Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Selai Madu Roh


__ADS_3

Alasan kenapa Xiu Jikai tahu mereka akan jatuh dari pohon, karena dulu ketika Xiu Jimei mengambil madu dengan beberapa penjaga rahasia ayahnya, hal serupa terjadi. Lebah-lebah roh itu tidak jahat, hanya sedikit jahil. Mereka menjatuhkannya dari ketinggian.


Jika mereka kesal, biasanya akan mengigit atau menusuk pantat mereka.


Kali ini terjadi pada Yan Yujie.


Adapun Xuan Xing, dia juga diganggu. Tapi dengan segera menggunakan elemen es untuk membekukan sayap mereka. Segera, sayap para lebah roh itu kaku dan jatuh bebas.


Yan Yujie yang terjatuh segera ditangkap oleh Xiu Jikai. Tapi pantatnya sangat kesakitan hingga tidak berani untuk duduk.


"Xiao Kai, tolong periksa, periksa pantatku. Apakah itu bengkak?" Yan Yujie meringis.


"Ya, itu jelas terlihat bengkak sebelah." Xiu Jikai menjawab tanpa ekspresi kasihan sedikit pun.


"..." Demi dewa kesialan, ini memalukan, batin Yan Yujie.


Yang lainnya segera turun setelah diserang oleh lebah roh. Wang Xuyue dan Kin Wenqian dijatuhkan oleh lebah roh dan mereka menyerah. Sedangkan Jia Lishan masih memiliki sedikit keterampilan.


Kin Wenqian mengerti apa yang dikatakan lebah roh jadi tidak terlalu dimusuhi.


"Lebah-lebah itu tidak suka kita mengambil madu tanpa izin," katanya. "Jadi aku izin dulu sebelumnya."


"Aku berbeda." Wang Xuyue mengeluh. "Aku harus menggunakan array untuk melindungi diriku sendiri dari serangan mereka," ujarnya.


Xiu Jimei juga turun. Diikuti Tuit Tuit. "Apakah kalian baik-baik saja?" tanyanya.


"Yujie disengat lebah. Lihatlah pantatnya, bengkak sebelah." Xiu Jikai menghela napas.


"..." Ini mengingatkan Xiu Jimei akan kesialan penjaga rahasia ayahnya dulu saat disengat lebah roh yang sama.


"Mari kembali dulu dan obati." Xiu Jimei tidak berencana untuk pergi ke tempat lain. Hari ini dia ingin membuat selai madu roh.


......................


Ketika kembali ke Istana Golden Lotus, Xiu Jimei meminta Roh Bunga menyiapkan panci anti lengket. Dia mulai memasukkan madu ke dalam panci, air roh secukupnya, gula pasir, jus apel serta sedikit cuka untuk menambah rasa asam.


Xiu Jimei memasaknya dengan api kecil, mengaduknya tanpa henti secara bertahap hingga mendidih dan menjadi kental.


Yang lainnya sibuk melakukan kegiatan lainnya. Kecuali Yan Yujie yang tersengat lebah dan harus tengkurap saat ini.


"Ah, sakit! Sakit! Bisakah kamu lebih pelan?" Yan Yujie berteriak pada Xiu Jikai yang kini mengoleskan salep khusus buatan Xiu Jimei untuk mengeluarkan racun lebah roh.


Sudut mulu Xiu Jikai berkedut sedikit. "Tahanlah sedikit. Sakitnya akan hilang perlahan."

__ADS_1


"Tapi kamu sangat kasar."


"Aku sudah selembut mungkin."


"..." Para pelayan yang mendengar percakapan keduanya sedikit memerah. Jika mereka tidak tahu apa yang dilakukan Xiu Jikai dan Yan Yujie, mungkin pikiran mereka sudah kotor sejak lama.


Tentu saja tidak mungkin adik dan kakak sepupu itu memiliki tangan patah (BL). Keduanya tampan dan berbakat. Sayang jika menyimpang.


Yan Yujie masih merintih. Wajahnya memerah. Dia tengkurap di kursi malas yang ada di salah satu ruangan. Lalu meminta Xiu Jikai mengobatinya.


"Kenapa hidupku begitu sial? Kenapa dewa kesialan tidak merasakan bagaimana rasanya disengat lebah. Aku pasti akan bahagia," keluh Yan Yujie sekenanya.


Xiu Jikai mengerutkan kening. "Jika sejak awal kamu mengeluarkan anak beruang roh kuno itu, mungkin para lebah roh tidak akan menyengatmu."


"Jangan melakukan penyalahgunaan (eksploitasi) seekor anak beruang. Aku tidak sekejam itu."


