Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Auman yang Mengubah Situasi


__ADS_3

Pada malam hari, Sin dan Yuyu datang untuk bergabung dengan mereka. Mereka juga mendirikan tenda untuk bermalam. Malam ini, api unggun menyala terang dan mereka semua memanggang ikan besar.


"Aku mengetahui kabar jika Dunia Langit sebelumnya dilanda kekacauan. Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Sin yang bertelanjang dada.


"Tidak apa-apa. Semuanya mulai terkendali tapi kami juga harus berhati-hati. Apakah kondisi ratumu membaik?" Yan Yujie memegang gagang ikannya sendiri.


Sin mengangguk. "Semuanya baik-baik saja. Jika tidak ada takdir sebelum, kita mungkin tidak akan dipertemukan seperti ini."


Ras duyung sangat berterima kasih pada Xiu Jimei dan Yan Yujie. Berkat mereka, sang ratu kembali pulih dan bisa mendampingi kaisar memimpin ras duyung.


Aroma ikan bakar akhirnya menguar satu sama lain. Mereka semua makan sambil membicarakan banyak hal. Kecuali Dewa Binatang dalam wujud merak biru tua saat ini, sesekali akan menemani Cip Cip dan harimau putih roh kuno mengobrol.


Sesekali mereka biru tua akan memperhatikan harimau putih roh kuno. Entah kenapa, ada aura samar yang familiar dari tubuh kucing besar itu.


"Jangan menatapku seperti itu. Aku berpikir bahwa kamu jatuh cinta padaku," canda harimau putih roh kuno seraya melirik merak biru tua yang seperti mencurigai sesuatu di tubuhnya.


"Siapa yang jatuh cinta dengan harimau lemah p seperti mu? Merak ini tidak ingin masuk mulut harimau."


"..." Harimau putih roh kuno malas untuk menanggapinya.


"Tapi aku merasa kamu memiliki energi spiritual dari orang yang kukenal. Saat ini aku sedang berpikir," jelas Dewa Binatang. Dia juga makan ikan bakar yang disediakan Yuu untuknya.


"Energi spiritual yang kamu kenal?" Harimau putih roh kuno menyadari jika mereka biru tua bukan binatang roh biasa. "Justru aku berpikir kamu bukan makhluk biasa."


"Tentu saja. Aku adalah dewa."


"..." Bukankah kamu terlalu percaya diri? Batin harimau putih.


"Apakah kamu tidak percaya?"


"Tentu saja tidak. Apa yang bisa membuktikan jika kamu adalah dewa?"

__ADS_1


"..." Mereka biru tua ingin tersedak ikan yang dimakannya. Dia ingin membuktikannya tapi sulit. Jadi untuk saat ini dia akan memaafkan ketidaksopanan harimau putih itu.


"Tapi aksimu melawan singa roh tadi luar biasa! Jika itu aku, tentu saja akan menendangnya hingga mati!" Cip Cip ingat jika singa roh dibuat tak berdaya oleh mereka biru tua.


Meski ukuran merak biru tua lebih pendek dan kecil dibandingkan dirinya, Cip Cip sangat terpesona. Sabagai sesama burung, dia merasa bangga.


Merak biru tu memutar bola matanya. Tentu saja itu bukan masalah besar baginya. Hanya untuk melawan seekor singa kecil, dia masih sanggup.


Tiba-tiba saja Dewa Binatang merasakan ada gelombang binatang roh yang sedang mendekat perlahan-lahan. Jambulnya sedikit terangkat. Cip Cip juga sama. Dia merasakan firasat yang tidak menyenangkan.


Sedangkan harimau putih roh kuno sibuk merobek paha daging domba panggang yang sengaja Xiu Jimei masak untuknya. Dia sama sekali tidak peduli dengan apa yang diwaspadai dua jenis burung itu.


Akhirnya, merak biru tua bangkit dan menendang tulang ikan ke sembarang arah.


"Ada apa?" Yuu penasaran.


Merak biru tua itu marah padanya. "Jangan pura-pura tidak tahu! Jelas ada sekelompok serigala roh mendekat, kamu malah menganggap ini enteng! Jangan lupa ini di mana!" teriaknya.


"..." Yuu yang baru saja menggigit punggung ikan panggang nya segera menyadari. Ini Dunia Langit!


