
"Jangan khawatir. Tidak perlu terburu-buru untuk berkultivasi. Kamu harus mempelajari bahasa kuno ini lebih dulu dan mempelajari dasar-dasarnya. Setelah ujian bakat spiritual gabungan ini berakhir, pergilah ke Dunia Hantu untuk berkultivasi," jawab Ming Zise.
Masalah ras hantu yang mungkin akan mengganggu Yan Yujie tampaknya tidak akan terlalu merajalela. Hanya saja mereka akan mencegah Yan Yujie memasuki Dunia Hantu atau mematahkan energi spiritual di tubuhnya sehingga menjadi tidak berguna.
Yang lebih parah lagi, raja hantu mungkin akan turun tangan secara langsung untuk menghabisi Yan Yujie.
Ming Zise mulai berpikir, sejak kapan Dunia Hantu begitu kacau setelah dipimpin oleh He Lang—Raja Hantu saat ini?
"Maaf, aku membawa kalian dalam masalah ini," kata Yan Yujie.
Jia Lishan menepuk pundaknya. "Jangan khawatir, anggap saja kami berlatih."
"Semuanya, hujan telah reda. Bisakah kita melanjutkan perjalanan?" tanya Wang Xuyue seraya keluar gua untuk menghirup udara segar.
"Xiao Mei masih sakit." Xuan Xing mengingatkannya.
"Ahh?! Aku lupa." Wang Xuyue ingin menampar kepalanya karena kebodohan. "Kalau begitu, mari kita pergi setelah Xiao Mei pulih."
"Mari pergi besok," kata Xiu Jimei.
Mereka setuju.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada keesokan paginya, kondisi pilek Xiu Jimei sudah membaik meski sesekali akan bersin. Ketika mereka meninggalkan gua setelah sarapan, Xiu Jimei menaiki punggung harimau putih roh kuno untuk terhindar dari tanah berumput yang digenangi oleh air.
Mereka menuju Lembah Hantu yang jaraknya sudah tidak jauh dari keberadaan mereka saat ini.
Akhirnya, mereka melihat sebuah cahaya yang cukup terjaga di depan. Kemungkinan besar mereka tiba di bibir lembah.
Saat memotong ilalang yang menghalangi bibir lembut, mereka terkejut dengan pemandangan di depannya.
"Apakah ini Lembah Hantu?" Wang Xuyue tampak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Lembah hantu cukup luas. Ada banyak banyak pohon roh yang menjulang tinggi. Kabut memenuhi seluruh permukaan lembah. Suasananya tampak tidak benar.
"Tidak heran ini disebut Lembah Hantu. Tempatnya memang terpencil dan penuh dengan aura Yin." Xuan Xing melihat aura Yin berkumpul di Lembah Hantu. Tapi belum tahu apakah itu berbahaya atau tidak.
"Kalau begitu ayo kita turun." Xiu Jimei tidak memedulikan apakah di sana ada aura Yin atau tidak. Dia hanya ingin menyelesaikan tugas ini dan pergi ke ibu kota alam sekuler untuk makan besar dan tidur nyenyak.
Tidak ada yang mengetahui pikiran Xiu Jimei saat ini. Mereka pun menuruni lembah melalui jalan yang cukup mudah dilewati.
__ADS_1
Sebagai bintang buas yang telah melewati banyak jalan rumit, harimau putih roh kuno tidak memiliki kesulitan apapun. Namun Cip Cip tidak terbiasa dan terpeleset beberapa kali.
"Aku akan melompat duluan," kata Yan Yujie.
"Baiklah, hati-hati. Cepat. Aku akan menyusulmu." Jia Lishan menunggu.
Yan Yujie melompat dari batu yang cukup tinggi untuk bisa mendarat di permukaan tanah berumput hijau yang sedikit tergenangi air.
Namun saat dia berpikir akan mendarat dengan sempurna, tanah berumput hijau yang tergenangi air justru hanyalah tipuan.
Ternyata bukan daratan sama sekali, melainkan kolam air yang dalamnya kurang dari setengah meter.
"Ahh! Kenapa bisa begini?" Yan Yujie yang tercebur ke air kini basah hingga ke pinggang. Dia masih terkejut dan kebingungan.
Melihat rumput di sekeliling yang tergenangi air mulai memicu gelombang, rupanya dia ditipu. Ini bukan daratan sama sekali, melainkan kolam yang dipenuhi oleh rumput. Rumput-rumput itu mengambang di permukaan.
"..." Yan Yujie mengumpat dalam hatinya.