"Anak beruang roh kuno lebih kuat dibandingkan lebah roh. Mereka bisa menjauh alih-alih menyengatmu. Di mana itu penyalahgunaan anak beruang?"


"..." Di mataku, anak beruang roh kuno tetaplah seekor anak beruang, batinnya.


Saat ini, anak beruang roh kuno sedang memakan madu yang diperas Yan Yujie untuknya. Beruang roh kuno suka sekali dengan madu.


Melihat binatang roh kontraktualnya, Yan Yujie merasa lebih tenang. Setidaknya di kecil menyukainya.


"Aroma apa ini?" tanya Yan Yujie.


"Ini selai madu roh. Mei'er mungkin baru saja selesai membuatnya."


"Apakah itu enak? Bagaimana cara memakannya?"


"Oleskan saja pada roti atau buat isian roti. Ini enak."


"Adikmu sangat pintar masak. Aku iri sekali. Kenapa aku tidak memiliki adik perempuan juga?" Yan Yujie mendengkus.


Xiu Jikai mencibir tanpa perasaan. "Paman dan bibi memiliki mu saja sudah merepotkan ketika terkena sial. Apalagi jika melahirkan satu lagi, kesialan ganda."


"..." Bisakah kamu berbicara dengan baik sebagai manusia? Batin Yan Yujie tidak tahan dengan kata-kata pedas adik sepupunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Alam Para Dewa.


"Kenapa kamu datang ke sini?" Dewa kesialan melihat Ming Zise sudah berdiri di halaman istananya, mulai kesal.

__ADS_1


Akhir-akhir ini dia memiliki waktu tenang tanpa kesialan yang menimpanya. Meski Kehilangan ladang stroberi, dia masih bisa memilih beberapa bluberi di halaman samping. Jika bukan karena gajah gendut membobol bendungan sungai yang mengairi ladangnya, mungkin para ikan roh dewa tidak akan memakan buah stroberi.


Ming Zise baru saja tiba dan menatap dewa kesialan acuh tak acuh. "Lihatlah kesehatanmu."


"..." Kamu mengejekku kan? Batinnya penuh tuduhan.


Dewa kesialan kini sedang berdiri di bawah pohon mangga besar yang buahnya ranum. Aroma mangga yang harum sangat mengundang rasa lapar.


Dia menatap Ming Zise curiga. "Jangan bilang kamu datang ke sini demi buah mangga ku?"


"Kamu pintar." Mantan dewa tertinggi itu tersenyum ramah.


"..." Sudah kuduga, batinnya.


Namun di saat dia menggunakan kekuatannya untuk mengguncang pohon mangga besar itu, tampaknya ada sesuatu yang berbeda dari tubuh Ming Zise. Dia melihat pria berambut putih keperakan itu lekat lekat.


Energi spiritual dewa di tubuh Ming Zise tampaknya sedikit lebih kaya dan juga beberapa kerusakan meridian di tubuhnya telah sembuh.


"Kamu—" Dewa kesialan terkejut.


Dia ingat, dulu sekali, Ming Zise pernah terluka. Peperangan antar dewa-dewi dengan penghuni alam semesta lain telah membawa dampak buruk bagi kesehatan dan kultivasi dewa-dewi.


Sebagai dewa tertinggi saat itu, Ming Zise juga bertarung dan melukai tubuhnya. Siapa sangka pria itu sehat sekarang.


Bahkan ... Ada aura esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya.


"Kamu menyerap esensi delapan dewa-dewi bintang phoenix mu?" tanyanya terkejut. Apakah ini kejam? Pikirnya.


"Cara yang benar, kultivasi ganda."


"Oh!" Dewa kesialan tidak terlalu tertarik dan menatap mangga ranum di pohonnya. Kemudian ia membelalakkan mata. "Katamu, kultivasi ganda?! Kamu dan dia sudah memiliki kamar (*bersetub*h*)?"


"Apakah ada yang salah?" Ming Zise terlihat berekspresi datar.


"..." Tidak, tidak ada. Hanya terkejut kamu memiliki kamar dengan gadis itu begitu cepat, batin dewa kesialan tidak lagi memprovokasi nya.


Ming Zise tidak mau mengungkit hubungannya dengan Xiu Jimei semalam. "Cepatlah panen mangganya. Aku ingin memberikan mangga itu pada Mei'er," katanya.


"Ck, sungguh iri," gumam dewa kesialan.


Dia bersiap untuk menggoyangkan pohon mangga dengan menggunakan energi spiritual dewa. Tapi pelayanan setia di sampingnya tampak ragu-ragu.


"Dewa, ada sarang lebah di salah satu dahan pohon. Apakah yakin ingin menggoyang pohon tanpa meminta izin lebah roh dewa dulu?" tanyanya khawatir.

__ADS_1


__ADS_2