "... jika tidak, maka gadis itu akan marah padamu," gumamnya. terlambat.


Tentu saja yang melempar telur rebus yang belum dikupas itu berasal dari tenda Xiu Jimei. Lalu gadis meminta merak biru tua untuk diam.


"Sekali lagi aku mendengarmu tertawa, bersiap saja untuk menjadi sarapan di atas piring besok!" Suara Xiu Jimei penuh ancaman.


“Apakah kamu juga makan merak?” tanya merak biru tua.


“Merak juga burung. Burung itu bisa dimakan,” jawab Xiu Jimei dari dalam tenda.


“…”


Dewa Binatang ingin kembali ke wujud manusia nya saat ini. Pada akhirnya, Dewa Binatang tidak lagi tertawa atau bicara keras. Dia memilih untuk menjaga api hingga besok pagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Alam Neraka.


Semenjak mantan dewa bencana yaitu Lu Zheng menjadi raja Alam Neraka, posisi Ning Siyu sebagai ratu Alam Neraka tentu saja tidak berlaku lagi. Dia tidak diperlakukan lagi sebagai layaknya ratu yang dihormati. Di singgasana kini diduduki oleh Lu Zheng dengan tampilan barunya sebagai ras iblis Alam Neraka.

__ADS_1


Meskipun begitu, Lu Zheng tampaknya tidak membenci Ning Siyu meskipun sedikit tidak menyukainya. Dengan begitu, penghuni Alam Neraka mengira jika Ning Siyu telah memiliki sosok raja yang akan menjadi pendampingnya.


Jika Ning Siyu dan Lu Zheng menjadi pasangan raja dan ratu di Alam Neraka, mereka akan berbahagia. Tapi tentu saja tidak dengan Ning Siyu yang mengetahui hal ini dari pelayan istana. Wanita itu memecahkan cangkir the hingga membuat para pelayan yang ada di sisinya ketakutan.


Saat ini, Ning Siyu sudah mendapatkan kecantikan awet mudanya lagi meskipun harus mengorbankan banyak nyawa.


“Kenapa rumor seperti itu beredar begitu cepat? Kenapa tidak ada yang menghentikannya? Apakah semua penjaga istana dan prajuritnya begitu malas selama ribuan tahun terakhir ini??”


Para pelayan menunduk dan tidak berani bicara. Hingga pelayan yang melapor pun juga kebingungan. Di saat Ning Siyu marah, pintu ruangan dibuka dan sosok Lu Zheng muncul dengan jubah brokat rajanya yang tampak luar biasa.


Melihat Lu Zheng, wanita itu bahkan lebih kesal.


“Kenapa kamu ke sini? Sibuklah dengan urusanmu. Mengurus rakyat yang banyak mulut saja kamu tidak mampu melakukannya!”


Ning Siyu sudah terbiasa dengan keagungannya sebagai ratu di masa lalu dan dia paling tegas saat mengurus penghuni Alam Neraka. Namun tampaknya Lu Zheng tidak marah atau malu sama sekali saat diteriaki olehnya. Dia tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Ning Siyu dengan tubuh tegap.


“Jangan berlebihan!” Ning Siyu tentu lebih tidak suka lagi dan mengira jika Lu Zheng lebih serakah dibandingkan dirinya di masa lalu. “Aku sudah merelakan posisi ratu dan kamu ingin aku menjadi pendamping bayanganmu! Jangan bermimpi terlalu tinggi, berhati-hatilah agar tidak ditelan oleh keserakahanmu sendiri.”


Meski Ning Siyu bukan makhluk neraka yang baik, dia juga bernyawa dan berdarah, memiliki akal untuk berpikir serta mampu untuk mengurus rakyatnya dengan baik. Menjadi jahat bukan berarti kehilangan sifat baiknya di waktu tertentu,


Senyum di wajah pria itu mengendur dan melihat Ning Siyu yang menatapnya dengan kebencian. “Kamu juga tidak boleh lupa tentang tujuan awalmu sebelumnya untuk menguasai Alam Para Dewa. Hanya dengan menyerap energi spiritual pohon keabadian, kamu bisa menguasai Alam Para Dewa.”


