
Kerikil yang dilemparkan Wuming tepat mengenai dahi Mei Rong hingga meninggal lubang dangkal. Yan Yujie juga terkejut. Dia tidak tahu siapa yang membantunya. Namun yang pasti tidak ada pihak lain di sekitarnya.
Mei Rong kesal. Tapi tidak menemukan sosok yang menyenangkan. Bahkan Fan Li dan Mi Sai juga terkena lemparan kerikil.
Meski ketiganya waspada, tapi saat ini lebih penting untuk membunuh Yan Yujie.
Fan Li sudah pindah ke sisi lain dan meniup seruling giok ilusi pelahap jiwa. Alunan musik lembut yang tampaknya bisa menjadi pengantar tidur, sebenarnya mengandung aura membunuh yang luar biasa.
"Kali ini, kamu tidak akan selamat!" Mi Sai tertawa dan melepaskan boneka kanibalnya untuk menyerang Yan Yujie.
Tapi boneka kanibal yang sudah membuka mulut dan menunjukkan deretan gigi tajam berdarahnya itu langsung tertegun saat melihat melihat simbol api hantu biru keputihan di dahi Yan Yujie. Lalu berteriak tidak jelas dan melarikan diri seperti ketakutan.
Mi Sai yang melihat bonekanya melarikan diri pun langsung mengejarnya. "Dasar tidak berguna! Kembali! Kamu mau ke mana. Aku memintamu untuk menelan manusia bodoh ini!" Suara Mi Sai semakin menjauh.
Mei Rong tidak tahu kenapa boneka kanibal melarikan diri. Tapi dia tidak menyerah dan menyerang Yan Yujie sekuat tenaga.
Embusan angin beraura Yin berembus dan mengibarkan helaian rambut rambut Yan Yujie yang diikat ekor kuda.
Yan Yujie juga menggunakan pedangnya untuk menangkis serangan Mei Rong. Di sisi lain, dia mencoba untuk mengabaikan suara seruling Fan Li.
Lambat laun, Yan Yujie merasa pusing dan dia lengah saat Mei Rong menusuk dadanya. Yan Yujie muntah darah saat dia mundur beberapa langkah. Tusukan di dadanya tidak ringan. Mungkin melukai jantung.
Mei Rong tertawa gila saat ini dan niat membunuhnya menjadi lebih jelas. Dia menghunuskan pedangnya lagi dan bersiap menikam dada Yan Yujie.
"Tamatlah riwayatmu!"
Yan Yujie yang berwajah pucat kini melihat mata pedang Mei Rong sedikit menyilaukan. Lalu simbol api hantu biru keputihan di kening Yan Yujie sedikit bersinar dan itu membuatnya semakin pusing.
Tapi pada saat yang bersamaan, sebuah cahaya hitam melesat ke arah Mei Rong dan melubangi dadanya hingga tembus ke punggung.
"Arrgghhh!" Mei Rong terkejut dengan perubahan tiba-tiba itu. Pedangnya terlepas dan dia terpental belasan meter.
__ADS_1
Fan Li menghentikan tiupan seruling nya. "Mei Rong!" Dia menghampiri wanita itu dan melihat jika dadanya berlubang. Dia tertegun. Bagaimana mungkin?
Mei Rong memuntahkan darah hitam, pucat dan kesakitan. Sepertinya wujud manusianya tidak akan bertahan lama.
Sebelum Fan Li bisa memikirkan jawabannya, dia melihat pisau angin datang ke arahnya dengan sangat cepat. Dia tidak siap untuk melindungi diri dan terpental hingga menabrak pegunungan batu lain. Bahkan sampai meninggalkan lubang di bebatuan.
"Bagaimana bisa—" Fan Li melihat jika Yan Yujie sudah berjalan ke arah mereka dengan iris mata biru keputihan.
Simbol api hantu di kening Yan Yujie bercahaya indah, melambangkan statusnya sebagai pewaris raja. Fan Li akhirnya menyadari jika sesuatu yang menyerangnya adalah kekuatan yang seharusnya dimiliki oleh raja hantu sejati.
Mei Rong masih memiliki kesadaran. Tiba-tiba saja dia merasa ingin bersujud pada Yan Yujie. Rasa penindasan yang dipancarkan oleh simbol api hantu benar-benar membuatnya tidak berdaya. Begitu pula dengan Fan Li.
"Anak-anak yang tidak patuh," kata Yan Yujie. Luka tusukan di dadanya kini sembuh perlahan tanpa meninggalkan bekas.