Wang Xuyue tertawa karena merasa Jian Yan Yujie kembali sial hari ini. Tapi kemudian ekspresinya serius. "Jika ini bukan daratan, lalu bagaimana kita turun?" tanyanya.
"Ini mungkin hanya tipuan," jawab Xiu Jikai. "Kamu naik dulu," katanya pada Yan Yujie.
Xiu Jikai membentuk tombak kayu kecil di tangannya dan menembak ke sisi lain. Tak lama setelah itu, air yang menggenangi rumput mulai surut sedikit demi sedikit dan tanah pun terbentuk di sekitarnya.
"Ilusi?" Yan Yujie membelalakkan mata.
"Ada array di Lembah Hantu ini yang kemungkinan sengaja dipasang." Xiu Jikai melompat dan mendarat dengan sempurna di tanah berumput. Bukan genangan air seperti sebelumnya.
"..." Yan Yujie merasa paling bodoh saat ini.
Mereka pun juga turun.
Kabut putih di atas mereka setidaknya tidak berbahaya. Untuk saat ini tidak. Saat menginjakkan kaki di Lembah Hantu, tidak ada satu pun suara binatang roh di sini. Tapi secara tak terduga, kabut mulai turun saat ini hingga membuat pandangan mereka sedikit terganggu.
"Apakah ini kabut yang bisa menyesatkan orang?" tanya Kin Wenqian.
"Mungkin. Jangan berpencar," jawab Xiu Jikai.
Sepanjang perjalanan, mereka mulai mendengar suara-suara aneh yang bukan milik binatang roh ataupun manusia. Bahkan ada juga suara tawa anak kecil.
Mereka tahu itu hanyalah ilusi dan tidak terlalu menghiraukannya. Namun yang lebih membingungkannya lagi, sudah berjalan cukup jauh tapi belum menemukan tempat yang bagus.
__ADS_1
Padahal waktu diperkirakan sudah siang.
"Kenapa kita tidak menemukan tempat lain? Aku sepertinya sudah beberapa kali melihat bunga itu," kata Wang Xuyue seraya melihat bunga mawar hitam yang ada di bawah pohon besar.
"Aku juga." Yan Yujie mengangguk.
Bunga mawar hitam terlihat di beberapa tempat sebelumnya dan mereka berpikir itu hanyalah bunga biasa. Tapi setelah berpikir lebih jauh lagi, sepertinya ada yang salah dengan tempat ini, berkaitan dengan bunga itu.
Xiu Jimei memetik salah satu bunga mawar hitam yang memiliki diri lebih tajam dari pada mawar kebanyakan.
Saat mawar dipetik, serbuk sarinya menyemprot begitu saja hingga Xiu Jimei bersin. Meski dia tidak alergi serbuk sari, tapi jika itu langsung terhirup begitu saja, rasanya tidak menyenangkan.
"Bunga ini mengandung serbuk yang bisa membuat seseorang berhalusinasi," kata Xiu Jimei.
"Benarkah? Lalu bagaimana denganmu?" Yan Yujie khawatir adik sepupunya ini akan terkena halusinasi.
"..." Xiu Jimei memperhatikan dirinya sendiri, menunggu beberapa saat tapi tidak ada reaksi apapun. Dia pun menggeleng.
"Tidak ada?" Wang Xuyue curiga.
"Tidak ada." Xiu Jimei meyakinkan. "Sepertinya tidak mempan padaku."
"Oh, aku lupa. Kamu kebal terhadap racun kecil."
"..." Xiu Jimei sedikit canggung. Dia lupa tentang ini.
"Lalu bagaimana kita bisa berputar-putar di sini?"
"Serbuk sari bercampur di udara membuat ilusi di sekitarnya. Kita terjebak pada ilusi bunga mawar hitam ini," jelas Xiu Jimei.
Xiu Jikai mengerutkan kening. "Potong beberapa bunga mawar hitam yang ditemui untuk mematahkan ilusinya."
Mereka mengangguk. Di setiap jalan yang mereka lalui, bunga mawar hitam yang ditemukan langsung dipotong. Satu persatu hingga akhirnya terkumpulnya puluhan.
Sangat banyak!
Hingga Yan Yujie tersandung sesuatu dan terjatuh saat menuju mawar hitam di bawah salah satu pohon besar, laki-laki itu pun berteriak kaget.
"Tulang! Ada banyak tulang!" teriaknya ketika melihat ke permukaan tanah.
Sial! Apakah dia baru saja tersandung tengkorak manusia?
__ADS_1