
Ular hijau raksasa merasa jika semuanya tidak sesederhana itu. Dia berbalik kembali ke sarangnya yang tak jauh dari sana. Ada sebuah gua yang ditutupi oleh tanaman merambat. Ular hijau kecil masuk gua dan melihat jika harta yang dijaganya sudah hilang! Hilang! Semuanya hilang!
"Apa??! Tidak mungkin! Siapa yang berani mengambil hartaku? Sungguh tidak bermoral!" Ular hijau kecil sangat marah hingga dia mengutuk para dewa.
Harta yang dia jaga merupakan sebuah tumbuhan perdu berbuah mirip bluberi. Tumbuhan perdu itu merupakan tanaman herbal yang cukup langka. Dsn hanya bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu.
Ular hijau roh itu sudah menjaganya ratusan tahun tapi kini hilang. Pasti manusia itu yang sengaja membuatnya pingsan lalu diam-diam mencuri hartanya.
"Tercela!" gumamnya langsung meratap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kelompok Xiu Jimei serta Fu Yiyuan tidak tahu apa yang terjadi dengan ular hijau roh itu. Mereka sudah jauh dari wilayah ular hijau dan kini berada di dekat sungai berair jernih. Arusnya tidak terlalu besar tapi lebar sungai memang lebih dari sepuluh meter.
Mereka mulai memancing ikan untuk mencoba peruntungan.
"Apa yang Mei'er ambil dari ular hijau itu?" Ming Zise dan Xiu Jimei berada di tenda. Dia memperhatikan gadis itu mengeluarkan toples kaca berisi buah yang mirip bluberi.
"Ini buah herbal, aromanya benar-benar herbal dsn aku yakin tidak enak dimakan." Xiu Jimei mengerutkan kening. "Tapi aku tidak tahu apa manfaat buah ini."
Ming Zise memperhatikan. Dia juga pertama kali melihat buah herbal tersebut. "Ternyata ada banyak hal yang tidak kuketahui di Dunia Langit ini."
"Tentu saja. Banyak hal yang harus dipelajari dan dijelajahi. Tidak heran ibu dan ayahku selalu bepergian untuk mencari pengalaman baru."
"Apakah Mei'er juga menginginkannya?"
"Menginginkan apa?" Xiu Jimei bingung.
"Berkeliling dunia seperti orangtuamu."
"Oh ..." Xiu Jimei tidak pernah memikirkan hal tersebut sebelumnya. Tapi ... "Jika ada masa depan, aku lebih suka menetap di suatu tempat dan menyebarkan ajaran kultivasi pada orang-orang. Bangun saja sebuah kerajaan baru," jelasnya.
__ADS_1
Namun ini hanyalah angan-angannya yang tidak mungkin dilakukan. Dia sendiri tidak yakin apakah bisa melakukannya atau tidak. Di setiap dunia, aturan berbeda-beda dan banyak orang pendendam yang suka menghancurkan alih-alih bekerja saja.
Banyak orang yang cemburu dengan pencapaian orang lain hingga mengatur semua bencana yang berujung kematian. Ini sangat tragis. Menjadi orang luar biasa itu tidaklah mudah.
Untungnya di Dunia Langit tidak separah itu. Xiu Jimei yang masuk dalam kultivator muda terkuat saat ini sama sekali merasa adanya niat membunuh dari perseorangan. Itu semua karena Dunia Langit memiliki aturan. Semua kultivator menyadari, alih-alih sibuk dengan orang lain lebih baik berlatih lebih rajin lagi.
Mungkin Xiu Jimei hanya berkata dengan santai. Namun Ming Zise memikirkannya. Jika membuat kerajaan baru, maka membutuhkan banyak hal untuk diurus. Juga, butuh wilayah tak bertuan untuk membangun kerajaan tanpa adanya bentrok dengan negara sekitarnya.
"Sebelumnya Wang Zheming menipu Yueyue untuk memintaku bergabung dalam lomba makan terbanyak. Aku ingin membalas dendam padanya. Apakah buah ini bisa dijadikan sarana balas dendam?" Xiu Jimei memikirkannya berulang kali. Dia mungkin harus mencobanya lebih dulu untuk menentukan khasiat buah herbal tersebut.
Sebelumnya, Kaisar Alam Baka dan kasimnya sukses dibuat kepedasan selama beberapa waktu. Dan kini giliran Wang Zheming yang merasakannya. Beraninya paman itu menipunya!