Tapi suara Yan Yujie lebih dewasa dan dingin hingga membuat Fan Li merinding hebat. Apakah ini raja hantu sejati?
Yan Yujie bahkan bisa menyingkirkan kabut hitam di sekitarnya hanya dengan sekali kibasan.
"Apa yang harus dilakukan pada anak yang tidak patuh?" Yan Yujie berkata lagi dan memikirkan sesuatu.
Yan Yujie tidak berbicara. Dia sudah membentuk api hitam di tangannya yang merupakan api terpanas saat ini. Akhirnya ekspresi Fan Li dan Mei Rong berubah. Yan Yujie ingin melenyapkan keduanya karena berani melawan calon raja hantu.
Tak lama setelah itu, Mi Sai kembali sambil menyeret boneka kanibalnya yang nakal.
"Ah?! Ada apa dengan kalian berdua? Mei Rong! Fan Li!" Mi Sai buru-buru menghampiri mereka dan melihat Yan Yujie yang tampak berbeda dari sebelumnya.
Rambut Yan Yujie yang kini tergerai dan berwarna merah pun membuat Mi Sai mengaguminya sesaat. Belum lagi iris mata biru keputihannya itu, sangat tampan. Dengan simbol api hantu, semakin melambangkan statusnya.
"Kamu ... Kamu!" Mi Sai bingung saat ini. Dan sepertinya tahu apa yang sedang terjadi.
Sebelum Mei Rong dan Fan Li memperingati, Mi Sai sudah berlutut dan sujud sembah di depan Yan Yujie.
__ADS_1
"Raja ... Raja Hantu yang berkuasa, yang kuat dan yang tampan! Ampunilah nyawa kecil dua temanku yang bodoh dan belum dewasa ini. Kami hanya diperintahkan untuk melenyapkan anak manusia yang menjadi calon raja hantu ini. Semua ini karena raja hantu palsu yang duduk di takhta saat ini. Kami tidak bohong. Aku adalah hantu yang jujur dan sangat baik hati. Kami tidak berani menyerang calon raja hantu tanpa perintah."
Suara Mi Sai cukup nyaring dan sedikit konyol. Dia bersujud berulang kali seperti sedang menyembah dewa matahari.
"..." Yan Yujie yang menatap Mi Sai kali ini menyipit, api hitam di telapak tangannya memudar.
"..." Sedangkan Fan Li dan Mei Rong mengira jika Mi Sai sedang kerasukan hantu lain saat ini. Benar-benar bersujud?
Yan Yujie menatap Mi Sai dan dua temannya yang kini terluka parah. "Kali ini ... aku mengampuni kalian. Lain kali, tidak mungkin untuk hidup."
Setelah itu, tubuh Yan Yujie menjadi transparan di depan mereka dan menghilang menjadi asap putih yang menguap ke udara.
Mi Sai akhirnya menghela napas lega dan terkapar di sana. "Hampir saja nyawaku melayang!" gumamnya.
Di sisi lain, Wuming dan Yamla menonton dengan gembira, sedikit terkejut. Ternyata calon raja hantu itu baru saja membangkitkan jiwa rajanya yang telah lama tertidur.
Ini luar biasa. Jika Xiu Jimei tahu, pasti akan sangat senang dengan ceritanya.
Tiba-tiba saja Wuming dan Yamla merasa ada seseorang di belakang. Ketika menoleh, sosok Yan Yujie baru saja muncul dan jatuh pingsan ke arah Wuming.
"Mengagetkan ular ini sampai mati!" Yamla mungkin bisa mencekik Wuming kapan saja jika terkejut di masa depan.
Wuming menangkap tubuh Yan Yujie yang kehilangan kesadaran.
"Yamla, pergilah dan ikat tiga kultivator itu. Lalu bawa ke istana raja hantu. Katakan saja, hadiah dari calon raja hantu."
"Baiklah, baiklah. Kebetulan aku juga ingin berolahraga hari ini. Tubuh ularku kaku sepanjang hari karena melingkari lehermu."
Ular putih kecil itu segera turun dari tubuh Wuming dan menghilang.
Sementara itu, Wuming pergi dan jangan tak sengaja berpapasan dengan Xiu Jikai.
__ADS_1
"Pangeran Xiu," sapa Wuming sopan.
"Apakah kamu juga mencari Yujie?" tanya Xiu Jikai tanpa ekspresi. Tapi diam-diam melihat laki-laki berambut merah yang digendong Wuming.