Mendengar ini, Ning Siyu menggertakkan giginya. Dia membenci masalah ini. Sudah ribuan tahun lamanya tapi masih tidak ada hasil sama sekali. Memang bahwa di Alam Neraka dia merasa aman. Tapi ini hanya sementara. Karena cepat atau lambat, Alam Neraka harus menyerang Alam Para Dewa.


Dengan sosok Lu Zheng sebagai raja, keadaan di Alam Neraka memang lebih baik daripada sebelumnya. Ning Siyu harus mengakui jika Lu Zheng sangat cepat untuk beradaptasi.


“Tentu saja aku tidak lupa tentang ini tapi aku tidak seperti dirimu.” Ning Siyu hanya bisa menanggapinya dengan nada pelan.

__ADS_1


“Jadi apa yang kamu khawatirkan saat ini? Lebih baik biarkan mereka mengira kamu akan menjadi ratuku. Cepat atau lambat itu juga akan terjadi.”


“Lu Zheng!!” Ning Siyu menggertakkan gigi dan menyerang pria itu dengan energi spiritualnya. “Kamu bukan lagi dewa saat ini dan kemampuanmu tak lebih dari tingkatan ras iblis! Aku berbeda denganmu, jadi lebih baik jangan mempermainkanku!” ancamnya.


Lu Zheng mundur beberapa langkah setelah mendapatkan serangan Ning Siyu. Meskipun serangan itu mengenainya, Lu Zheng tidak takut atau terkejut sama sekali. Dia tersenyum seperti sebelumnya yang membuat Ning Siyu semakin mual.


“Kalau begitu tunggu dan lihat saja. Kamu pasti akan bersedia menjadi ratuku untuk menciptakan kekuatan bersama dan mempertahankan Alam Neraka.”


Lu Zheng segera berbalik dan meninggalkan ruangan tersebut bersama dengan para pengawalnya. Setelah pintu berdaun dua ruangan tersebut ditutup, Lu Zheng menyentuh dadanya yang kesakitan. Wajahnya sedikit pucat dan darah merembes dari sudut bibirnya. Senyumnya pun hilang dan kini digantikan dengan keseriusan.


“Tidak lama lagi,” gumamnya. Tidak lama lagi semuanya akan berjalan sesuai dengan yang dia inginkan ....


Serangan Ning Siyu ternyata berdampak bagi tubuhnya. Dia harus pergi ke pintu tertutup untuk memperkuat fondasi tubuhnya lagi. Dia memerintah para pengawalnya untuk menjaga istana saat dirinya pergi ke pintu tertutup untuk berkultivasi.


Namun sebelum itu, dia meminta para makhluk Alam Neraka untuk mengacau Dunia Langit kembali. Dengan begitu, Alam Para Dewa akan disibukkan dengan makhluk-makhluk itu di saat dirinya berada di balik pintu tertutup.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Dunia Langit.


Di hari yang cerah, Xiu Jimei serta yang lainnya mulai berburu bintang roh di hutan dekat pantai. Sin dan Yuyu berasal dari lautan dan mereka tidak terlalu akrab dengan hutan daratan.


Namun anehnya, setiap binatang roh yang ada di sekitar mereka seketika melarikan diri tanpa alasan. Para binatang roh itu takut pada aura Xiu Jimei.


Xiu Jimei sedikit tidak senang. "Jika begitu terus, kapan aku akan mendapatkan binatang buruan?" gumamnya.


"Jangan khawatir." Ming Zise menepuk kepalanya. "Mei'er juga bisa mendapatkannya. Sembunyikan saja aura esensi delapan dewa-dewi dan semuanya beres," jelasnya.

__ADS_1


"Bukankah aku sudah melakukannya?" Xiu Jimei merasa bingung.


__ADS_2