"Itu memang hanya sekelompok serigala! Tapi ingat siapa mereka?!" Merak biru tua memandang Wang Xuyue serta teman-temannya.


Mereka hanyalah manusia langit yang bahkan tak mungkin mengalahkan gerombolan serigala ganas. Sebelum dia mengatakan lebih banyak kata, puluhan mata merah menyala terlihat di kegelapan.


"Ini benar-benar serigala," gumam Sin.


Dia jarang bertarung dengan makhluk darat, jadi tidak tahu apakah bisa mengatasinya atau tidak.


Xiu Jimei masih tenang, memakan ikan bakarnya dan tidak memedulikan para serigala roh tingkat bumi. Ming Zise bahkan memiliki kebiasaan sama dengannya. Melihat ini, Yuu memiliki firasat buruk di hatinya.


"Bertemu serigala saat berkemah tapi jelas tidak mau berada di mulut serigala di masa depan."

__ADS_1


Di mata yang lain, Yuu hanyalah anak kecil yang harus diperhatikan. Mereka tidak tahu identitas aslinya. Karena itu, saat ada sekelompok serigala roh mengintip dari bayang-bayang, Huang Fu Shi ingin menggunakan penjaga gelap untuk berurusan dengan mereka.


Harimau putih roh kuno waspada dan dia bersiap bertarung dengan mereka. Cip Cip sendiri merupakan bintang roh kuno dan bintang roh tingkat bumi bukan tandingannya saat ini.


Namun saat melangkah, harimau putih roh kuno tidak sengaja menginjak duri ikan hingga mengaum. Suara menggema hingga burung yang hinggap di dahan langsing terbang menjauh setelah terkejut dan mungkin menabrak pohon lain dan jatuh.


Auman harimau putih roh kuno langsung membuat para serigala yang ada di kegelapan mundur perlahan-lahan. Harimau putih roh kuno tidak memedulikan mereka dan mulai melihat telapak kaki depannya yang dipenuhi oleh duri ikan.


"Sakit sampai mati! Merak jelek! Kamu tak bisa menbuang duri ikan sembarangan di masa depan!" Harimau itu menyalahkan merak biru tua yang juga terkejut di sampingnya.


Hampir semua orang di sana tertegun saat mendengar suara Auman haruamu putih roh kuno. Xiu Jimei melihatnya. Tidak mengherankan. Saat dia menjinakkan binatang belang ini di masa lalu, aumannya bahkan lebih keras.


Para serigala tahu bahwa mereka agak bisa mengincar mereka lagi setelah mendengar auman harimau putih roh kuno. Jenjang kekuatannya mereka sangat besar. Lalu Cip Cip juga langsung berbunyi nyaring untuk menunjukkan dominasinya.


Para serigala melihat ada dua binatang roh kuno segera mundur dan melarikan diri. Pemimpi mereka juga enggan untuk mengakhiri hidupnya di mulut harimau.


Wang Xuyue serta yang lain siap untuk bertarung tapi melihat semua serigala sudah pergi, akhirnya menghela napas.


"Harimau Putih, kamu sangat luar biasa. Serigala itu akhirnya pergi setelah mendengar aumanmu." Wang Xuyue memuji.


"Benar! Kenapa kami tidak mencoba menggunakan kalian lebih dulu untuk menakuti mereka. Ternyata itu berhasil!" Jia Lishan juga mengangguk.


"..." Harimau putih roh kuno tidak merasa baru saja mengusir serigala itu. Dia berteriak sepenuhnya karena duri ikan menusuk telapak kaki besarnya yang cukup lembut.


Saat ini, dia masih mengangkat salah satu kaki depannya yang kesakitan. Duri ikan masih tersangkut di telapak kakinya. Dia melirik merak biru tua untuk membantunya.


"Paruhmu harusnya bisa mencabut duri ikan di kakiku."


Merak biru tua tampak jijik. "Kamu membiarkan Dewa ini mencabut duri ikan di kakimu? Betapa rendahnya!" Dia langsung menolak.


Sudah cukup mendapatkan pelecehan, Dewa Binatang tidak mau mengalaminya lagi. Dia lelah.

__ADS_1


Cip Cip tidak bisa karena paruhnya terlalu besar. Dia langsung memikirkan burung kecil yang sempat muncul beberapa kali.


"Kenapa kamu tidak membiarkan Tuit Tuit melakukannya?" sarannya.


__ADS_2