
Maaf bila typo mengganggu saat membaca
Happy reading guys
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Pada saat kiara dan Dirga sibuk dengan urusannya, Seorang pelayan menghampiri Dirga..
" Permisi, Ada yang bisa di bantu Tuan , Nona ?" tanya Pelayan itu sopan.
kiara melepaskan tangan yang tadi bertengger di bibir Dirga kemudian menggaruk kepalanya, yang sama sekali tidak gatal dengan gerakan kaku. Ia melihat ke samping mengirim Kode mata agar Dirga. Agar segera menjawab pertanyaan pelayanan di depannya, yang menampilkan senyum sopan.
Dirga yang mengerti Lirikan Kode mata nakal ehem bukan Maaf, bukan Lirikan mata nakal Maksudnya tapi lirikan Kode minta Tolong pun berdehem.
" Ehemmm ... Tidak Ada " jawab Dirga di sertai tatapan yang di mengerti Pelayan tersebut dan di balas anggukan kepala. kemudian, Pelayan tersebut segera undur diri merasa jika Tuannya saat ini tidak memerlukan bantuannya.
" Kok Kita nggak di usir Ga ?" tanya Kiara heran, membuat Dirga mengangkat bahu cuek Pura-pura tidak mengerti.
" Bagus dong, jadi Kita bisa lihat jelas Paradenya dari sini, iya kan? " jawab Dirga sambil menarik turun kan alis menggoda Kiara
" Lagian siapa yang berani ngusir Gue dari sini, khe" batin nya terkekeh, senang membuat Kiara menampilkan wajah heran yang terlihat menggemaskan di matanya.
Kiara masih belum puas dengan jawaban yang di berikan Dirga , ia kemudian duduk mengikuti Dirga yang lebih dulu duduk dan melihat Sekelilingnya lagi. Di mana Tamu-tamu lain sedang melihat ke arah Mereka dengan berbagai macam Pandangan ada pandangan penasaran, pandangan menilai serta ...
"Pandangan apa itu? " batin Kiara bingung, saat melihat ada seorang Wanita yang dikenalnya memandang ke arahnya dengan Pandangan, entahlah Ia juga tidak terlalu yakin.
" Ga ..." bisik Kiara menuai deheman singkat dari Dirga " Hummm "
" Ga ... Ih... Liat aku" bisik Kiara lagi kali ini di sertai tarikan pada lengan Jasnya
" Iya ... Sayang ada apa?" tanya Dirga dengan nada mendayu
__ADS_1
" Kenapa Orang-orang pada melihat ke arah Kita? " tanya Kiara masih dengan bisikan nggak sadar dengan panggilan sayang dari Dirga
"Emangnya aku badut apa" batin Kiara sebal dan risih.
Dirga yang mendengarnya pun ikut melihat sekeliling, lalu menemukan Beberapa pasang mata yang masih melihat ke arah Meja mereka, tetapi ada juga yang langsung membuang muka.
Membuat Dirga mulai mengeluarkan hawa dingin dan memandang balik mereka dengan tatapan tajamnya, barulah Mereka semua serempak mengalihkan pandangan Mereka karena takut, ke arah depan tempat Parade di mulai di sertai berbagai macam pertanyaan yang tentu saja hanya dapat Mereka ucapkan dalam hati Masing-masing seperti.
"Bukankah itu Tuan muda Wijaya " atau "Siapa Wanita di samping Tuan Wijaya " dan juga pertanyaan heran seperti " Ternyata benar Tuan Wijaya , Saya kira Dia tidak bisa tertawa"
Tentu saja pendapat Mereka seperti itu, karena sebagian besar yang datang adalah Sponsor atau Relasi Bisnisnya, mereka semua mengetahui siapa Dirga, dan sepertinya Mereka takut karena telah Tercyduk melihat ke arah meja Dirga dengan terang-terangan.
Jangan salahkan mereka... Salahkan Dirga yang Tertawa sehingga membuat mereka pun, yang hanya mengenal sosok Dirga yang Dingin heran karena bisa tertawa, terlebih lagi di temani oleh Seorang Wanita cantik yang asing menurut mereka.
Padahal yang mereka tahu, Dirga itu tidak terlalu menyukai Kontak Fisik terlebih lagi dengan Mahluk yang namanya betina jadi salahkah mereka jika mereka memandang Dirga seperti itu????