Ming Zise tak bisa menahan diri untuk tersenyum dan mencubit ujung hidungnya. "Gadis pendendam kecil!" Tapi dia mendukungnya. "Biarkan Wuming atau Yamla mencobanya lebih dulu."
"Bagaimana jika keduanya keracunan?"
"Jangan khawatir, keduanya tidak akan mati."
Namun karena perintah tuannya, Wuming muncul dengan Yamla sebagai uakr putih yang melilit leher Wuming sepanjang waktu.
"Tuan, berikan perintahnya." Wuming bicara.
"Ayo, makan buah ini dan biarkan aku melihat reaksinya."
"..." Wuming memegang buah herbal yang diberikan oh Xiu Jimei. Mau tidak mau keringat dingin muncul di punggungnya.
Xu Jimei juga sedikit tertekan. "Jangan khawatir, aku juga seorang alkemis. Jika kamu keracunan, aku akan mengobatinya."
Kali ini Yamla tidak ingin memakannya. Dia sudah kapok setengah mati sejak insiden makan buah ceri merah api sebelumnya. Kini giliran Wuming yang mencobanya.
Mau tidak mau, Wuming mengunyah buah herbal itu dan menelannya tanpa ragu. Dia sedang menunggu reaksi apa yang akan ditimbulkan olehnya. Namun tidak terjadi apa-apa. Xiu Jimei bingung.
__ADS_1
"Mungkinkah buah herbal ini tidak bereaksi pada makhluk Alam Para Dewa?" Xiu Jimei menebak.
Ming Zise menggelengkan kepala. "Bukan itu masalahnya. Mungkin buah herbal ini tidak cocok dengan kultivator Alam Para Dewa. Biarkan yang lainnya mencoba," jelasnya.
Xiu Jimei memanggil Yan Yujie kali ini. Dia memintanya untuk makan buah herbal tersebut.
"Kenapa kamu memintaku untuk memakan ini? Apa yang kalian sembunyikan dariku?" Yan Yujie tidak langsung memakannya. Buah ini belum pernah terlihat sebelum sehingga dia curiga.
"Ini hanya buah biasa. Jangan khawatir, Wuming baru saja memakannya." Xiu Jimei membujuk, ekspresinya tidak berubah sama sekali.
Wuming tidak mempedulikan dirinya sendiri saat ini. Setelah meminta Yan Yujie memakan buah tersebut, Wuming mengerutkan kening, sedikit bersalah. Yan Yujie langsung bereaksi setelah makan buah herbal yang tidak enak itu. Bahkan tidak bisa memuntahkannya kembali.
Tubuh Yan Yujie menjadi kehitaman sedikit demi sedikit. Untungnya tidak sampai benar-benar hitam.
"Kenapa tubuhku menjadi hitam seperti ini? Mungkinkah ini efek memakan buah herbal?" Yan Yujie melihat kedua tangannya menjadi agak hitam, sedikit ngeri. Dia pasti jelek saat ini. "Berikan aku cermin!"
Xiu Jimei memberikan cermin untuk Yan Yujie. Ketika Yan Yujie melihat dirinya sendiri tidak dikenali, dirinya hampir pingsan.
Setelah Xiu Jimei mengetahui jika buah tersebut mampu membuat tubuh menjadi hitam, dia berencana untuk mengirimnya pada Wang Zheming. Biarkan pria itu juga mencicipinya.
Xiu Jimei membayangkan seperti apa tubuh Wang Zheming setelah memakannya.
"Xiao Mei, apakah kamu yakin mengirim buah itu pada ayahku? Tidakkah dia akan curiga setelah melihatnya?" Wang Xuyue tahu apa yang dilakukan gadis itu, sedikit bingung.
"Tentu saja tidak selama kamu menulis surat. Katakan saja jika kamu menemukan buah yang bagus untuk dicoba atau lain sebagainya. Pasti tidak akan mencurigakan."
"..." Ini juga cara yang ampuh, batin Wang Xuyue. Demi mengobati rasa bersalahnya pada Xiu Jimei sebelumnya, dia pun bekerja sama sepenuhnya dengan gadis itu.
Lalu buah itu dikirim oleh Tuit Tuit tanpa kesalahan apapun. Yan Yujie yang memiliki kulit gelap tidak bisa berbuat apa-apa saat ini. Dia terkenal sial lagi. Namun kali, sumber kesialannya berasal dari kerabatnya sendiri.
"Berapa lama warna ini akan bertahan di tubuhku?" Yan Yujie tidak mungkin memiliki tubuh hitam sepanjang waktu.
__ADS_1