Sedangkan Kiara yang saat ini ikut melihat orang di sekitarnya, tiba-tiba merasakan suasana berbeda dari sebelumnya, pada saat Dirga masih cuek dengan keadaan sekitar.
Kiara memegang lengan atas Dirga untuk membuat Dirga menghilangkan hawa nerakanya
"Merinding ih Lama-lama " batin Kiara , ikut merasakan apa yang di rasakan orang lain saat ini
" Ga .... Kamu nggak apa-apa? " tanya Kiara sambil menepuk halus lengan Dirga lalu tersenyum menenangkan, yang tentu saja membuat Dirga langsung menghilangkan lagi hawa dinginnya menjadi Bunga-bunga lagi pada saat Kiara tersenyum kepadanya.
" Hemm .." gumam nya berusaha agar tidak ikut tersenyum, akan menimbulkan banyak masalah untuknya. Jika Ia menampilkan senyum di hadapan Relasinya saat ini, Ia tertawa saja sudah menuai berbagai tatapan apalagi di tambah senyum.
"Salah Gue juga sih lupa diri, udah tahu tempat kumpulnya Relasi dan Sponsor . Ck... Bawel satu ini bikin Image gue luntur aja" batin Dirga merutuki diri sendiri, saking asyiknya menggoda Kiara hingga tidak tahu tempat.
Jika itu hanya Pegawai di Lingkungan Desa, yang melihat Ia tertawa mungkin Ia masih bisa bebas, tapi jika di depan Relasinya yang kebanyakan Tipe Julid dan Penjilat. Tentu saja membuatnya khawatir, mereka akan mengira jika Kiara adalah Wanita Spesial ( yang memang spesial ) Untuknya. Tentu saja Kiara akan jadi Sasaran empuk, bagi orang tipe Penjilat untuk merayu dan mempermudah mendapatkan kesempatan Kerja Sama dengan Perusahaannya nanti.
Selama ini, belum ada yang mengetahui kelemahan seorang Dirga Mahesa Wijaya , Ia takut jika suatu saat keberadaan Kiara Terekspos akan membuat musuhnya muncul dan menjadikan Kiara sebagai Target untuk menghancurkannya.
__ADS_1
ingat kan, Ia adalah Pewaris dari Kerajaan Bisnis Wijaya yang terkenal sebagai Perusahaan terbesar dan tidak menutup kemungkinan jika Ia memiliki musuh.
Dirga izin ke Toilet kepada Kiara , lalu meninggalkan Kiara sendiri di meja. Ia mengeluarkan handphone untuk menelpon asistennya, memerintahkan supaya apapun foto yang diambil oleh Wartawan yang ikut dalam acara Festival saat ini di periksa agar tidak ada Fotonya dan Kiara yang muncul di Berita nanti. Ia hanya bisa mencegah terjadi kemungkinan kemungkinan buruk kedepannya nanti.
Setelah selesai menelepon, Dirga kembali ke mejanya untuk menemani Kiara , yang saat ini sedang asik dengan Kamera Digitalnya mengambil gambar Rangakain Bunga yang ternyata sudah di mulai.
" Udah mulai? " tanya Dirga pada saat ia berdiri tepat di samping Kiara yang sedang memotret Karangan bunga karya Grup lain,
" Umm .... Barusan, Kamu beruntung karena Karya aku belum di bawa jalan" Jawabnya tanpa melihat dan memindahkan matanya dari View Finder Kameranya.
Tidak lama kemudian, pada saat karyanya mulai berjalan Kiara menepuk bahu Dirga heboh
" Ah .. Itu Dia itu Dia! " pekik Kiara sambil menunjuk ke Rangkaian Bunga berbentuk Rumah yang bergerak dengan bantuan kendaraan oleh Panitia , membuat dirga harus menahan sakit akibat tepukan barbar dari Kiara
" Ya Lord. ... Lumayan nyeri juga" Batinnya menahan Nyut-nyutan pada Bahunya.
" Gimana-gimana? " tanya Kiara heboh setelah Karyanya sudah tidak terlihat Pandangannya lagi,
Dirga meletakkan jari di Dagunya pose Berfikir
Kemudian ...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tetap stay di sini
Jangan kemana-mana ya, ikuti terus kisah nya dan jangan lupa jempol serta komentar nya ya
Sampai babai
__ADS_1